Tag: Satono

  • Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    HaloSambas.Com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat infrastruktur kesehatan kembali dibuktikan. Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, meresmikan gedung baru Puskesmas Pimpinan di Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat, Selasa (13/1/2026).

    Peresmian fasilitas kesehatan yang kini berdiri megah dengan konstruksi dua lantai tersebut menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Teluk Keramat. Warga kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih modern, luas, dan jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya.

    Prosesi peresmian dimulai dengan pemotongan pita di depan pintu masuk utama oleh Bupati Satono dan Wabup Heroaldi. Langkah ini menjadi tanda dimulainya operasional gedung yang telah dinantikan oleh masyarakat di wilayah Pimpinan dan sekitarnya.

    Setelah itu, Bupati Satono melakukan penandatanganan prasasti sebagai bukti otentik peresmian bangunan. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat rujukan kesehatan primer yang mampu menangani kebutuhan dasar medis warga dengan lebih maksimal.

    Bupati Satono menyatakan bahwa pembangunan Puskesmas Pimpinan merupakan prioritas pemerintah dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan layanan dasar yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan.

    “Bangunan megah dua lantai ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Saya minta seluruh tenaga medis di Puskesmas Pimpinan melayani masyarakat dengan ramah, cepat, dan profesional,” ujar Bupati Satono.

    Usai prosesi seremonial, rombongan Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda serta Kepala OPD mengecek langsung kondisi ruangan. Mereka meninjau setiap lantai untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan dan kenyamanan fasilitas penunjang lainnya.

    Bupati tampak puas melihat tata ruang yang jauh lebih nyaman dan tertata rapi. Ia berharap suasana gedung baru ini dapat meningkatkan motivasi kerja para tenaga medis dalam memberikan pengabdian terbaik bagi kesehatan masyarakat desa.

    Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Potongan pertama diserahkan oleh Bupati kepada Kepala Puskesmas Pimpinan sebagai simbol tanggung jawab baru dalam mengelola dan menjaga fasilitas negara tersebut.

    Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan kesehatan bagi warga Desa Pipit Teja dan desa-desa sekitarnya di Teluk Keramat. Pemerintah Kabupaten Sambas terus berkomitmen untuk melakukan pemerataan kualitas fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan.

  • Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    HaloSambas.Com — Agenda kunjungan kerja maraton Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, berlanjut ke Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, pada Selasa (13/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satono meresmikan Jembatan Ramayadi, sebuah infrastruktur vital yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.

    Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Satono yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan syukur dari warga yang memadati lokasi. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memonitoring dan merealisasikan pembangunan hingga ke pelosok desa.

    Kepala Desa Jawai Laut, Sudarni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih atas kesediaan Bupati dan Wakil Bupati meresmikan jembatan tersebut. Namun, Sudarni juga menitipkan harapan mengenai keberlanjutan pembangunan jalan akses pasca-selesainya jembatan ini.

    Ia mengungkapkan bahwa terdapat akses jalan sepanjang 3 kilometer dari jalan utama Matang Terap yang kondisinya perlu perhatian serius. Jalan tersebut merupakan jalur vital sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

    “Jembatan ini adalah anugerah bagi kami. Namun, kami sangat berharap adanya kelanjutan pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer menuju jalan utama Matang Terap,” harap Sudarni di hadapan pimpinan daerah.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, merupakan prioritas utama tanpa harus diminta oleh masyarakat, sejauh ketersediaan anggaran daerah mencukupi. Ia memaparkan bahwa wilayah Jawai Selatan telah mendapatkan porsi pembangunan jalan yang signifikan selama kepemimpinannya.

    “Pemerintah daerah berkomitmen membangun infrastruktur untuk rakyat. Selama anggaran tersedia, pasti kita bangun tanpa diminta. Namun, masyarakat juga perlu memahami bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap,” ujar Bupati Satono menanggapi usulan warga.

    Ia menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan harus dilakukan dengan prinsip keadilan bagi 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah di seluruh kabupaten.

    “Kami akan terus membangun, namun tentu tidak bisa serentak setiap tahun di satu titik saja. Kita harus berbagi dengan kecamatan-kecamatan lain yang juga membutuhkan sentuhan pembangunan agar kemajuan di Kabupaten Sambas merata dari ujung ke ujung,” tambah Satono.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bupati dan Wakil Bupati di beberapa kecamatan pada hari yang sama. Dengan diresmikannya Jembatan Ramayadi, mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat di Desa Jawai Laut diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

    Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda, para Kepala OPD di lingkungan Pemda Sambas, tokoh masyarakat, serta warga Desa Jawai Laut yang antusias menyaksikan kemajuan fisik di desa mereka tersebut.

  • Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    HaloSambas.Com – Usai menuntaskan agenda di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, langsung bergerak cepat menuju Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Selasa (13/1/2026). Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk merespons laporan masyarakat terkait kondisi abrasi pantai yang kian memprihatinkan.

    Kedatangan pasangan pemimpin daerah ini disambut antusias oleh warga, terutama para pedagang yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan berjualan di sekitar area wisata pantai tersebut. Mereka berharap kehadiran Bupati dan Wakil Bupati mampu membawa solusi nyata bagi kelangsungan usaha dan keamanan tempat tinggal mereka.

    Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Satono menyaksikan langsung ganasnya pengikisan pantai oleh air laut. Garis pantai yang semakin menyusut kini mulai mengancam fasilitas umum. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah kondisi sebuah jembatan yang fondasinya sudah mulai terkikis dan nyaris roboh akibat terjangan gelombang.

    “Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Abrasi ini bukan hanya merusak estetika pantai, tapi sudah mengancam infrastruktur vital. Jembatan yang hampir roboh ini harus segera dicarikan solusi teknisnya agar akses masyarakat tidak terputus,” tegas Bupati Satono di lokasi peninjauan.

    Sambil memantau titik-titik kerusakan, Satono dan Heroaldi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat. Para pedagang mengungkapkan kekhawatiran mereka jika abrasi terus berlanjut, area tempat mereka berjualan akan hilang, yang tentu berdampak langsung pada penghasilan keluarga.

    Bupati berjanji akan segera mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalah abrasi ini. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat serta pembangunan tanggul penahan ombak yang lebih permanen.

    Penanganan abrasi pantai di wilayah pesisir seperti Paloh memang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sambas. Ancaman ini tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tetapi juga sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

    Kunjungan langsung ke lapangan oleh pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sambas untuk melindungi warganya dari dampak perubahan iklim dan bencana alam. Solusi terpadu akan segera dirumuskan demi keberlanjutan hidup masyarakat pesisir dan kelestarian ekosistem pantai di Matang Danau.

  • IP Naik Tajam, Bupati Satono Larang Petani Jual Gabah Murah untuk Kesejahteraan Petani

    IP Naik Tajam, Bupati Satono Larang Petani Jual Gabah Murah untuk Kesejahteraan Petani

    HaloSambas.Com – Kabupaten Sambas semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Barat. Hal ini ditegaskan dalam agenda Panen Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Rabu (07/01/2026), yang dihadiri langsung oleh Bupati Sambas, Satono, bersama Danrem 121/Alambhana Wanawwai, Brigjen TNI Purnomosidi.

    Kegiatan yang melibatkan Gapoktan Cahaya Baru ini selaras dengan agenda strategis nasional yang dipusatkan di Karawang. Dalam momen tersebut, Bupati Satono membawa kabar gembira mengenai kenaikan produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Sambas.

    Bupati Satono memberikan apresiasi tinggi kepada para petani atas kerja keras mereka. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten Sambas yang mencerminkan frekuensi tanam dalam setahun.

    “Saya sangat bahagia, karena IP kita pada tahun 2024 yang awalnya 1,78, sekarang naik menjadi 1,95. Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petani,” ungkap Bupati Satono dengan penuh bangga.

    Salah satu poin penting yang ditekankan Bupati adalah mengenai kesejahteraan petani. Ia menyampaikan bahwa Presiden RI telah menetapkan harga gabah yang cukup tinggi, yaitu Rp6.500 per kilogram.

    Satono secara tegas mengingatkan para petani agar tidak terjebak oleh pihak-pihak yang mencoba membeli hasil panen dengan harga rendah. “Hari ini harga gabah 6.500. Kalau ada yang mau beli lebih murah, jangan dikasih. Bapak dan Ibu harus tetap semangat bertani karena harganya sudah dijamin pemerintah,” pesannya.

    Pemerintah Kabupaten Sambas juga memperkuat sisi regulasi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Aturan ini dibuat untuk menjaga agar lahan sawah di Sambas tidak berubah menjadi bangunan atau kebun lainnya.

    Dukungan alat mesin pertanian (alsintan) juga terus mengalir dari pemerintah pusat, di mana sebanyak 1.034 unit alat tani telah disalurkan belum lama ini. Bupati berharap bantuan ini memicu petani untuk meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen mereka demi mewujudkan kemandirian pangan.

