Tag: Berita Sambas

  • Pasar Wisata Aruk Makin Bersih, Sinergi TNI dan Forkopimcam Sajingan Besar Gelar Aksi Gotong Royong

    Pasar Wisata Aruk Makin Bersih, Sinergi TNI dan Forkopimcam Sajingan Besar Gelar Aksi Gotong Royong

    HaloSambas.Com — Dalam rangka menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan pasar yang sehat dan nyaman, Koramil 02/Sejangkung bersama Forkopimcam Sajingan Besar dan Anggota Satgas Pamtas melaksanakan kegiatan pembersihan di kawasan Pasar Wisata, Dusun Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, belum lama ini.

    Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan personel TNI, aparat kecamatan, instansi terkait, serta para pedagang dan masyarakat sekitar. Aksi ini menyasar sampah di area lapak, saluran drainase, hingga lingkungan sekitar pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.

    Danramil 02/Sejangkung, Kapten Inf Aris Yudiyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas TNI dalam mendukung kebersihan fasilitas umum. Selain menjaga estetika pasar, aksi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan.

    “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan pasar yang bersih, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapten Inf Aris Yudiyana di lokasi kegiatan.

    Pihak kecamatan memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh unsur yang hadir. Mengingat statusnya sebagai Pasar Wisata, kebersihan menjadi faktor kunci dalam menjaga citra kawasan Aruk sebagai gerbang masuk yang tertib dan nyaman bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

    Para pedagang dan pengunjung diharapkan semakin peduli dan tidak membuang sampah sembarangan di area pasar. Dengan lingkungan yang sehat, aktivitas perdagangan di wilayah perbatasan diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang positif.

    Melalui kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini, diharapkan semangat gotong royong terus terjaga secara rutin. Menjaga fasilitas umum secara bersama-sama menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat demi kenyamanan dan kepentingan bersama di Kecamatan Sajingan Besar.

  • Sambas Bidik Pasar Sarawak, Satono Paparkan Potensi KEK Temajuk di Hadapan Menteri M-FICORD

    Sambas Bidik Pasar Sarawak, Satono Paparkan Potensi KEK Temajuk di Hadapan Menteri M-FICORD

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pertemuan strategis bersama Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD) Sarawak di Kuching, Malaysia, Senin (10/2/2026).

    Pertemuan ini bertujuan memperkuat posisi Sambas sebagai wilayah perbatasan yang terbuka terhadap investasi dan kolaborasi lintas negara. Langkah proaktif ini diambil untuk mentransformasi wilayah perbatasan dari kawasan pinggiran menjadi beranda depan negara yang berdaya saing.

    Menteri M-FICORD Sarawak, Stephen Rundi Utom, menyambut baik kehadiran delegasi Sambas. Ia menilai Sambas memiliki potensi besar di sektor pertanian dan komoditas regional yang dapat disinergikan melalui berbagi teknologi serta keahlian dari Sarawak.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satono memaparkan kekuatan Sambas sebagai daerah agraris dan maritim. Berdasarkan data daerah, luas tanam padi di Sambas mencapai 68.422 hektare dengan produksi gabah melebihi 205 ribu ton. Selain padi, komoditas unggulan lainnya meliputi jeruk, buah naga, lada, hingga sektor perikanan.

    “Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia dengan potensi sumber daya alam yang besar. Melalui kerja sama ini, kami berharap terjadi pertukaran teknologi serta terbukanya investasi yang saling menguntungkan,” ujar Satono.

    Salah satu fokus utama yang ditawarkan Bupati Satono adalah rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Temajuk. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pintu masuk baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pusat perdagangan antara kedua negara.

    “Pembangunan kawasan ekonomi dan hilirisasi komoditas lokal di Temajuk tidak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga memperkuat posisi Sambas sebagai gerbang perdagangan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tambahnya.

    Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal dan pembangunan infrastruktur lintas batas. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

    Dengan kolaborasi internasional yang terarah, Sambas optimis dapat mengoptimalkan potensi wisatanya dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah di pasar regional maupun global.

  • Kadis Kumindag Sambas: Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Non-Subsidi, Jatah Elpiji Melon Masyarakat Aman!

    Kadis Kumindag Sambas: Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Non-Subsidi, Jatah Elpiji Melon Masyarakat Aman!

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) memastikan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi tetap berjalan lancar. Pengawasan di lapangan kini semakin diperketat guna menjamin gas “melon” tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

    LPG 3 kg merupakan produk subsidi pemerintah yang dikhususkan bagi rumah tangga prasejahtera, pelaku usaha mikro, nelayan, serta petani kecil. Oleh karena itu, penggunaan gas bersubsidi oleh pelaku usaha besar atau kalangan yang tidak berhak sangat dilarang karena menyalahi aturan.

