Tag: Kemenag Sambas

  • Diharap Bertobat! Warga Binaan Rutan Sambas Diajak Istigfar Bersama di Pesantren Kilat Ramadan

    Diharap Bertobat! Warga Binaan Rutan Sambas Diajak Istigfar Bersama di Pesantren Kilat Ramadan

    HaloSambas.Com — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sambas pada Senin (23/2/2026). Puluhan warga binaan pemasyarakatan tampak antusias mengikuti Pembukaan Pesantren Ramadan 1447 H sebagai bagian dari program penguatan spiritual selama bulan suci.

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, bersama Kasi Bimas Islam, Mursidin, serta jajaran penyuluh agama Islam. Kehadiran tim Kemenag merupakan bentuk layanan pembinaan rohani yang inklusif, memastikan pesan-pesan agama sampai kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.

    Mursidin, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan adalah ruang refleksi diri. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan jembatan bagi warga binaan untuk memperbaiki hati dan perilaku agar tetap terpaut kepada Allah Subhanawata’ala.

    “Ramadan yang datang setahun sekali diharapkan menjadi wadah agar hati tetap terjaga. Kegiatan ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan syukur dan niat tulus untuk berubah menjadi lebih baik,” ujar Mursidin.

    Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin, dalam arahannya memberikan motivasi menyentuh dengan mengajak seluruh peserta beristigfar bersama. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri adalah nikmat besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

    “Ramadan tidak melihat masa lalu seseorang, tetapi membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri. Kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Tobat yang sungguh-sungguh mampu mengubah masa depan,” tegas Kaharudin.

    Melalui pendekatan edukasi berbasis kisah para nabi, Kaharudin berharap program ini menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk membangun komitmen baru dalam menjalani kehidupan yang lebih positif setelah masa pembinaan berakhir.

    Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas Dwi Pujoyanto, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Kemenag Sambas. Ia menilai pembinaan kepribadian melalui sisi keagamaan sangat krusial sebagai bekal warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.

    Program Pesantren Ramadan ini akan terus diisi dengan berbagai materi keagamaan, mulai dari pendalaman fikih ibadah hingga penguatan akhlak, guna memastikan warga binaan mendapatkan bimbingan spiritual yang maksimal selama bulan suci.

  • Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    HaloSambas.Com — Musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Gersik, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, menyisakan duka mendalam pada Selasa sore (17/2/2026). Namun di tengah cobaan tersebut, hadir kepedulian nyata melalui penyerahan bantuan kepada korban kebakaran pada Rabu (18/2/2026).

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hakiki. Langkah ini merupakan bentuk empati institusi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

    Dalam kunjungannya, Kaharudin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarga Pak Risian. Ia berharap keluarga yang terdampak senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.

    “Kehadiran jajaran Kemenag Sambas merupakan wujud nyata kehadiran negara dan kepedulian umat dalam membantu sesama. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi awal bagi keluarga korban untuk kembali bangkit,” tegas Kaharudin.

    (Foto: Hms)

    Di sisi lain, Pak Risian selaku penerima manfaat mengungkapkan rasa terima kasih dan harunya atas perhatian yang diberikan oleh Kemenag Sambas. Baginya, bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan penguat semangat bagi keluarganya untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan harta benda akibat si jago merah.

    Melalui aksi ini, Kemenag Sambas kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya terbatas pada layanan urusan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga yang sedang kesulitan.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong bagi pihak lain untuk turut serta mengulurkan tangan membantu sesama yang tertimpa musibah di wilayah Kabupaten Sambas.

  • Sambas Bersiap Sambut Ramadhan hingga Imlek, Kakan Kemenag Kaharudin Tekankan Hak Ekspresi Keagamaan

    Sambas Bersiap Sambut Ramadhan hingga Imlek, Kakan Kemenag Kaharudin Tekankan Hak Ekspresi Keagamaan

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dalam rangka menyambut rangkaian Hari Besar Keagamaan tahun 2026. Pertemuan ini difokuskan pada persiapan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Tahun Baru Imlek, dan perayaan Cap Go Meh yang akan datang.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (9/2/2026) bertempat di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas. Rakor ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, Forkopimda, instansi vertikal, tokoh agama, serta panitia pelaksana Imlek dan Cap Go Meh dari berbagai kecamatan.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, menegaskan bahwa Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Ia menekankan bahwa dalam masyarakat majemuk, pemenuhan hak beragama harus berjalan beriringan dengan rasa saling menghormati.

