Tag: Kalimantan Barat

  • Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu dan Daging Satwa Liar di Pelabuhan Sintete

    Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu dan Daging Satwa Liar di Pelabuhan Sintete

    HaloSambas.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat (Karantina Kalbar) menggagalkan penyelundupan sejumlah komoditas satwa dan produk hewan ilegal di Tempat Pelayanan Karantina Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas.

    Pengungkapan tersebut dilakukan saat petugas melakukan pengawasan terhadap kedatangan KMP Bahtera Nusantara 03 pada Minggu (18/5/2026). Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), berupa telur penyu, daging rusa, daging kancil, dan kelelawar.

    Komoditas tersebut dikemas menggunakan kotak dan sterofoam tanpa dilengkapi dokumen persyaratan karantina. Kepala Karantina Kalbar Ferdi mengatakan seluruh media pembawa tersebut langsung ditahan karena melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

    “Setelah diperiksa, media pembawa HPHK dan HPIK tersebut tidak dilengkapi persyaratan karantina sehingga kami melakukan penahanan,” ujar Ferdi.

    Menurut dia, beberapa komoditas yang diamankan juga termasuk kategori satwa liar dilindungi dan berpotensi membawa penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Ferdi menegaskan pengawasan di pintu masuk wilayah Kalimantan Barat akan terus diperketat untuk mencegah peredaran ilegal satwa liar dan melindungi kesehatan masyarakat.

    “Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah perdagangan ilegal satwa liar sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit,” katanya.

    Karantina Kalbar memastikan koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan guna memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk turunannya, khususnya di jalur pelabuhan dan transportasi laut. (*/)

  • Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    HaloSambas.com – Sejumlah Dai dari enam negara dijadwalkan berkumpul di Kabupaten Sambas dalam kegiatan Upgrading Dai dan Seminar Internasional pada 7–9 April 2026. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia.

    Para Dai yang akan hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan Filipina. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” dan dipusatkan di Aula Kantor Bupati Sambas pada 7–8 April 2026.

    Bupati Sambas Satono mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara dai, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di kawasan perbatasan. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dai dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari persiapan, Satono yang juga Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Muhajirin Yanis. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan sekaligus mengundang pihak Kementerian Agama sebagai narasumber.

    Salah satu subtema yang ditawarkan kepada pihak Kemenag adalah “Transformasi Dai dari Mimbar Fisik ke Ruang Publik Digital”, yang dinilai relevan dengan perkembangan dakwah di era teknologi.

    Seminar ini juga akan menghadirkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebagai pembicara utama. Selain itu, sejumlah tokoh internasional turut diundang, di antaranya Menteri Industri Makanan Sarawak Stephen Rundi Utom serta akademisi dari Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

    Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Maret 2026 melalui pengumpulan abstrak dalam skema call for papers. Presentasi ilmiah dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan seminar pada 7–8 April 2026.

    Forum ini akan dibagi dalam sejumlah sesi paralel dengan berbagai subtema, seperti dakwah dan ketahanan sosial, kedaulatan pangan dan ekonomi umat, keamanan perbatasan dan kebangsaan, studi lintas negara Indonesia–Malaysia, hingga sejarah dakwah dan Kesultanan Borneo.

    Satono berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kolaborasi konkret lintas negara. Ia menekankan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan kompleks.

    Seminar internasional ini menjadi bagian dari agenda besar Upgrading Dai yang mempertemukan para dai lintas negara, sekaligus membuka ruang diskusi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan strategi pembangunan berbasis keagamaan di wilayah perbatasan. (*/)

  • Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    HaloSambas.com – Polda Kalimantan Barat terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli rutin di sejumlah wilayah rawan. Pada Ahad, 29 Maret 2026, tim siaga karhutla dari Satuan Brimob diterjunkan untuk melakukan deteksi dini di titik-titik yang berpotensi munculnya api.

