Kategori: Bubbor Paddas

  • Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu dan Daging Satwa Liar di Pelabuhan Sintete

    Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu dan Daging Satwa Liar di Pelabuhan Sintete

    HaloSambas.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat (Karantina Kalbar) menggagalkan penyelundupan sejumlah komoditas satwa dan produk hewan ilegal di Tempat Pelayanan Karantina Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas.

    Pengungkapan tersebut dilakukan saat petugas melakukan pengawasan terhadap kedatangan KMP Bahtera Nusantara 03 pada Minggu (18/5/2026). Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), berupa telur penyu, daging rusa, daging kancil, dan kelelawar.

    Komoditas tersebut dikemas menggunakan kotak dan sterofoam tanpa dilengkapi dokumen persyaratan karantina. Kepala Karantina Kalbar Ferdi mengatakan seluruh media pembawa tersebut langsung ditahan karena melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

    “Setelah diperiksa, media pembawa HPHK dan HPIK tersebut tidak dilengkapi persyaratan karantina sehingga kami melakukan penahanan,” ujar Ferdi.

    Menurut dia, beberapa komoditas yang diamankan juga termasuk kategori satwa liar dilindungi dan berpotensi membawa penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Ferdi menegaskan pengawasan di pintu masuk wilayah Kalimantan Barat akan terus diperketat untuk mencegah peredaran ilegal satwa liar dan melindungi kesehatan masyarakat.

    “Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah perdagangan ilegal satwa liar sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit,” katanya.

    Karantina Kalbar memastikan koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan guna memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk turunannya, khususnya di jalur pelabuhan dan transportasi laut. (*/)

  • Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    HaloSambas.com – Sejumlah Dai dari enam negara dijadwalkan berkumpul di Kabupaten Sambas dalam kegiatan Upgrading Dai dan Seminar Internasional pada 7–9 April 2026. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia.

    Para Dai yang akan hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan Filipina. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” dan dipusatkan di Aula Kantor Bupati Sambas pada 7–8 April 2026.

    Bupati Sambas Satono mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara dai, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di kawasan perbatasan. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dai dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari persiapan, Satono yang juga Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Muhajirin Yanis. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan sekaligus mengundang pihak Kementerian Agama sebagai narasumber.

    Salah satu subtema yang ditawarkan kepada pihak Kemenag adalah “Transformasi Dai dari Mimbar Fisik ke Ruang Publik Digital”, yang dinilai relevan dengan perkembangan dakwah di era teknologi.

    Seminar ini juga akan menghadirkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebagai pembicara utama. Selain itu, sejumlah tokoh internasional turut diundang, di antaranya Menteri Industri Makanan Sarawak Stephen Rundi Utom serta akademisi dari Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

    Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Maret 2026 melalui pengumpulan abstrak dalam skema call for papers. Presentasi ilmiah dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan seminar pada 7–8 April 2026.

    Forum ini akan dibagi dalam sejumlah sesi paralel dengan berbagai subtema, seperti dakwah dan ketahanan sosial, kedaulatan pangan dan ekonomi umat, keamanan perbatasan dan kebangsaan, studi lintas negara Indonesia–Malaysia, hingga sejarah dakwah dan Kesultanan Borneo.

    Satono berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kolaborasi konkret lintas negara. Ia menekankan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan kompleks.

    Seminar internasional ini menjadi bagian dari agenda besar Upgrading Dai yang mempertemukan para dai lintas negara, sekaligus membuka ruang diskusi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan strategi pembangunan berbasis keagamaan di wilayah perbatasan. (*/)

  • Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    HaloSambas.com – Polda Kalimantan Barat terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli rutin di sejumlah wilayah rawan. Pada Ahad, 29 Maret 2026, tim siaga karhutla dari Satuan Brimob diterjunkan untuk melakukan deteksi dini di titik-titik yang berpotensi munculnya api.

    Patroli difokuskan di dua wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran, yakni Desa Sungai Awan Kiri di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, serta Desa Sungai Bening di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

    Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Dede Rojudin, menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah antisipasi, khususnya di kawasan dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.

    Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan bekas lokasi kebakaran benar-benar padam. Petugas melakukan pengecekan langsung dengan menggali tanah di area yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak ada sisa api di bawah permukaan.