    “Ekspresi keagamaan merupakan hak setiap warga negara dan dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat saling menghormati perbedaan dan memberikan ruang yang sama bagi umat beragama,” tegas Kaharudin.

    Dalam diskusi tersebut, para panitia perayaan Cap Go Meh dari masing-masing kecamatan memaparkan secara mendetail rencana teknis pelaksanaan kegiatan mereka. Pemaparan mencakup lokasi kegiatan, jadwal, hingga langkah-langkah koordinasi keamanan dengan pihak kepolisian dan TNI di wilayah setempat.

    Kaharudin menambahkan bahwa sikap toleransi adalah fondasi utama dalam menjaga keharmonisan sosial di Bumi Serambi Makkah. Ia berharap koordinasi yang kuat antarinstansi dapat menjadikan setiap perayaan keagamaan sebagai cerminan semangat persaudaraan antarumat beragama di Sambas.

    Melalui Rakor strategis ini, seluruh pihak berkomitmen untuk menciptakan suasana yang kondusif selama hari besar berlangsung. Kesuksesan rangkaian acara ini diharapkan menjadi bukti nyata kehidupan beragama yang rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan.

  • Uji Coba Pemanfaatan Lahan Berhasil, Muhajirin Yanis Panen Langsung Ubi Jalar di Kemenag Sambas

    Uji Coba Pemanfaatan Lahan Berhasil, Muhajirin Yanis Panen Langsung Ubi Jalar di Kemenag Sambas

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas melaksanakan kegiatan panen ubi jalar di halaman belakang kantor pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi ekoteologi, yaitu upaya merawat dan memanfaatkan alam secara bijak sebagai wujud syukur dan tanggung jawab keagamaan.

    Panen tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis. Turut mendampingi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, Mahmud, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas, Kaharudin, beserta jajaran ASN lainnya.

    Dalam keterangannya, Muhajirin Yanis menjelaskan bahwa ubi jalar yang dipanen merupakan hasil tanam sekitar tiga bulan lalu. Kegiatan ini sejak awal dimaksudkan sebagai percobaan sederhana untuk melihat potensi pemanfaatan lahan kantor secara efektif.

    “Tiga bulan lalu ini tanam, hari ini kita panen. Ini bukan berkebun, tetapi percobaan sederhana, dan saya langsung memanennya. Dari sini kita bisa melihat bahwa hal seperti ini bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujar Muhajirin Yanis.

    Kakanwil menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya memaksimalkan lahan yang tersedia agar tidak terbengkalai. Selain memberikan manfaat nyata bagi pegawai, kegiatan ini juga mengandung nilai edukasi penting bagi ASN maupun masyarakat di sekitar lingkungan kantor.

    “Kita berusaha memaksimalkan lahan yang ada agar bermanfaat bagi pegawai. Ini juga menjadi edukasi, dan terbukti sangat bermanfaat,” tambahnya.

    Menurut Muhajirin Yanis, praktik menanam tanaman pangan di lingkungan kerja sejalan dengan nilai ekoteologi. Dalam konsep ini, manusia bertugas menjaga dan merawat alam secara bertanggung jawab, yang mana hasil panennya juga memberikan nilai ekonomi langsung.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran Kemenag Sambas untuk terus menghadirkan program produktif di lingkungan kantor. Semangat kemandirian dan cinta lingkungan ini diharapkan menjadi contoh nyata penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui keberhasilan uji coba ini, Kemenag Sambas menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat berdampak ekologis sekaligus ekonomis. Pemanfaatan lingkungan kantor secara produktif kini menjadi salah satu fokus dalam mendorong keberlanjutan di instansi tersebut.

  • Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif

    Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif

    HaloSambas.Com — Wakaf kini tidak lagi hanya dipahami sebagai sarana ibadah semata, melainkan telah bergeser menjadi instrumen strategis dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan. Pesan kuat ini mengemuka dalam Pelatihan dan Workshop Pengelolaan serta Optimalisasi Harta Wakaf yang digelar di Aula Utama Kantor Pusat Masjid 1001 Kubah Sambas, Jumat (30/1/2026).

