Tag: Ekonomi Kerakyatan

  • Perdana di Sambas! Wabup Heroaldi Resmikan Family Kolam Pemancingan di Desa Kartiasa

    Perdana di Sambas! Wabup Heroaldi Resmikan Family Kolam Pemancingan di Desa Kartiasa

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas meresmikan Family Kolam Pemancingan yang berlokasi di Dusun Sekuyang, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas pada Selasa (27/1/2026). Peresmian ini merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas terhadap inisiatif masyarakat dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Heroaldi memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya fasilitas tersebut sebagai sarana penyaluran minat masyarakat sekaligus peluang peningkatan ekonomi keluarga. Kehadiran kolam pemancingan ini dinilai sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

    Tempat usaha milik H. Amin Tarya, warga Dusun Sekuyang, ini dipandang sebagai terobosan baru bagi dunia pariwisata lokal. Konsep yang diusung pun cukup unik karena menjadi tempat pemancingan keluarga pertama yang ada di wilayah Kabupaten Sambas.

    “Ini merupakan hal perdana di Kabupaten Sambas, adanya tempat pemancingan keluarga seperti ini. Kami mengapresiasi semangat luar biasa masyarakat untuk terus berkreasi dan meningkatkan perekonomian,” ujar Wakil Bupati Heroaldi.

    Lebih lanjut, ia berharap kreativitas yang muncul dari masyarakat desa ini mampu memberikan dampak positif yang lebih luas. Dengan pengelolaan yang profesional, kolam pemancingan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan pemilik, tetapi juga memberikan efek domino bagi peningkatan kesejahteraan warga di lingkungan sekitar.

    Usai prosesi peresmian secara simbolis, Wakil Bupati Sambas bersama para tamu undangan berkesempatan untuk menjajal langsung fasilitas kolam pemancingan tersebut. Menariknya, tak butuh waktu lama bagi Wakil Bupati Heroaldi untuk menjadi orang pertama yang berhasil mendaratkan seekor ikan lele.

    Momen tersebut sekaligus menandai secara resmi dimulainya operasional Family Kolam Pemancingan untuk masyarakat umum. Pemerintah daerah berharap munculnya titik-titik ekonomi baru seperti ini dapat memperkuat daya tarik wisata lokal dan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Sambas.

  • Norsan ‘Oke’ kan Proyek Sabuk Hijau Khatulistiwa Li Bapan, Reklamasi Lahan Fokus pada Energi Bioetanol

    Norsan ‘Oke’ kan Proyek Sabuk Hijau Khatulistiwa Li Bapan, Reklamasi Lahan Fokus pada Energi Bioetanol

    HaloSambas.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan), Stefanus Febyan Babaro, beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur, Senin (19/1/2026).

    Audiensi tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus pemaparan inisiatif strategis bertajuk “Sabuk Hijau Khatulistiwa”. Program ini merupakan reklamasi lahan yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan komoditas alam lokal.

    Ketua Li-Bapan, Stefanus Febyan Babaro, menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni Aren Smulen ST-1 dan pohon beringin. Keduanya memiliki fungsi strategis dari sisi ekonomi maupun ekologi.

    “Pohon aren dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat. Selain itu, komoditas ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri ESDM, dalam pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan,” ujarnya.

    Sementara itu, penanaman pohon beringin ditujukan untuk mendukung fungsi ekologis. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta menjamin keberlanjutan kawasan reklamasi.

    “Kami berharap program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat,” tambah Febyan.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ria Norsan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyambut baik inisiatif Li-Bapan. Program Sabuk Hijau Khatulistiwa dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah maupun pusat.

    “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung gagasan yang disampaikan Li-Bapan. Ke depan akan kita tindak lanjuti bersama dengan menyinkronkan langkah agar program ini dapat segera diwujudkan,” ujar Ria Norsan.

    Sebagai tindak lanjut, Li-Bapan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pihak terkait guna merumuskan detail teknis pelaksanaan program. Inisiatif ini diharapkan menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis sumber daya lokal.