    Kepala Diskumindag Kabupaten Sambas, Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau alur distribusi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk melindungi hak masyarakat kecil dalam mendapatkan energi dengan harga terjangkau.

    “Kami memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi di Kabupaten Sambas berjalan sesuai aturan dan hanya untuk masyarakat yang memang berhak. Pengawasan terus kami tingkatkan agar subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” jelas Hermanto, Senin (15/2/2026).

    Hermanto, yang baru saja mengemban amanah sebagai Kadis Kumindag pada 11 Februari lalu, juga memberikan penjelasan terkait penggunaan energi di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa operasional dapur tersebut tidak mengambil jatah gas masyarakat kecil.

    “Dapur MBG tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi dalam operasionalnya. Seluruh kebutuhan gas untuk memasak menggunakan LPG non-subsidi, sehingga tidak mengurangi hak masyarakat penerima subsidi,” tegasnya sebagaimana dikutip dari situs PPID Sambas.

    Langkah ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung kebijakan subsidi energi yang tepat guna. Saat ini, Diskumindag terus menjalin komunikasi dengan agen dan pangkalan gas untuk memastikan stok selalu tersedia bagi warga.

    Masyarakat juga diingatkan untuk selalu membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Warga diminta aktif melapor kepada aparat atau instansi terkait jika menemukan adanya kecurangan distribusi atau penjualan harga yang tidak wajar.

    Dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama dari masyarakat, diharapkan ketersediaan energi bagi rumah tangga kecil dan usaha mikro di Kabupaten Sambas tetap terjaga tanpa kendala.

  • Pantau Program Makan Bergizi di Sambas, Kepala BGN RI Puji Kualitas Dapur di Wilayah Perbatasan

    Pantau Program Makan Bergizi di Sambas, Kepala BGN RI Puji Kualitas Dapur di Wilayah Perbatasan

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, menyambut kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Dadan Hindayana, di Kantor Bupati Sambas pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal hingga ke beranda depan negara.

    Kepala BGN RI memfokuskan peninjauan langsung pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sambas. Terdapat tiga dapur yang dipantau kualitasnya, yakni Dapur Sepadu, Dapur Semangau, serta Dapur Rambi. Peninjauan ini mencakup kesiapan infrastruktur dapur, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga efektivitas distribusi kepada penerima manfaat.

    Bupati Satono menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat di daerah perbatasan. Menurutnya, kehadiran program ini kini benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak TK, PAUD, SD, SMA, hingga ibu hamil dan menyusui.

    “Pemerintah daerah Kabupaten Sambas menghaturkan ribuan terima kasih kepada Kepala BGN yang telah melihat langsung kondisi dapur MBG di daerah perbatasan. Ini merupakan motivasi dan atensi yang luar biasa,” ujar Satono.

    Bupati berharap kehadiran Kepala BGN dapat memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan program percepatan nasional. Ia optimis program tersebut mampu menjangkau seluruh lini di Indonesia, termasuk wilayah terpencil guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala BGN RI Dadan Hindayana mengaku puas dengan progres positif di Sambas. Ia menilai penerapan SOP di SPPG Sambas sudah sangat maju dan berkualitas bagus, sehingga proses penyediaan gizi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

    “Saya lihat Sambas sudah sangat maju. Kualitas SPPG-nya bagus-bagus, penerapan SOP-nya bagus-bagus sehingga hampir tidak ada kejadian di sini,” jelas Dadan Hindayana.

    Saat ini, sebanyak 51 SPPG telah beroperasi di Sambas atau sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi luar biasa bagi pelaku usaha dan petani lokal yang terlibat dalam rantai pasok bahan baku pangan.

    Menutup keterangannya, Dadan Hindayana mengapresiasi sinergitas yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Forkopimda. Kompaknya koordinasi di daerah ini diharapkan menjadi contoh bagi pengelola BGN di seluruh tanah air dalam menyelenggarakan pelayanan gizi bagi masyarakat.

  • Festival Tajuk Telur dan Pawai Taaruf Perkuat Karakter Berkemajuan

    Festival Tajuk Telur dan Pawai Taaruf Perkuat Karakter Berkemajuan

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas menggelorakan semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah melalui kegiatan Pawai Taaruf dan Festival Tajuk Telur. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sambas pada Kamis (12/2/2026).

