Tag: Ketahanan Pangan

  • Cegah Penyimpangan, Distribusi Pupuk Subsidi di Desa Segedong Tebas Dikawal Ketat TNI

    Cegah Penyimpangan, Distribusi Pupuk Subsidi di Desa Segedong Tebas Dikawal Ketat TNI

    HaloSambas.Com — Penyaluran pupuk kepada para petani di wilayah binaan Desa Segedong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, mendapat pengawalan ketat dari jajaran TNI pada Jumat (20/2/2026). Pengawasan ini dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Tebas, Kodim 1208/Sambas, Serda Azuan, guna mendukung kesuksesan program ketahanan pangan nasional.

    Kegiatan pengawalan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses pembagian pupuk berjalan dengan aman, tertib, dan yang paling penting adalah tepat sasaran sesuai kebutuhan para petani. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi instrumen pengawasan agar tidak terjadi praktik penyimpangan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut.

    Serda Azuan menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah. Selain itu, hal ini menjadi bukti nyata dukungan TNI AD dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas stok pangan di daerah.

    “Dengan pengawalan ini diharapkan pupuk dapat diterima langsung oleh petani yang berhak, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujar Serda Azuan.

    Para petani setempat memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Babinsa dalam proses distribusi tersebut. Mereka merasa lebih tenang dan terbantu karena proses pembagian menjadi lebih teratur. Warga berharap pendampingan seperti ini terus berlanjut demi menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tebas.

    Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan cita-cita swasembada pangan di Kabupaten Sambas dapat segera terwujud. Pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar kesejahteraan petani meningkat seiring dengan hasil panen yang lebih melimpah.

  • Waspada Ancaman Biologis, Petugas PLBN Entikong Sita Puluhan Bibit Tanaman Tanpa Dokumen

    Waspada Ancaman Biologis, Petugas PLBN Entikong Sita Puluhan Bibit Tanaman Tanpa Dokumen

    HaloSambas.Com – Ketangguhan pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat kembali teruji. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong berhasil menggagalkan upaya pemasukan bibit tanaman ilegal dari luar negeri pada Minggu (11/01/2026).

    Dalam pemeriksaan rutin tersebut, petugas mengamankan 31 batang bibit bugenvil dan 4 biji mangga yang dibawa tanpa dokumen resmi. Komoditas ini dikategorikan sebagai media pembawa berisiko tinggi karena berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

    Masuknya bibit dan biji tanaman tanpa sertifikat kesehatan merupakan ancaman serius bagi kelestarian sektor pertanian di Kalimantan Barat. Penyakit tumbuhan yang terbawa dari luar negeri dapat merusak ekosistem lokal hingga melumpuhkan produktivitas petani nasional.

    Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk mencegah masuknya hama berbahaya. “Benih sering kali menjadi pintu masuk tersembunyi bagi penyakit. Kami mengategorikan ini berisiko tinggi karena dampaknya bisa fatal bagi sektor pertanian lokal,” tegas Swiet.

    Pemeriksaan ketat di kawasan PLBN Entikong dilakukan guna memastikan setiap media pembawa yang masuk ke Indonesia memenuhi persyaratan karantina sesuai aturan pemerintah. Kegagalan dalam melengkapi dokumen resmi memicu tindakan penahanan demi memproteksi wilayah perbatasan dari ancaman biologis.

    Karantina Kalimantan Barat terus mengoptimalkan fungsinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan hayati. Masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara diimbau untuk selalu melaporkan dan melengkapi dokumen karantina terhadap setiap tumbuhan maupun hewan yang dibawa.

    Peran petugas karantina di pintu masuk negara merupakan benteng terakhir dalam perlindungan hayati nasional. Keberhasilan penggagalan ini membuktikan bahwa pengawasan di titik-titik krusial seperti Entikong tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

    Kepatuhan masyarakat terhadap aturan karantina sangat diharapkan demi menjamin keamanan pangan dan keberlanjutan ekosistem di seluruh pelosok negeri. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan Kalimantan Barat terbebas dari serangan hama asing yang dapat merugikan ketahanan pangan di masa depan.

  • Amran Sulaiman Bersihkan Distribusi Pupuk, Harga Turun 20 Persen

    Amran Sulaiman Bersihkan Distribusi Pupuk, Harga Turun 20 Persen

    HaloSambas.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah tegas dalam menertibkan distribusi pupuk serta membenahi tata kelola internal demi menjaga keberhasilan program pangan nasional. Sepanjang tahun 2025, Kementan mencabut izin ribuan distributor pupuk yang terbukti melakukan pelanggaran, sekaligus mencopot ratusan pejabat di lingkungan kementerian.