    Komandan tim patroli di Desa Sungai Bening, Inspektur Polisi Satu Heru Suwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

    Ia menjelaskan, patroli dilakukan bersama personel Polsek Sajingan Besar dan anggota Koramil setempat. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim rawan kebakaran.

    Menurut Heru, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pencegahan karhutla. Ia mengapresiasi warga yang cepat melaporkan kemunculan titik api sehingga petugas dapat segera melakukan pemadaman sebelum api meluas ke permukiman.

    Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah menyebar hingga ke lapisan bawah tanah. Karena itu, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla.

    Melalui patroli intensif dan sinergi dengan masyarakat, Polda Kalbar berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, sehingga dampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga dapat diminimalkan. (*/)

  • Kadisdikbud Sambas Klarifikasi Upah PPPK Paruh Waktu: Anggaran Sudah Ada, Sekolah Diminta Segera Cairkan!

    Kadisdikbud Sambas Klarifikasi Upah PPPK Paruh Waktu: Anggaran Sudah Ada, Sekolah Diminta Segera Cairkan!

    HaloSambas.Com — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas, Arsyad, memberikan klarifikasi resmi mengenai isu keterlambatan upah ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW).

    Isu ini berkembang pesat di tengah masyarakat, khususnya menyangkut nasib tenaga pendidik atau guru. Dalam keterangannya pada Rabu (11/03/2026), Arsyad menegaskan bahwa pembayaran hak mereka sebenarnya sudah bisa diproses.

    Arsyad meminta seluruh kepala satuan pendidikan untuk bergerak cepat menuntaskan urusan administrasi. Hal ini penting agar pembayaran upah para guru tersebut dapat dilakukan secepat mungkin tanpa kendala teknis.

    Ia menjelaskan bahwa PPPK Paruh Waktu yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Sambas sudah tidak memiliki masalah. Begitu pula dengan tenaga kesehatan yang berada di bawah naungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

    Kedua kategori tersebut, baik yang di bawah APBD maupun BLUD rumah sakit dan puskesmas, telah menerima upah mereka. Pembayaran tersebut mencakup periode kerja Januari hingga Maret 2026.

    “Menyikapi pemberitaan yang simpang siur, dapat kami sampaikan bahwa PPPK Paruh Waktu yang dibiayai APBD telah dibayarkan dari Januari sampai Maret 2026,” jelas Arsyad.

    Terkait guru PPPK PW yang berjumlah 1.715 orang, Arsyad menyebutkan bahwa sebagian sekolah sebenarnya sudah memenuhi kewajiban pembayaran upah tersebut. Namun, Disdikbud tetap memantau satuan pendidikan yang masih menunda.

    Ia menekankan bahwa sumber dana untuk pembayaran upah guru PPPK Paruh Waktu ini berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran ini sudah tersedia dan siap untuk disalurkan kepada yang berhak.

    “Upah PPPK Paruh Waktu sebenarnya sudah dapat dibayarkan dari Januari hingga Maret 2026 melalui dana BOS. Hak dan kewajiban PPPK PW sendiri telah diatur dalam perjanjian kerja,” tegas Arsyad.

    Untuk memastikan instruksi ini dijalankan, Arsyad memerintahkan seluruh kepala bidang di Disdikbud untuk turun langsung ke lapangan. Mereka diminta melakukan pengecekan ke setiap sekolah di Kabupaten Sambas.

    “Saya perintahkan kepada seluruh kepala bidang untuk melakukan crosscheck ke kepala satuan pendidikan agar segera membayarkan upah guru PPPK Paruh Waktu,” tambahnya.

    Di sisi lain, Arsyad memberikan penjelasan khusus bagi guru PPPK Paruh Waktu yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi atau lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kelompok ini memiliki mekanisme pembiayaan yang berbeda.

    Menurutnya, mereka tidak lagi dianggarkan melalui dana BOS sekolah. Hal ini sesuai dengan surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0994/B/C1/PR.04.01/2026.

    “Berdasarkan surat dari Kemendikdasmen, guru PPPK Paruh Waktu yang sudah mendapatkan sertifikasi tidak lagi dianggarkan upahnya melalui dana BOS. Pembiayaan mereka bersumber dari pemerintah pusat,” urainya.

    Arsyad menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa selama ini sebagian guru memang dibiayai melalui APBN. Dana tersebut disalurkan melalui dana BOS yang bersumber langsung dari pemerintah pusat.