    Bupati Sambas, Satono, secara resmi melepas para peserta dengan mengibarkan bendera start. Ia didampingi oleh Ketua BKMT Kabupaten Sambas Yunisa, Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekretaris Daerah Fery Madagaskar, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Sambas.

    Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh BKMT Kabupaten Sambas ini menjadi momentum penting dalam menyemarakkan syiar Islam. Keunikan acara tahun ini terletak pada perpaduan budaya lokal melalui Festival Tajuk Telur yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Satono mengapresiasi kolaborasi antara BKMT dan PHBI Kabupaten Sambas. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia.

    “Melalui kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan ini, saya mengapresiasi BKMT dan PHBI atas sinergi dalam menyukseskan visi-misi Sambas Berkah Berkemajuan, khususnya pada poin pembentukan karakter iman,” ujar Satono.

    Bupati berharap peningkatan iman ini mampu menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

    “Sambutlah dengan semarak. Lakukan kebersihan di lingkungan masing-masing, isi Ramadhan dengan kegiatan bernuansa keislaman, dan ciptakan suasana yang khidmat,” tambahnya sebagai wujud persatuan umat di Bumi Sambas.

    Secara khusus, Satono menitipkan pesan kepada Dinas Pendidikan agar suasana belajar mengajar selama bulan puasa tetap khidmat. Ia ingin peserta didik diberikan ruang lebih luas untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan sebagai bekal karakter mereka.

    Melalui momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap masyarakat dapat memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Bulan suci ini diharapkan menjadi sarana memperbaiki diri demi terwujudnya daerah yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

  • Resmi Jabat Kadis Kumindag, Hermanto Jadi Bagian dari 91 Pejabat yang Dilantik Bupati Sambas

    Resmi Jabat Kadis Kumindag, Hermanto Jadi Bagian dari 91 Pejabat yang Dilantik Bupati Sambas

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, kembali melakukan penataan birokrasi dengan melantik dan mengukuhkan sebanyak 91 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Utama Kantor Bupati Sambas pada Rabu (11/2/2026).

    Pejabat yang dilantik mencakup berbagai tingkatan, mulai dari Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga tugas tambahan Kepala UPTD Puskesmas. Salah satu posisi kunci yang terisi adalah jabatan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumindag UKM) yang kini dipercayakan kepada Hermanto.

    Selain itu, terdapat 10 pejabat eselon II yang kembali dikukuhkan dalam jabatan strategis. Di antaranya adalah Mohammad Yayan Kurniawan sebagai Staf Ahli Bupati, Samekto Hadi Suseno sebagai Asisten Pembangunan dan Perekonomian, serta Arsya yang tetap mengomandani Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

    Beberapa nama lain yang dikukuhkan kembali adalah Ganjar Eko Prabowo (Kadis Kesehatan), Jalil Muhammad (Kadis Perhubungan), Ilham Jamaludin (Kasatpol PP), Suhendri (Kadis DPMPTSP), dan Rachmad Robbi (Kepala Badan Keuangan Daerah). Penataan ini dilakukan berdasarkan kajian mendalam oleh Tim Baperjakat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.

    Dalam sambutannya, Bupati Satono menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penguatan agar organisasi pemerintahan daerah semakin adaptif dan profesional. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh kepala daerah secara sendirian.

    “Tugas untuk mensukseskan program pemerintahan di semua tingkatan tidak mampu dilakukan hanya oleh bupati dan wakil bupati. Bapak dan ibu inilah yang setelah dikaji oleh Tim Baperjakat, lahirlah struktur yang hari ini kita lantik,” ujar Bupati Satono.

    Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab dan integritas tinggi. Bupati meminta seluruh pejabat untuk bekerja maksimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di mana pun mereka ditempatkan.

    Lebih lanjut, Satono menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan daerah dengan berbagai program strategis nasional yang sedang berjalan. Menurutnya, andil para pejabat sangat menentukan apakah implementasi kebijakan pusat di daerah dapat memberikan hasil yang memuaskan atau tidak.

    “Kita sedang dihadapkan dengan berbagai program strategis nasional yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu perlu andil bapak dan ibu semua untuk mensukseskan itu semua,” tambahnya.

    Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap soliditas birokrasi semakin kuat untuk mempercepat capaian visi-misi pembangunan daerah. Dengan komposisi baru ini, diharapkan pelayanan publik semakin berkualitas dan selaras dengan arah kebijakan nasional menuju Indonesia Maju.