    Kehadiran Brigjen TNI Purnomosidi dalam panen raya ini menunjukkan dukungan penuh TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi antara tentara dan petani di lapangan terbukti mampu memberikan rasa aman dan dorongan teknis bagi kemajuan sektor pertanian di perbatasan.

    Dengan kenaikan IP dan jaminan harga gabah yang layak, Kabupaten Sambas kini berdiri tegak sebagai pilar utama swasembada pangan di Kalimantan Barat. Semangat “kembali ke sawah” kini menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi ribuan keluarga petani di Sambas.

  • Wujudkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika, Pemkab Sambas Hadir di Tengah Perayaan Natal Kabupaten

    Wujudkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika, Pemkab Sambas Hadir di Tengah Perayaan Natal Kabupaten

    HaloSambas.Com – Bupati Sambas, Satono, terus menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam merangkul seluruh umat beragama di wilayahnya. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, yang berbaur bersama umat Kristiani dalam perayaan Natal se-Kabupaten Sambas Tahun 2025 di Hotel Pantura Jaya, Kamis (08/01/2026).

    Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan tanpa memandang perbedaan latar belakang keyakinan. Kehadiran pimpinan daerah ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Sambas sebagai wilayah yang aman dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

    Acara yang berlangsung di Hotel Pantura Jaya tersebut tampak sangat akrab dan sarat akan nilai kebersamaan. Perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan menjadi wadah silaturahmi lintas elemen masyarakat yang memperkuat fondasi sosial di “Bumi Serambi Mekah” Kalimantan Barat.

    “Pemerintah Kabupaten Sambas mengucapkan Selamat Merayakan Hari Natal Tahun 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Sambas,” ujar Heroaldi dalam sambutannya yang disambut hangat oleh para jemaat.

    Lebih lanjut, Wakil Bupati Heroaldi mengajak seluruh warga untuk tidak bosan dalam menjaga kualitas hubungan antar sesama. Mengingat Sambas adalah daerah yang majemuk, semangat saling menghormati adalah kunci utama agar pembangunan daerah dapat berjalan lancar tanpa gesekan sosial.

    “Mari kita perkuat ikatan toleransi, mempererat persahabatan, kebersamaan, dan kasih sayang, terutama dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sambas yang pluralis, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

    Meskipun diwakili oleh Wakil Bupati karena kesibukan agenda lainnya, Bupati Satono menegaskan bahwa komitmen menjaga kerukunan adalah harga mati bagi pemerintahannya. Persatuan masyarakat dianggap sebagai kekuatan terbesar untuk memajukan daerah.

    Kehadiran jajaran pemerintah dalam setiap hari besar keagamaan diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemeluk agama.

    Dengan kondisi daerah yang kondusif, pemerintah optimistis program-program pembangunan akan lebih mudah diterima dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Dukung Kebersihan Pesantren, Bupati Satono Serahkan Bantuan Motor Tosa untuk Ponpes Al-Furqon Tebas

    Dukung Kebersihan Pesantren, Bupati Satono Serahkan Bantuan Motor Tosa untuk Ponpes Al-Furqon Tebas

    HaloSambas.Com – Bupati Sambas, Satono, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan keagamaan di daerahnya. Pada Rabu (07/01/2026), Satono menyerahkan secara langsung bantuan satu unit kendaraan roda tiga (Tosa) kepada pengurus Pondok Pesantren Al-Furqon di Kecamatan Tebas.

    Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Kabupaten Sambas. Kendaraan tersebut disiapkan sebagai sarana penunjang kebersihan serta kelancaran operasional harian para santri.

    Bupati Satono menjelaskan bahwa pesantren memiliki mobilitas yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan sarana transportasi yang praktis. Kehadiran motor Tosa ini diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk berbagai keperluan mendesak di lingkungan pondok.

    “Apa yang diserahkan ini semoga menjadi berkah dan mempermudah aktivitas para santri serta pengurus di Pondok Pesantren Al-Furqon, baik untuk keperluan logistik maupun menjaga kebersihan,” harap Satono.

    Penyerahan kendaraan operasional ini bukan sekadar pemberian barang fisik, melainkan bentuk sinergi antara pemerintah dan tokoh agama. Menurut Satono, pondok pesantren adalah pilar utama dalam mencetak generasi muda Sambas yang mandiri dan berakhlak mulia.

    Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen untuk terus mendukung fasilitas pendidikan agar para santri dapat belajar dengan nyaman dan lingkungan yang sehat. Kerja sama ini menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan.

    Pengurus Pondok Pesantren Al-Furqon menyambut gembira bantuan dari Bupati Satono tersebut. Kendaraan roda tiga ini dinilai sangat penting untuk membantu pekerjaan berat yang selama ini sering dilakukan secara manual.

    Mengingat luasnya area pesantren dan banyaknya jumlah santri, pengangkutan barang dan sampah harian kini menjadi lebih mudah. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat seluruh penghuni pondok dalam menjalankan aktivitas belajar-mengajar.

  • Bupati Satono Soroti Tantangan AI di Hari Amal Bhakti ke-80, Ajak ASN Kemenag Sambas Lebih Adaptif

    Bupati Satono Soroti Tantangan AI di Hari Amal Bhakti ke-80, Ajak ASN Kemenag Sambas Lebih Adaptif

    HaloSambas.Com – Bupati Sambas, Satono, memimpin upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Halaman Kantor Kemenag Sambas, Sabtu (3/1/2026). Ia menyampaikan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, tentang sinergi produktif demi Indonesia damai.

    Tema tahun ini adalah “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Kerukunan kini bukan hanya ketiadaan konflik, melainkan energi kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa Indonesia.

    Bupati Satono menyoroti tantangan besar berupa perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurutnya, dunia saat ini sedang berada pada era perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi.

    “Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” ujar Satono saat membacakan pesan penting mengenai pemanfaatan teknologi secara etis tersebut.

    Setiap ASN di lingkungan Kementerian Agama kini dituntut untuk bertransformasi menjadi pribadi yang sigap dan lincah. Aparatur harus adaptif terhadap inovasi serta responsif dalam melayani kebutuhan umat.

    Penguasaan teknologi harus tetap berpijak pada nilai moral agar AI menjadi alat pemersatu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya disinformasi dan perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.

    Pada momen tersebut, dilakukan pula penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada jajaran Kemenag Sambas. Piagam penghargaan juga diberikan kepada mereka yang dinilai memiliki prestasi kerja luar biasa.

    “Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi dan teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” tutup Bupati Satono seraya mengakhiri amanat resmi dalam upacara khidmat tersebut.

  • Bupati Satono Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Sambas Jadi yang Tercepat di Kalbar

    Bupati Satono Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Sambas Jadi yang Tercepat di Kalbar

    HaloSambas.Com – Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi guna mempercepat pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kegiatan yang dipimpin Bupati Satono ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Sambas pada Senin (5/1/2026) sebagai forum strategis nasional.

    Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi dan unsur Forkopimda. Kehadiran seluruh kepala desa se-Kabupaten Sambas menunjukkan keseriusan daerah dalam memperkuat komitmen lintas sektor.

    Regulasi mengharuskan tiap pengurus menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi dengan ukuran minimal 30 x 30 meter. Lokasi tersebut harus strategis dan mudah diakses oleh kendaraan berukuran besar.

    “Saya perintahkan hari ini kita masuk fase ketiga. Kita patut bersyukur karena Kabupaten Sambas menjadi daerah tercepat membentuk KDMP di Kalimantan Barat,” tegas Satono di depan peserta rakor.

    Bupati menyadari tidak semua desa memiliki lahan kosong yang ideal secara teknis. Maka dari itu, ia meminta adanya fleksibilitas selama substansi dan tujuan utama program untuk warga tetap tercapai.

    “Saya tahu tidak semua desa memiliki lahan kosong, bisa jadi posisi lahan tidak sepenuhnya sesuai. Saya minta fleksibel, yang penting substansi program tercapai,” tambah Bupati Satono kembali.

    Percepatan pembentukan KDMP merupakan bagian dari komitmen bersama menyukseskan program nasional. Hal ini bertujuan agar pembangunan segera tuntas dan tidak menyisakan pekerjaan rumah di masa mendatang.

    “Ini bagian dari komitmen bersama untuk menyukseskan Koperasi Desa Merah Putih agar cepat selesai sehingga tidak ada PR lagi,” ujarnya saat menekankan pentingnya efisiensi waktu pelaksanaan program.

    Bupati menegaskan pentingnya dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden melalui KDMP. Para kepala desa diminta proaktif menginventarisasi aset desa guna menentukan lahan pembangunan koperasi yang paling tepat.

    Prestasi Sambas sebagai yang tercepat diharapkan terus terjaga hingga operasional penuh. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi lokal.