  • Diharap Bertobat! Warga Binaan Rutan Sambas Diajak Istigfar Bersama di Pesantren Kilat Ramadan

    Diharap Bertobat! Warga Binaan Rutan Sambas Diajak Istigfar Bersama di Pesantren Kilat Ramadan

    HaloSambas.Com — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sambas pada Senin (23/2/2026). Puluhan warga binaan pemasyarakatan tampak antusias mengikuti Pembukaan Pesantren Ramadan 1447 H sebagai bagian dari program penguatan spiritual selama bulan suci.

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, bersama Kasi Bimas Islam, Mursidin, serta jajaran penyuluh agama Islam. Kehadiran tim Kemenag merupakan bentuk layanan pembinaan rohani yang inklusif, memastikan pesan-pesan agama sampai kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.

    Mursidin, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan adalah ruang refleksi diri. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan jembatan bagi warga binaan untuk memperbaiki hati dan perilaku agar tetap terpaut kepada Allah Subhanawata’ala.

    “Ramadan yang datang setahun sekali diharapkan menjadi wadah agar hati tetap terjaga. Kegiatan ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan syukur dan niat tulus untuk berubah menjadi lebih baik,” ujar Mursidin.

    Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin, dalam arahannya memberikan motivasi menyentuh dengan mengajak seluruh peserta beristigfar bersama. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri adalah nikmat besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

    “Ramadan tidak melihat masa lalu seseorang, tetapi membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri. Kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Tobat yang sungguh-sungguh mampu mengubah masa depan,” tegas Kaharudin.

    Melalui pendekatan edukasi berbasis kisah para nabi, Kaharudin berharap program ini menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk membangun komitmen baru dalam menjalani kehidupan yang lebih positif setelah masa pembinaan berakhir.

    Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas Dwi Pujoyanto, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Kemenag Sambas. Ia menilai pembinaan kepribadian melalui sisi keagamaan sangat krusial sebagai bekal warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.

    Program Pesantren Ramadan ini akan terus diisi dengan berbagai materi keagamaan, mulai dari pendalaman fikih ibadah hingga penguatan akhlak, guna memastikan warga binaan mendapatkan bimbingan spiritual yang maksimal selama bulan suci.

  • Buka Safari Ramadhan Perdana, Bupati Satono Serahkan Dana Hibah Rp30 Juta untuk Masjid Muzakirin

    Buka Safari Ramadhan Perdana, Bupati Satono Serahkan Dana Hibah Rp30 Juta untuk Masjid Muzakirin

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, memimpin langsung pelaksanaan Safari Ramadhan perdana Pemerintah Kabupaten Sambas pada Ramadhan 1447 H. Kegiatan pembuka ini dipusatkan di Masjid Muzakirin, Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Senin (23/2/2026).

    Agenda rutin tahunan ini bertujuan mempererat kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan pembangunan dan keagamaan. Selain Sekda Sambas Fery Madagaskar, tampak hadir unsur Forkopimda, instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan perbankan.

    Camat Selakau Timur, Iswandi, menyatakan rasa bangganya atas dipilihnya wilayah tersebut sebagai lokasi pertama Safari Ramadhan tahun ini. Menurutnya, kehadiran rombongan bupati menjadi suntikan semangat bagi warga dalam meningkatkan ibadah dan kebersamaan di bulan suci.

    “Kami yakin dalam rangka fastabiqul khoirot, tim Safari Ramadhan mampu memberikan manfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan melalui momen Ramadhan ini, kita kembali kepada Allah dengan memakmurkan masjid,” ungkap Iswandi.

    Senada dengan hal tersebut, Bupati Satono menegaskan bahwa Safari Ramadhan adalah jembatan penghubung aspirasi. Ia menilai kebersamaan dengan warga sangat penting agar pembangunan di Kabupaten Sambas selaras dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

    “Bersyukur pada Allah, di momentum Ramadhan kelima tahun ini, perdana kita laksanakan Safari Ramadhan di Desa Selakau Tua. Mudahan silaturahmi ini mendapat berkah dari Allah Subhanawata’ala,” ujar Satono.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Satono juga mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut peduli terhadap tempat ibadah. Ia mengimbau warga agar saling bahu-membahu dalam mendukung pembangunan masjid di lingkungan masing-masing.

    Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah, dalam agenda tersebut diserahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp30 juta untuk proses pembangunan Masjid Muzakirin. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian fasilitas ibadah agar masyarakat semakin nyaman dalam beribadah.

    Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin (Unissas) Sambas, Arnadi. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum emas untuk memperbaiki diri dan mempererat tali persaudaraan.

  • Jemput Aspirasi Desa, Wabup Heroaldi Buka Musrenbang Kecamatan Sambas di Balairungsari

    Jemput Aspirasi Desa, Wabup Heroaldi Buka Musrenbang Kecamatan Sambas di Balairungsari

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sambas di Balairungsari Sambas pada Kamis (19/2/2026). Kehadiran Wabup Heroaldi menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjemput langsung aspirasi masyarakat dari tingkat desa.

    Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Asisten I Setda Sambas Yudi, Kepala Bapperida Kabupaten Sambas Serli, serta Camat Sambas Wiwin Supriadi. Hadir pula jajaran pimpinan Perangkat Daerah (PD) terkait yang akan mengawal usulan-usulan pembangunan dari masyarakat.

    Camat Sambas, Wiwin Supriadi, berharap forum tahunan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu menghasilkan program nyata yang menjawab persoalan di lapangan. Ia mengajak seluruh instansi terkait untuk kompak dalam mendukung percepatan pembangunan di pusat ibu kota kabupaten tersebut.

    “Mudah-mudahan Musrenbang yang dilaksanakan ini dapat menghasilkan perencanaan yang konkret terkait berbagai permasalahan yang ada di Kecamatan Sambas,” ujar Wiwin Supriadi.

    Dalam arahannya, Wabup Heroaldi menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat aturan yang sangat penting. Forum ini berfungsi sebagai jembatan untuk mempertemukan kebutuhan warga desa dengan kebijakan strategis pemerintah kabupaten agar berjalan seirama.

    “Forum ini menjadi wadah untuk membahas dan menyepakati usulan pembangunan dari desa. Di sini kita melakukan penajaman dan penyelarasan agar program yang diusulkan benar-benar sesuai dengan prioritas pembangunan daerah,” jelas Heroaldi.

    Ia menekankan agar tim perumus dan para pemangku kepentingan bersikap bijak dalam memilah usulan yang masuk. Hal ini dilakukan agar pembangunan yang dilaksanakan nantinya memberikan dampak yang benar-benar besar bagi kesejahteraan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Sambas.

    Wabup Heroaldi berharap hasil musyawarah ini menjadi dasar perencanaan yang matang. Dengan perencanaan yang baik, ia optimis setiap anggaran pembangunan yang dikucurkan pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.

    “Kita berharap hasil dari Musrenbang ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tutupnya.

  • Bangun Kemandirian Pendidikan, MIS Nurul Huda Seburing Sulap Sawah Wakaf Jadi Sumber Dana Operasional

    Bangun Kemandirian Pendidikan, MIS Nurul Huda Seburing Sulap Sawah Wakaf Jadi Sumber Dana Operasional

    HaloSambas.Com — Sebidang lahan sawah wakaf produktif di Dusun Kartini, Desa Seburing, Kecamatan Semparuk, mulai digarap. Melalui penyerahan bantuan zakat produktif pada Rabu (18/2/2026) kemarin, lahan seluas setengah hektare ini akan ditanami padi untuk mendukung keberlanjutan biaya operasional pendidikan.

    Pengelolaan lahan di Desa Seburing ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan langkah strategis untuk membangun kemandirian madrasah. Lahan milik Madrasah Ibtida’iyah Swasta (MIS) Nurul Huda Seburing tersebut dikembangkan dengan melibatkan langsung komunitas madrasah dan warga sekitar.

    Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sambas, Hakiki, menjelaskan bahwa program ini bertujuan agar madrasah bisa berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi. Selain memperkuat ketahanan pangan, hasil dari sawah ini diharapkan mampu membantu siswa yang kurang mampu agar terhindar dari risiko putus sekolah.

    “Manfaat dari pengelolaan sawah ini tidak hanya berupa hasil panen, tetapi juga proses pemberdayaan. Orang tua siswa yang tergolong kurang mampu dilibatkan dalam menanam dan merawat padi, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan,” jelas Hakiki.

    Kepala MIS Nurul Huda Seburing, Surian, menyambut baik dukungan ini. Menurutnya, langkah ini menjadi titik awal bagi pihak madrasah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada bantuan luar dan mulai membiayai kebutuhan secara mandiri.

