Tag: Indonesia Emas 2045

  • Tata Kelola Berbasis Risiko Jadi Fondasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    Tata Kelola Berbasis Risiko Jadi Fondasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

    HaloSambas.com – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa pengelolaan hutan Indonesia ke depan harus ditopang tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Menurut dia, pendekatan berbasis risiko menjadi kunci untuk memastikan setiap program kehutanan berjalan efektif sekaligus mencegah potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan.

    “Pengelolaan hutan harus dilaksanakan melalui tata kelola yang kuat, dengan pengawasan efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan lingkungan,” ujar Rohmat saat menutup Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengawasan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

    Rapat koordinasi bertema Penguatan Tata Kelola Kehutanan Pusat–Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 itu membahas arah pembangunan kehutanan dalam RPJMN 2025–2029, kebijakan anggaran sektor kehutanan, serta prioritas program Kementerian Kehutanan pada 2026. Forum tersebut juga menyoroti mitigasi risiko fraud dan penguatan kebijakan pengelolaan sumber daya hutan.

    Rohmat menekankan pentingnya penerapan One Map Policy dan Decision Support System (DSS) untuk mengonsolidasikan strategi pemanfaatan hutan. Ia menilai kedua instrumen itu krusial dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan nasional, ketahanan ekologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Ia mengingatkan agar hasil rapat koordinasi tidak berhenti pada tataran konsep. “Manajemen risiko harus terintegrasi secara konsisten dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kegiatan kehutanan di daerah,” kata dia.

    Dalam kesempatan tersebut, Rohmat juga menyinggung Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) yang telah disusun. Dokumen itu perlu dibahas secara partisipatif dengan pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan daerah, serta didorong pengesahannya melalui peraturan daerah sebagai acuan revisi RTRW.

    Terkait perubahan iklim, Rohmat mengingatkan dampaknya kian nyata, termasuk munculnya siklon dan hujan ekstrem di wilayah khatulistiwa. Karena itu, ia menekankan pentingnya perencanaan kehutanan berbasis lanskap, khususnya pada daerah aliran sungai.

    Pengelolaan kawasan berhutan di areal penggunaan lain (APL) juga menjadi perhatian. Menurut Rohmat, sinergi dengan pemerintah daerah, terutama di wilayah hulu sungai dan daerah tangkapan air, perlu diperkuat untuk menekan risiko banjir dan longsor.

    Untuk rehabilitasi lahan kritis, ia meminta pemerintah memprioritaskan wilayah berisiko tinggi bencana, seperti lahan curam di sekitar permukiman. Pendanaan rehabilitasi didorong bersumber dari APBD, dana bagi hasil, serta keterlibatan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

    Pengembangan perhutanan sosial tak luput dari sorotan. Rohmat mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah guna membuka akses pasar melalui skema Integrated Area Development, mengingat banyak kelompok tani hutan masih berada dalam kategori miskin dan miskin ekstrem.

    Sementara itu, pengendalian kebakaran hutan dan lahan ditegaskan sebagai tanggung jawab seluruh unit pelaksana teknis. “Pencegahan harus menjadi prioritas, dengan koordinasi TNI dan Polri di lapangan,” ujarnya.

    Menutup kegiatan, Rohmat berharap hasil rapat koordinasi tersebut menjadi pijakan nyata dalam memperkuat tata kelola kehutanan nasional yang berkelanjutan dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045. (*/)

  • Targetkan SDM Setara Singapura, Norsan Dukung Sekolah Harapan Bangsa Cetak Generasi Emas

    Targetkan SDM Setara Singapura, Norsan Dukung Sekolah Harapan Bangsa Cetak Generasi Emas

    HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan kembali operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB) sebagai langkah nyata memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Khatulistiwa. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti di Aula Sekolah Harapan Bangsa, Kubu Raya, Senin (12/1/2026).

    Langkah ini dipandang strategis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Gubernur Norsan menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci utama bagi Kalbar untuk bersaing di tingkat nasional maupun mancanegara.

    Gubernur Ria Norsan secara terbuka menetapkan target ambisius bagi dunia pendidikan di wilayahnya. Ia ingin dalam lima tahun ke depan, peringkat IPM Kalimantan Barat mampu melonjak drastis, minimal menempati posisi kedua di Pulau Kalimantan setelah Kalimantan Timur.

    “Negara yang maju adalah negara yang maju SDM-nya. Singapura dan Malaysia maju karena kualitas orang-orangnya. Dengan fasilitas sekolah seperti SHB ini, kita optimis mencetak generasi cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Ria Norsan.

    Optimisme Gubernur bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan keberhasilan SMA Petrus Pontianak yang baru-baru ini menyabet peringkat kedua nasional sebagai sekolah terbaik se-Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi Sekolah Harapan Bangsa untuk melahirkan lulusan unggul yang kompetitif secara global.

    Gubernur mengapresiasi Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa yang dinilai berdedikasi tinggi dalam menyediakan sarana belajar modern tanpa melupakan nilai pengabdian para pendiri terdahulu.

    Wakil Ketua Yayasan SHB Bidang Pendidikan, Sudino Lim, menjelaskan bahwa sekolah ini didesain untuk memberikan akses pendidikan kelas dunia bagi anak-anak daerah. Harapannya, putra-putri terbaik Kalbar tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan mutu pendidikan internasional.

    “Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan bermakna dan berdaya saing global, namun tetap berakar pada karakter, integritas, dan budaya lokal,” ujar Sudino Lim.

    Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pembina yayasan dari berbagai grup bisnis besar di Indonesia, yang menunjukkan kuatnya dukungan sektor swasta dalam membangun masa depan pendidikan di Kalimantan Barat.