Tag: Ekonomi Perbatasan

  • Laris Manis di Luar Negeri, 25 Ton Semangka Segar Asal Kalbar Tembus Pasar Ekspor Lewat PLBN Aruk

    Laris Manis di Luar Negeri, 25 Ton Semangka Segar Asal Kalbar Tembus Pasar Ekspor Lewat PLBN Aruk

    HaloSambas.Com — Menutup bulan pertama di tahun 2026 dengan capaian impresif, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Aruk sukses memfasilitasi ekspor komoditas hortikultura unggulan daerah. Sebanyak 25.000 kg semangka segar berhasil diberangkatkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

    Komoditas ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp114.000.000 yang terealisasi melalui lima kali frekuensi pengiriman sepanjang Januari ini. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi di wilayah perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas.

    Seluruh produk telah melewati serangkaian tindakan karantina yang ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga sertifikasi kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate). Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan oleh negara tujuan.

    Reno Putra, Penanggung Jawab Satpel PLBN Aruk, menyampaikan bahwa intensitas ekspor di awal tahun ini mencerminkan potensi besar sektor pertanian daerah yang mulai tergarap maksimal. Kualitas produk petani lokal terbukti mampu bersaing dan diakui di pasar internasional.

    “Realisasi ekspor semangka sebanyak lima kali dengan total 25 ton ini menunjukkan bahwa produk petani kita memiliki kualitas yang diakui di pasar internasional. Ini adalah awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di perbatasan pada tahun 2026,” ujarnya.

    Peningkatan aktivitas ekspor ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap sistem pengawasan serta efisiensi layanan karantina di gerbang perbatasan Aruk. Karantina Kalbar berkomitmen untuk terus tancap gas dalam memfasilitasi perdagangan lintas negara.

    Guna mendukung kelancaran arus barang, pihak karantina terus mempercepat proses layanan melalui digitalisasi sistem serta standardisasi prosedur internasional. Langkah ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu dan memberikan kemudahan bagi para eksportir lokal.

    Capaian selama Januari 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pelaku usaha hortikultura lainnya di wilayah Kalimantan Barat untuk mulai merambah pasar mancanegara. Potensi komoditas lain masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan.

    Karantina Kalimantan Barat menegaskan kesiapannya untuk berdiri di garda terdepan dalam memberikan pendampingan teknis kepada para petani dan pengusaha. Fasilitasi setiap langkah perdagangan ini dilakukan demi kemajuan ekonomi nasional yang digerakkan dari beranda depan Indonesia.

  • Gula Kelapa Lokal Tembus Pasar Dunia, Ekspor Perdana Lewat PLBN Entikong Capai Puluhan Juta

    Gula Kelapa Lokal Tembus Pasar Dunia, Ekspor Perdana Lewat PLBN Entikong Capai Puluhan Juta

    HaloSambas.Com – Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong sukses mengawal ekspor perdana komoditas unggulan daerah pada awal tahun 2026. Sebanyak 8 ton gula kelapa senilai Rp83,7 juta resmi dikirim ke pasar luar negeri pada Selasa (06/01/2026). Langkah ini jadi awal yang pasti.

    Capaian besar ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi untuk bersaing di pasar global tahun ini.

    Seluruh produk gula kelapa tersebut telah melewati rangkaian pemeriksaan karantina yang sangat teliti. Mulai dari pengecekan fisik hingga penerbitan sertifikat resmi dilakukan untuk menjamin kesehatan serta keamanan produk bagi negara tujuan.

    Langkah ini penting untuk memastikan setiap barang yang keluar dari gerbang perbatasan memenuhi standar internasional. Karantina berperan vital dalam menjaga kepercayaan pembeli luar negeri terhadap kualitas produk asal Kalimantan Barat.

    Penanggungjawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menyebut realisasi ekspor ini adalah bukti kekuatan produk daerah. Permintaan pasar internasional terhadap gula kelapa asal Kalbar menunjukkan tren yang sangat baik.

    “Ekspor gula kelapa ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing yang baik di pasar internasional, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekspor di tahun 2026,” ujar Swiet Sinay.

    Tingginya aktivitas perdagangan di awal tahun mencerminkan kepercayaan pengusaha terhadap sistem pengawasan di perbatasan. Karantina Kalbar berkomitmen terus tancap gas mempercepat layanan melalui sistem digitalisasi yang modern.

    Prosedur berstandar internasional terus diterapkan agar proses pengiriman barang menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu bagi para pelaku usaha yang ingin merambah pasar mancanegara.

    Keberhasilan di minggu pertama Januari 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pengusaha lainnya di Kalbar. Karantina siap berdiri di garda terdepan untuk mendampingi setiap langkah perdagangan lintas negara tersebut.

    Dengan dukungan penuh dari pemerintah, ekonomi nasional melalui jalur perbatasan diproyeksikan akan semakin kuat. Gula kelapa hanyalah salah satu dari sekian banyak potensi besar yang siap menguasai pasar dunia.