    “Meskipun hasil awal mungkin belum besar, pengelolaan yang berkelanjutan diyakini akan membawa dampak jangka panjang,” kata Surian. Ia menambahkan, jika proyek padi ini sukses, madrasah berencana memperluas cakupan wakaf produktif ke sektor pertanian lainnya.

    Kepala Kemenag Sambas, Kaharudin, menegaskan bahwa dukungan dana zakat produktif ini memastikan wakaf memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Dengan begitu, hasil panen padi dapat dialokasikan untuk operasional sekolah tanpa harus selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

    Model pemberdayaan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi madrasah lain. Di sini, para guru juga ikut berperan mengelola lahan sebagai pembelajaran tentang nilai kerja sama. Solidaritas dan kemandirian inilah yang menjadi kunci masa depan pendidikan madrasah di Kabupaten Sambas.

  • Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    HaloSambas.Com — Musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Gersik, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, menyisakan duka mendalam pada Selasa sore (17/2/2026). Namun di tengah cobaan tersebut, hadir kepedulian nyata melalui penyerahan bantuan kepada korban kebakaran pada Rabu (18/2/2026).

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hakiki. Langkah ini merupakan bentuk empati institusi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

    Dalam kunjungannya, Kaharudin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarga Pak Risian. Ia berharap keluarga yang terdampak senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.

    “Kehadiran jajaran Kemenag Sambas merupakan wujud nyata kehadiran negara dan kepedulian umat dalam membantu sesama. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi awal bagi keluarga korban untuk kembali bangkit,” tegas Kaharudin.

    (Foto: Hms)

    Di sisi lain, Pak Risian selaku penerima manfaat mengungkapkan rasa terima kasih dan harunya atas perhatian yang diberikan oleh Kemenag Sambas. Baginya, bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan penguat semangat bagi keluarganya untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan harta benda akibat si jago merah.

    Melalui aksi ini, Kemenag Sambas kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya terbatas pada layanan urusan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga yang sedang kesulitan.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong bagi pihak lain untuk turut serta mengulurkan tangan membantu sesama yang tertimpa musibah di wilayah Kabupaten Sambas.

  • Amankan Stok Ramadhan, Kadis Kumindag Hermanto Tambah 21 Ribu Tabung Gas Melon di Sambas

    Amankan Stok Ramadhan, Kadis Kumindag Hermanto Tambah 21 Ribu Tabung Gas Melon di Sambas

    HaloSambas.Com — Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas bergerak cepat mengantisipasi potensi kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini diperkuat melalui rapat koordinasi bersama para agen gas di aula kantor dinas pada Rabu (18/2/2026).

    Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Baperida Sambas, Bagian Perekonomian Setda Sambas, serta seluruh distributor gas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sambas. Fokus utamanya adalah memastikan distribusi gas “melon” tetap lancar mengingat aktivitas memasak warga yang biasanya meningkat drastis saat bulan puasa.

    Kepala Diskumindag Sambas, Hermanto, menegaskan pentingnya ketersediaan stok agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa harus kesulitan mencari bahan bakar.

    “Menjelang dan selama Bulan Ramadhan, konsumsi LPG cenderung meningkat. Karena itu, kami perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi,” ujar Hermanto.

    Kabar baiknya, upaya pengamanan stok sudah mulai membuahkan hasil. Dalam kurun waktu 10 hari sebelum Ramadhan, tepatnya pada 9 dan 15 Februari 2026, Pertamina Cabang Pontianak telah menyalurkan extra dropping sebanyak 21.840 tabung gas ke seluruh agen di Kabupaten Sambas.

    Tak berhenti di situ, Hermanto menyebutkan akan ada tambahan pasokan lagi sebanyak 10 ribu tabung pada minggu pertama dan kedua Ramadhan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pertamina untuk menyiapkan langkah cepat jika di kemudian hari terdeteksi potensi kekurangan stok di pangkalan.

    Dalam pertemuan tersebut, para agen gas menyatakan kesiapannya untuk menjaga kelancaran penyaluran. Namun, Hermanto memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak mencoba-coba melakukan penimbunan maupun menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Diskumindag akan melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala selama bulan Ramadhan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga,” tegasnya.

    Selain urusan bahan bakar, Hermanto juga berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan terkait ketersediaan bahan pokok dan barang penting lainnya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat Kabupaten Sambas dapat beribadah dengan nyaman dan damai.