    Patroli difokuskan di dua wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran, yakni Desa Sungai Awan Kiri di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, serta Desa Sungai Bening di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

    Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Dede Rojudin, menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah antisipasi, khususnya di kawasan dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.

    Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan bekas lokasi kebakaran benar-benar padam. Petugas melakukan pengecekan langsung dengan menggali tanah di area yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak ada sisa api di bawah permukaan.

    Komandan tim patroli di Desa Sungai Bening, Inspektur Polisi Satu Heru Suwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

    Ia menjelaskan, patroli dilakukan bersama personel Polsek Sajingan Besar dan anggota Koramil setempat. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim rawan kebakaran.

    Menurut Heru, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pencegahan karhutla. Ia mengapresiasi warga yang cepat melaporkan kemunculan titik api sehingga petugas dapat segera melakukan pemadaman sebelum api meluas ke permukiman.

    Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah menyebar hingga ke lapisan bawah tanah. Karena itu, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla.

    Melalui patroli intensif dan sinergi dengan masyarakat, Polda Kalbar berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, sehingga dampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga dapat diminimalkan. (*/)

  • Mayor Inf Ricky Fauzie Resmi Pimpin Yonif TP 882/HB, Pangdam: Jadi Motor Ekonomi Lokal

    Mayor Inf Ricky Fauzie Resmi Pimpin Yonif TP 882/HB, Pangdam: Jadi Motor Ekonomi Lokal

    Halo Sambas – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, resmi menyerahkan jabatan Danyonif Teritorial Pembangunan 882/Hulubalang kepada Mayor Inf Ricky Fauzie. Upacara ini digelar di Marshalling Area Yonif TP 882/HB, Kubu Raya, pada Selasa (30/12/2025). Momen ini menjadi strategi baru pertahanan wilayah.

    Mayjen TNI Jamallulael menyematkan tanda jabatan secara langsung. Ia juga menyerahkan tongkat komando serta Tunggul Batalyon kepada Mayor Inf Ricky Fauzie sebagai tanda kepemimpinan baru.

    Batalyon ini merupakan satuan hibrid yang didesain sangat khusus. Pangdam menegaskan bahwa Yonif TP 882/HB disiapkan menjadi pasukan paling mandiri dalam jajaran TNI Angkatan Darat saat ini.

    Berbeda dengan satuan konvensional, batalyon ini punya struktur unik. Ada unit khusus konstruksi, kesehatan, hingga pertanian yang mendukung pembangunan teritorial di Kalimantan Barat.

    Pangdam menyebut kehadiran 1.000 prajurit akan memicu pertumbuhan ekonomi. Kehadiran personel militer ini diproyeksikan membawa perputaran uang yang signifikan bagi warga di sekitar wilayah tersebut.

    “Bayangkan jika 1.000 prajurit memiliki rata-rata penghasilan Rp 5 juta, maka dalam sebulan ada perputaran uang sekitar Rp 5 miliar di daerah ini,” ujar Mayjen TNI Jamallulael kepada media.

    Menurutnya, keberadaan batalyon akan memicu munculnya usaha baru. Rumah makan, bengkel, hingga pasar akan tumbuh seiring dengan aktifnya roda ekonomi yang digerakkan oleh para prajurit.

    “Di mana ada batalyon, di situ akan tumbuh rumah makan, bengkel, hingga pasar. Roda ekonomi akan berputar,” tegas Pangdam saat menjelaskan potensi dampak sosial ekonomi dari satuan ini.

    Satuan ini didesain sangat luar biasa untuk menggali potensi ekonomi. Kemandirian batalyon menjadi keunggulan utama dibandingkan dengan satuan-satuan infanteri lainnya di wilayah Indonesia.

    Diharapkan kepemimpinan Mayor Inf Ricky Fauzie dapat membawa kemajuan. Sinergi antara pertahanan keamanan dan pemberdayaan ekonomi menjadi target utama yang harus segera dicapai nantinya.