Tag: PLBN Jagoi Babang

  • Trenggiling dari Warga Dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Nyiut Bengkayang

    Trenggiling dari Warga Dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Nyiut Bengkayang

    HaloSambas.Com — Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kekayaan alam Indonesia. Bersinergi dengan Balai KSDA Kalimantan Barat dan Satgas Pamtas RI-MLY Yonarhanud 1/PBC 1/Kostrad, petugas melakukan pelepasliaran satu ekor trenggiling (Manis javanica) pada Senin (23/2/2026).

    Lokasi pelepasliaran dipilih di daerah penyangga kawasan konservasi Cagar Alam Gunung Nyiut Penrissen, Kabupaten Bengkayang. Satwa bersisik yang tergolong langka ini sebelumnya merupakan hasil serahan sukarela dari masyarakat yang kemudian menjalani masa pemulihan intensif.

    Sebelum dilepas ke alam liar, tim medis dari BKHIT Satpel Jagoi Babang telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan perilaku secara mendalam. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa trenggiling tersebut dalam kondisi prima dan mampu bertahan hidup serta mencari makan secara mandiri di habitat aslinya.

    Kuatnya kolaborasi di wilayah perbatasan terlihat dari kehadiran berbagai pihak dalam agenda ini, mulai dari Kepala RKW Resort Sanggau Ledo, personel TNI, hingga perangkat desa setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Kalimantan Barat.

    “Karantina Kalimantan Barat memastikan setiap satwa yang akan dilepasliarkan telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan yang ketat. Kolaborasi di wilayah perbatasan Jagoi Babang ini sangat krusial demi memutus rantai perdagangan satwa liar,” jelas Penanggung Jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni.

    Noval menambahkan bahwa upaya ini merupakan langkah nyata untuk mengembalikan kekayaan hayati ke habitat yang seharusnya. Keberhasilan aksi ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperketat pengawasan terhadap peredaran satwa dilindungi di wilayah perbatasan.

    Kesadaran masyarakat yang bersedia menyerahkan satwa dilindungi kepada petugas patut mendapatkan apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa edukasi mengenai perlindungan satwa mulai membuahkan hasil di tengah masyarakat.

    Melalui upaya konservasi yang berkelanjutan, diharapkan keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia, khususnya di wilayah Bengkayang, tetap terjaga. Kelestarian trenggiling dan satwa liar lainnya menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.

  • Ekspor di PLBN Jagoi Babang Meningkat, Karantina Catat Pengiriman 9,8 Juta Kilogram

    Ekspor di PLBN Jagoi Babang Meningkat, Karantina Catat Pengiriman 9,8 Juta Kilogram

    HaloSambas.Com – Karantina Kalimantan Barat melalui Satpel PLBN Jagoi Babang di Bengkayang mencatat kenaikan ekspor yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Volume dan jumlah pengiriman produk lokal ke luar negeri dilaporkan melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya pada Selasa (06/01/2026).

    Data aplikasi BEST TRUST menunjukkan angka fantastis dengan penerbitan 3.134 sertifikat karantina. Total barang yang dikirim mencapai 9.846.043 kilogram ditambah ribuan batang tanaman hias.

    Produk yang paling banyak dikirim berasal dari wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Bengkayang. Komoditas tersebut meliputi buah-buahan segar, sayur-sayuran, sosis, hingga produk perikanan.

    Kualitas barang yang dikirim selalu dijaga agar tetap unggul dan kompetitif di pasar internasional. Hal ini menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing yang tinggi di mata konsumen asing.

    Memasuki hari pertama di bulan Januari 2026, semangat ekspor di perbatasan ini tampak semakin kuat. Petugas mencatat sudah ada 28 sertifikat yang keluar dengan total volume mencapai 84.650 kilogram.

    Angka pengiriman yang besar dalam waktu singkat ini memberikan sinyal positif bagi ekonomi daerah. Aktivitas perdagangan di perbatasan Jagoi Babang diprediksi akan terus tumbuh sepanjang tahun ini.

    Penanggung Jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, menegaskan komitmennya untuk mendukung arus ekspor. Pihaknya melakukan pengawasan ketat dan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap komoditas.

    “Kami memastikan bahwa setiap komoditas yang diekspor telah memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan negara tujuan,” ujar Noval Isnaeni mengenai prosedur resmi yang dijalankan petugas.

    Karantina Kalbar berjanji akan terus mempermudah proses administrasi bagi para pelaku usaha lokal. Dukungan ini bertujuan agar semakin banyak warga yang berani mengirim produknya ke pasar global.

    Dengan pemeriksaan yang cepat dan tepat, barang-barang pertanian dan perikanan tetap terjaga kesegarannya. Sinergi ini diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Kalbar.