    Kebijakan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara Panen Raya dan Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat. Menurut Amran, penindakan dilakukan untuk memastikan seluruh program strategis pemerintah di sektor pertanian berjalan disiplin, transparan, dan bebas dari praktik menyimpang.

    “Sepanjang 2025, Kementerian Pertanian telah mencabut izin distributor pupuk di 2.300 titik di seluruh Indonesia. Pencabutan ini dilakukan karena terbukti terjadi permainan harga dan penyimpangan distribusi pupuk,” ujar Amran.

    Ia menegaskan, penertiban tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas harga pupuk di tingkat petani. Berdasarkan catatan Kementan, harga pupuk berhasil ditekan hingga turun sekitar 20 persen setelah pengawasan dan penindakan dilakukan secara menyeluruh.

    Tak hanya menyasar distributor, Kementan juga melakukan pembenahan besar-besaran di internal kementerian. Amran mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 sebanyak 192 pejabat dan pegawai Kementerian Pertanian dicopot dari jabatannya karena terbukti melanggar aturan dan etika kerja.

    “Dari jumlah tersebut, 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang diproses secara hukum,” tegasnya.

    Langkah penegakan disiplin ini, lanjut Amran, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola sektor pertanian yang bersih dan akuntabel.

    Di tengah penertiban tersebut, Kementan juga mencatat capaian positif dalam produksi pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi beras nasional mencapai 34 juta ton, sementara Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sebesar 3,2 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

    Capaian ini dinilai menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan, sekaligus menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. (*/)

  • Bengkayang Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Ria Norsan Sebut Jagung Kalbar Bakal Pasok Industri Rp1,7 Triliun

    Bengkayang Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Ria Norsan Sebut Jagung Kalbar Bakal Pasok Industri Rp1,7 Triliun

    HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengikuti Panen Raya Jagung Serentak di Desa Jawa Tengah, Kubu Raya, Kamis (08/01/2026). Acara ini terhubung langsung secara daring dengan pusat kegiatan nasional di Bekasi, Jawa Barat.

    Meskipun Gubernur berada di Kubu Raya, pusat panen raya jagung sebenarnya berada di Kabupaten Bengkayang. Lokasi di Kubu Raya dipilih agar Gubernur tetap bisa memantau panen sambil menghadiri agenda pembukaan Proliga 2026.

    Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bengkayang yang berhasil memecahkan Rekor MURI kategori pemanenan dan pemipilan jagung serentak terbanyak. Jumlah peserta yang terlibat melampaui rekor nasional sebelumnya yang dipegang oleh daerah Grobogan.

    “Rekor sebelumnya diikuti sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Tim MURI sudah berada di lokasi untuk mencatat sejarah baru ini,” ungkap Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, dengan bangga.

    Gubernur Ria Norsan mengungkapkan bahwa Kalbar dipercaya mengembangkan peternakan ayam raksasa di Kawasan Ekonomi Mandor, Kabupaten Landak. Nilai investasi proyek peternakan ayam pedaging dan petelur ini mencapai angka Rp1,7 triliun.

    Industri besar tersebut nantinya akan membutuhkan pasokan pakan ternak dari jagung dalam jumlah yang sangat banyak. Oleh sebab itu, jagung menjadi komoditas emas yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat ke depan.

    Gubernur meminta para petani untuk tidak ragu dalam menanam jagung karena pasarnya sudah jelas dan sangat luas. Hasil panen jagung warga dipastikan akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak di wilayah tersebut.

    “Para petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya akan digunakan dan dibeli untuk kebutuhan pakan ternak lokal,” tegas Ria Norsan guna memotivasi para pekebun di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

    Produksi ayam dan telur dari investasi besar di Landak tersebut nantinya akan diarahkan untuk mendukung program nasional. Fokus utamanya adalah menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis guna memperbaiki kualitas gizi anak-anak di Indonesia.

    Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang hadir secara daring juga memberikan pujian atas kerja sama Polri dan petani. Beliau berharap luas lahan tanam jagung nasional bisa mencapai 1 juta hektare pada tahun 2026 ini.

    Kapolda Kalbar turut mengimbau masyarakat untuk menyulap lahan-lahan yang tidak terpakai menjadi lahan pertanian jagung yang produktif. Sinergi antara petani dan aparat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat desa.

    Dengan pengelolaan yang baik, Indonesia diharapkan tidak hanya cukup untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga mampu mengirim jagung ke luar negeri. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.