Tag: Pertumbuhan Ekonomi

  • Kejar Ketertinggalan, Gubernur Ria Norsan Targetkan Kalbar Jadi Provinsi Terunggul Kedua di Kalimantan

    Kejar Ketertinggalan, Gubernur Ria Norsan Targetkan Kalbar Jadi Provinsi Terunggul Kedua di Kalimantan

    HaloSambas.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berjanji bakal meneruskan hasil bagus pembangunan di awal tahun 2026 ini. Fokus utama kini diarahkan pada peningkatan kualitas warga dan penyelesaian proyek jalan. Hal itu disampaikan Gubernur Ria Norsan di Pontianak, Senin (5/1/2026).

    Gubernur merasa bersyukur karena ekonomi daerah tahun lalu terus membaik dan berkembang. Pertumbuhan ekonomi dilaporkan stabil serta dibarengi dengan harga-harga barang yang tetap terjaga dan aman.

    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi perhatian serius karena saat ini posisinya masih di bawah provinsi lain. Pemprov memasang target tinggi agar peringkat Kalbar melonjak sebelum tahun 2030 mendatang.

    “Target kita pada akhir masa jabatan di tahun 2030 adalah IPM kita tidak lagi paling belakang di antara lima provinsi di Kalimantan. Minimal kita posisi nomor dua setelah Kaltim,” tegas Ria Norsan.

    Demi mencapai target besar tersebut, Pemprov akan bekerja sama secara besar-besaran antardinas terkait. Dinas Pendidikan, Kesehatan, hingga penggerak PKK di desa-desa akan dikerahkan untuk membantu warga secara langsung.

    Fokus utamanya adalah memastikan mutu sekolah dan layanan rumah sakit atau puskesmas tersebar secara merata. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

    Sektor infrastruktur juga menjadi perhatian utama melalui percepatan penyelesaian enam ruas jalan penting. Jalur Sukadana ke Teluk Batang ditargetkan selesai sebelum Agustus demi mendukung acara besar MTQ 2026.

    Kabar baiknya, jalur Ketapang menuju Sukadana saat ini sudah selesai dikerjakan dan bisa dilewati warga. Pemerintah juga terus membuka jalan baru dari wilayah Perawas menuju arah Pontianak dan Kayong Utara.

    “Jika jalur ini terhubung sempurna, waktu tempuh dari Pontianak ke Kayong Utara diperkirakan bisa lebih singkat hingga hanya memakan waktu sekitar 6 jam saja,” terangnya dengan nada optimis.

    Mengawali tahun baru, pemerintah memberikan perhatian serius pada masalah kedisiplinan para pegawai negeri. Inspeksi mendadak akan dilakukan ke tiap ruangan guna memastikan semua pegawai masuk kerja hari ini.

    “Bagi ASN yang absen tanpa keterangan atau bolos di hari pertama ini, tentu akan kita beri sanksi tegas, mulai dari hukuman ringan sebagai peringatan awal,” tutup Gubernur Ria Norsan di akhir sambutannya.

  • Sekda Amirullah Prioritaskan Belanja Modal pada 2026 demi Keadilan Warga Pontianak

    Sekda Amirullah Prioritaskan Belanja Modal pada 2026 demi Keadilan Warga Pontianak

    HaloSambas – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menekankan pentingnya prioritas belanja modal untuk pembangunan fisik pada 2026. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel rutin ASN di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (5/1/2026). Kebijakan ini dinilai adil bagi seluruh masyarakat.

    Amirullah menyebut belanja modal seperti jalan dan sekolah sebagai investasi pemerintah. Fasilitas tersebut dapat dinikmati langsung oleh warga, bukan hanya oleh kalangan pegawai pemerintah saja.

    Tahun 2026, Kota Pontianak menghadapi penurunan transfer keuangan sebesar 5,17 persen. APBD diproyeksi turun dari Rp2,219 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp2,096 triliun pada tahun depan.

    “Kalau pendapatan berkurang, belanja juga harus berkurang. Ini ilmu anggaran. Tidak bisa pendapatan turun, belanja tetap,” ujar Amirullah menjelaskan logika penyesuaian anggaran daerah tersebut.

    Meski ada efisiensi, capaian indikator makro ekonomi di Kota Pontianak semakin membaik. Angka kemiskinan berhasil ditekan pada kisaran 4 persen dan angka pengangguran berada di level 7,7 persen.

    Realisasi pendapatan daerah sudah melampaui 95 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja telah mencapai kisaran 91 persen sebagai bentuk efektivitas kinerja.

    Amirullah meminta seluruh ASN mendukung penuh program pemerintah pusat dan provinsi. Program seperti makan bergizi gratis dan sekolah rakyat menjadi fokus yang harus segera disukseskan bersama.

    Ia juga mengingatkan para pegawai untuk tidak bersikap latah di media sosial. Sinergi antar tingkatan pemerintah sangat penting agar pelaksanaan program di lapangan bisa berjalan lebih optimal.

    Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak harus menjadi contoh yang baik. ASN didorong terus berprestasi dan beradaptasi dengan perubahan guna meningkatkan kesejahteraan warga kota.

    “Prestasi itu dimulai dari individu, baru kelompok, OPD, sampai pemerintah kota,” pungkas Amirullah dalam menutup arahannya mengenai kinerja dan integritas bagi aparatur pemerintah daerah.