  • Kemenag Sambas Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Parit Kongsi

    Kemenag Sambas Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Parit Kongsi

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas melaksanakan kegiatan survey sekaligus penyerahan bantuan program bedah rumah di Desa Parit Kongsi, pada Kamis (12/2/2026). Program ini merupakan komitmen nyata dalam penguatan kepedulian sosial melalui optimalisasi dana zakat yang dihimpun dari para ASN di lingkungan Kemenag.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin. Ia didampingi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hakiki, Kepala KUA Kecamatan Selakau, Zulkifli, serta Ketua UPZ Kecamatan Selakau sebagai bentuk dukungan langsung di lapangan.

    Penetapan penerima manfaat dilakukan setelah UPZ Kecamatan Selakau melaksanakan proses survey dan verifikasi yang ketat. Berdasarkan hasil peninjauan mendalam, rumah milik Ibu Ria dinilai sangat layak menerima bantuan karena kondisinya yang membutuhkan perhatian serta dukungan bersama.

    Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin, menjelaskan bahwa kesuksesan program ini merupakan hasil kolaborasi solid antara BAZNAS dan UPZ, baik di tingkat kantor kabupaten maupun kecamatan. Dana yang dikelola berasal dari pemotongan gaji rutin para ASN setiap bulannya.

    “Program ini merupakan wujud kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ, baik UPZ Kantor Kemenag Sambas maupun UPZ tingkat kecamatan. Dana yang digunakan bersumber dari potongan gaji ASN setiap bulan yang dihimpun melalui UPZ,” jelas Kaharudin.

    Bantuan yang diserahkan bersifat stimulan dengan tujuan memicu semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dengan adanya stimulus ini, diharapkan partisipasi warga sekitar meningkat untuk bersama-sama membantu penyelesaian pembangunan rumah tersebut.

    Pihak Kemenag berharap bantuan ini dapat dikelola dengan amanah sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Selain itu, program bedah rumah ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Melalui aksi nyata ini, jajaran Kemenag Sambas ingin memastikan bahwa dana umat kembali memberikan manfaat yang besar bagi kemaslahatan masyarakat. Program ini diharapkan membawa keberkahan, baik bagi para ASN yang telah berzakat maupun bagi keluarga penerima manfaat di Desa Parit Kongsi.

  • Fery Madagaskar Raih Predikat Sangat Disarankan: Hasil UKK Bakal Calon Dewas Perumda AM Sambas

    Fery Madagaskar Raih Predikat Sangat Disarankan: Hasil UKK Bakal Calon Dewas Perumda AM Sambas

    HaloSambas.Com — Panitia Seleksi Pemilihan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas resmi merilis hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Berdasarkan pengumuman Nomor: 04/PANSEL-DEWAS/2026, terdapat tiga nama yang dinyatakan lolos klasifikasi penilaian.

    Keputusan ini ditetapkan berdasarkan hasil rapat Panitia Seleksi yang berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026. Ketiga kandidat tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk mengemban tanggung jawab dalam jajaran pengawas perusahaan daerah air minum di Kabupaten Sambas.

    Berikut adalah rincian daftar nama beserta perolehan nilai dan klasifikasi hasil UKK yang dirilis oleh panitia:

    • Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si: Memperoleh nilai 8,8 dengan klasifikasi Sangat Disarankan.
    • Drs. Alkap, M.Si: Memperoleh nilai 8,3 dengan klasifikasi Disarankan.
    • Ilham Jamaludin, S.Sos: Memperoleh nilai 8,0 dengan klasifikasi Disarankan.

    Ketua Panitia Seleksi, Samekto Hadi Suseno, dalam surat pengumuman yang ditandatanganinya menyatakan bahwa seluruh nama yang masuk dalam daftar tersebut berhak melaju ke tahapan berikutnya. Uji kelayakan ini merupakan bagian penting dalam menyaring figur yang kompeten di bidang pengawasan BUMD.

    “Seluruh Bakal Calon Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas yang dinyatakan memenuhi klasifikasi penilaian selanjutnya mengikuti tahapan Wawancara Akhir,” terang Panitia Seleksi dalam keterangan tertulisnya.

    Tahapan Wawancara Akhir akan menjadi penentu sebelum nama-nama tersebut diserahkan kepada kepala daerah untuk penetapan jabatan final. Proses seleksi ini diharapkan menghasilkan dewan pengawas yang memiliki integritas tinggi guna memastikan kinerja Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan semakin optimal.

    Pengumuman hasil UKK ini disampaikan secara transparan agar dapat diketahui oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sambas. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan manajemen perusahaan daerah yang profesional dan akuntabel.