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, memaparkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara wakaf konsumtif dan wakaf produktif yang perlu dipahami oleh masyarakat. Jika wakaf konsumtif biasanya langsung digunakan untuk fasilitas umum seperti masjid atau pemakaman, maka wakaf produktif dirancang untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

    “Wakaf produktif adalah harta wakaf yang dikelola secara profesional sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi, kemudian hasilnya disalurkan untuk kepentingan umat. Inilah yang menciptakan manfaat jangka panjang,” jelas Kaharudin.

    Beberapa contoh nyata pengelolaan wakaf produktif meliputi pemanfaatan tanah wakaf menjadi ruko, kebun produktif, atau unit usaha syariah lainnya. Dengan manajemen yang tepat, hasil dari unit usaha tersebut dapat menjadi sumber pembiayaan untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas.

    Ketua Yayasan Sambas Raya Madani sekaligus Ketua Panitia, Misni Safari, dalam sambutannya mengingatkan para peserta bahwa pengelolaan wakaf adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Ia berharap para nadzir mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mampu mengelola aset umat dengan lebih maksimal.

    Dalam kesempatan tersebut, Misni Safari juga memohon doa kepada seluruh hadirin agar pembangunan Masjid 1001 Kubah Sambas dapat segera rampung. Masjid ini dicita-citakan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang membanggakan di Kabupaten Sambas.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para nadzir untuk mengubah paradigma lama. Dari yang sebelumnya hanya berperan sebagai penjaga aset, kini dituntut menjadi pengelola yang inovatif, profesional, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan serta kesejahteraan umat.

  • Cegah Sengketa Aset Umat, Kemenag Sambas Desak Nadzir Segera Urus Sertifikat Tanah Wakaf

    Cegah Sengketa Aset Umat, Kemenag Sambas Desak Nadzir Segera Urus Sertifikat Tanah Wakaf

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas menegaskan bahwa pemahaman regulasi dan legalitas wakaf menjadi harga mati bagi para nadzir. Sebagai garda terdepan pengelolaan aset umat, para nadzir diminta untuk tertib administrasi guna menghindari potensi masalah hukum di masa depan.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas, Kaharudin, saat menjadi pemateri dalam Pelatihan dan Workshop Pengelolaan serta Optimalisasi Harta Wakaf. Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Kantor Pusat Masjid 1001 Kubah Sambas pada Jumat (30/1/2026).

    Acara strategis ini diselenggarakan oleh Yayasan Sambas Raya Madani dengan melibatkan para pengurus masjid dan nadzir dari seluruh penjuru Kabupaten Sambas. Pelatihan ini merupakan ikhtiar nyata untuk meningkatkan literasi wakaf dan profesionalisme pengelola aset keagamaan di tengah masyarakat.

    Dalam paparannya, Kaharudin menekankan bahwa pengamanan harta wakaf harus dilakukan secara berjenjang. Langkah pertama yang sangat krusial adalah kepemilikan Akta Ikrar Wakaf (AIW), yang kemudian harus dilanjutkan hingga terbitnya sertifikat tanah wakaf sebagai pengamanan tingkat lanjut.

    “Wakaf yang tidak dilengkapi AIW dan sertifikat berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari. Karena itu, regulasi harus dipahami dan dilaksanakan oleh para nadzir,” tegas Kaharudin di hadapan para peserta workshop.

    Kemenag Sambas mencatat bahwa lemahnya dokumentasi aset seringkali menjadi pemicu munculnya persoalan wakaf. Padahal, dasar hukum pengelolaan wakaf di Indonesia sudah sangat kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 hingga peraturan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI).

    Guna mengatasi hambatan administrasi, Kemenag Sambas menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan penuh. Pihaknya berkomitmen mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf melalui kerja sama intensif dengan Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Sambas.

    Melalui pelatihan ini, diharapkan para nadzir di Kabupaten Sambas semakin profesional dan tertib dalam menata administrasi aset yang diamanahkan kepada mereka. Dengan legalitas yang kuat, aset umat akan terlindungi secara hukum dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat luas.