  • Sambas Bersiap Sambut Ramadhan hingga Imlek, Kakan Kemenag Kaharudin Tekankan Hak Ekspresi Keagamaan

    Sambas Bersiap Sambut Ramadhan hingga Imlek, Kakan Kemenag Kaharudin Tekankan Hak Ekspresi Keagamaan

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dalam rangka menyambut rangkaian Hari Besar Keagamaan tahun 2026. Pertemuan ini difokuskan pada persiapan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Tahun Baru Imlek, dan perayaan Cap Go Meh yang akan datang.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (9/2/2026) bertempat di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas. Rakor ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, Forkopimda, instansi vertikal, tokoh agama, serta panitia pelaksana Imlek dan Cap Go Meh dari berbagai kecamatan.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, menegaskan bahwa Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Ia menekankan bahwa dalam masyarakat majemuk, pemenuhan hak beragama harus berjalan beriringan dengan rasa saling menghormati.

    “Ekspresi keagamaan merupakan hak setiap warga negara dan dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat saling menghormati perbedaan dan memberikan ruang yang sama bagi umat beragama,” tegas Kaharudin.

    Dalam diskusi tersebut, para panitia perayaan Cap Go Meh dari masing-masing kecamatan memaparkan secara mendetail rencana teknis pelaksanaan kegiatan mereka. Pemaparan mencakup lokasi kegiatan, jadwal, hingga langkah-langkah koordinasi keamanan dengan pihak kepolisian dan TNI di wilayah setempat.

    Kaharudin menambahkan bahwa sikap toleransi adalah fondasi utama dalam menjaga keharmonisan sosial di Bumi Serambi Makkah. Ia berharap koordinasi yang kuat antarinstansi dapat menjadikan setiap perayaan keagamaan sebagai cerminan semangat persaudaraan antarumat beragama di Sambas.

    Melalui Rakor strategis ini, seluruh pihak berkomitmen untuk menciptakan suasana yang kondusif selama hari besar berlangsung. Kesuksesan rangkaian acara ini diharapkan menjadi bukti nyata kehidupan beragama yang rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan.

  • Target Jadi Sentra Ikan Bandeng, Desa Lambau Jawai Tantang Banjir Rob Demi Ekonomi Pesisir

    Target Jadi Sentra Ikan Bandeng, Desa Lambau Jawai Tantang Banjir Rob Demi Ekonomi Pesisir

    HaloSambas.Com — Desa Lambau yang terletak di pesisir pantai utara Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menyimpan potensi besar di sektor perikanan. Selain dikenal sebagai penghasil kelapa, desa ini kini tengah dipersiapkan menjadi sentra budidaya ikan bandeng yang menjanjikan.

    Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengungkapkan bahwa kondisi geografis desanya yang memiliki sumber air payau sangat cocok untuk budidaya bandeng dan nila. Hal ini ia sampaikan kepada mahasiswa Magister Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) yang tengah melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di desa tersebut.

    Namun, pengembangan potensi ini bukan tanpa hambatan. Tantangan terbesar yang dihadapi warga adalah faktor alam, terutama banjir rob yang rutin merendam wilayah tersebut setiap bulan Desember.

    “Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 di desa ini banjir besar,” kenang Yani menceritakan pengalamannya setahun lalu saat tanaman melon dan ribuan ikan miliknya hanyut diterjang pasang air laut.

    Belajar dari pengalaman tersebut, Yani tetap optimis untuk mencoba kembali pada tahun ini. Strategi yang akan diterapkan adalah mempercepat masa panen sebelum bulan Desember tiba guna menghindari kerugian akibat cuaca ekstrem.

    Dukungan nyata datang dari program PPM Fisipol Untan yang menyalurkan bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng. Dosen Pembimbing PPM, Prof. Fatmawati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sesuai kebutuhan warga setelah melakukan koordinasi intensif dengan pihak desa.

    Selain sektor perikanan, mahasiswa juga berkolaborasi dengan PKK Desa Lambau untuk mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan bawang dayak. Program kerja tersebut dilengkapi dengan pembuatan 15 plang penanda RT untuk mempermudah akses administrasi desa.

    Wira, salah satu mahasiswa PPM, melihat peluang Desa Lambau tidak hanya berhenti pada penjualan ikan segar. Menurutnya, desa ini sangat potensial untuk memproduksi bandeng presto sebagai produk olahan unggulan.

    “Jika Lambau ada bandeng presto, ini bisa menambah pemasukan BUMDes dan menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan di Kalimantan Barat,” ujar Wira. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan pelatihan pengolahan produk kepada warga setempat.

    Tujuan dari pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik melalui bantuan fisik maupun ide kreatif. Dengan sinergi yang kuat, Desa Lambau optimis dapat mengatasi tantangan alam dan bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru di pesisir Sambas.