Kategori: Bubbor Paddas

  • Bersihkan Pantai Sinam, TNI-Polri dan Warga Pemangkat Gelar Gotong Royong

    Bersihkan Pantai Sinam, TNI-Polri dan Warga Pemangkat Gelar Gotong Royong

    HaloSambas.Com — Anggota Koramil 05/Pemangkat bersinergi bersama TNI Angkatan Laut, Pemerintah Desa (Pemdes), dan Pol Airud melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan pantai di Desa Sinam, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Sabtu (7/2/2026).

    Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian wilayah pesisir. Aksi gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus dan berserakan di sepanjang garis pantai Sinam.

    Dengan penuh semangat, personel gabungan bersama masyarakat sekitar bahu-membahu memungut dan mengumpulkan sampah. Seluruh limbah yang terkumpul kemudian dibuang ke tempat penampungan yang telah disiapkan agar tidak kembali mencemari laut.

    Sertu Gusti Kusuma, selaku perwakilan Danramil 05/Pemangkat, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, instansi maritim, serta pemerintah desa. Selain membersihkan fisik pantai, aksi ini juga membawa pesan edukasi bagi warga sekitar.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan pantai, karena kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama,” ujar Sertu Gusti Kusuma.

    Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat serta stakeholder terkait di wilayah Pemangkat. Sinergi ini diharapkan terus terjaga untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.

    Masyarakat setempat menyambut baik aksi bersih-bersih ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin guna menjaga kelestarian ekosistem laut serta mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sektor pariwisata daerah.

    Diharapkan semangat gotong royong yang tercipta dari karya bakti ini mampu meningkatkan kepedulian semua pihak. Kesadaran untuk tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah menjadi kunci utama dalam menjaga keasrian lingkungan pesisir di masa depan.

  • Target Jadi Sentra Ikan Bandeng, Desa Lambau Jawai Tantang Banjir Rob Demi Ekonomi Pesisir

    Target Jadi Sentra Ikan Bandeng, Desa Lambau Jawai Tantang Banjir Rob Demi Ekonomi Pesisir

    HaloSambas.Com — Desa Lambau yang terletak di pesisir pantai utara Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menyimpan potensi besar di sektor perikanan. Selain dikenal sebagai penghasil kelapa, desa ini kini tengah dipersiapkan menjadi sentra budidaya ikan bandeng yang menjanjikan.

    Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengungkapkan bahwa kondisi geografis desanya yang memiliki sumber air payau sangat cocok untuk budidaya bandeng dan nila. Hal ini ia sampaikan kepada mahasiswa Magister Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) yang tengah melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di desa tersebut.

    Namun, pengembangan potensi ini bukan tanpa hambatan. Tantangan terbesar yang dihadapi warga adalah faktor alam, terutama banjir rob yang rutin merendam wilayah tersebut setiap bulan Desember.

    “Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 di desa ini banjir besar,” kenang Yani menceritakan pengalamannya setahun lalu saat tanaman melon dan ribuan ikan miliknya hanyut diterjang pasang air laut.

    Belajar dari pengalaman tersebut, Yani tetap optimis untuk mencoba kembali pada tahun ini. Strategi yang akan diterapkan adalah mempercepat masa panen sebelum bulan Desember tiba guna menghindari kerugian akibat cuaca ekstrem.

    Dukungan nyata datang dari program PPM Fisipol Untan yang menyalurkan bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng. Dosen Pembimbing PPM, Prof. Fatmawati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sesuai kebutuhan warga setelah melakukan koordinasi intensif dengan pihak desa.

    Selain sektor perikanan, mahasiswa juga berkolaborasi dengan PKK Desa Lambau untuk mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan bawang dayak. Program kerja tersebut dilengkapi dengan pembuatan 15 plang penanda RT untuk mempermudah akses administrasi desa.

    Wira, salah satu mahasiswa PPM, melihat peluang Desa Lambau tidak hanya berhenti pada penjualan ikan segar. Menurutnya, desa ini sangat potensial untuk memproduksi bandeng presto sebagai produk olahan unggulan.

    “Jika Lambau ada bandeng presto, ini bisa menambah pemasukan BUMDes dan menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan di Kalimantan Barat,” ujar Wira. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan pelatihan pengolahan produk kepada warga setempat.

    Tujuan dari pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik melalui bantuan fisik maupun ide kreatif. Dengan sinergi yang kuat, Desa Lambau optimis dapat mengatasi tantangan alam dan bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru di pesisir Sambas.

  • Hidayat Resmi Terpilih Jadi Direktur Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Sambas

    Hidayat Resmi Terpilih Jadi Direktur Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Sambas

    HaloSambas.Com — Panitia Seleksi Pemilihan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas resmi mengumumkan hasil akhir proses seleksi. Berdasarkan pengumuman Nomor: 07/PANSEL-DIREKTUR/2026, Hidayat, S.E ditetapkan sebagai calon Direktur terpilih.

    Keputusan ini diambil setelah melalui rapat Panitia Seleksi pada tanggal 6 Februari 2026. Penetapan tersebut juga memperhatikan keputusan Bupati Sambas yang tertuang dalam Berita Acara Nomor: 500/Eq.1/Pansel-Direktur/2026 mengenai hasil wawancara akhir para kandidat.

    Ketua Panitia Seleksi, Fery Madagaskar, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Terpilihnya Hidayat menjadi puncak dari rangkaian seleksi ketat yang dilakukan untuk mencari pemimpin bagi perusahaan daerah tersebut.

    Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum, terdapat prosedur lanjutan pasca-penetapan ini. Sebelum pelantikan resmi dilakukan, Bupati Sambas akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

    Bupati Sambas dijadwalkan menyampaikan nama calon Direktur terpilih kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah. Langkah ini dilakukan guna mendapatkan pertimbangan resmi sebelum jabatan tersebut diserahkan sepenuhnya.

    “Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui,” jelas Fery Madagaskar dalam keterangan resmi yang ditandatanganinya di Sambas pada Jumat (6/2/2026).

    Masyarakat berharap dengan terpilihnya direktur baru, layanan air bersih di Kabupaten Sambas semakin optimal. Penataan manajemen dan peningkatan kualitas distribusi menjadi harapan utama bagi keberlangsungan Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan ke depan.

  • Uji Coba Pemanfaatan Lahan Berhasil, Muhajirin Yanis Panen Langsung Ubi Jalar di Kemenag Sambas

    Uji Coba Pemanfaatan Lahan Berhasil, Muhajirin Yanis Panen Langsung Ubi Jalar di Kemenag Sambas

    HaloSambas.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas melaksanakan kegiatan panen ubi jalar di halaman belakang kantor pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi ekoteologi, yaitu upaya merawat dan memanfaatkan alam secara bijak sebagai wujud syukur dan tanggung jawab keagamaan.

    Panen tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis. Turut mendampingi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, Mahmud, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas, Kaharudin, beserta jajaran ASN lainnya.

    Dalam keterangannya, Muhajirin Yanis menjelaskan bahwa ubi jalar yang dipanen merupakan hasil tanam sekitar tiga bulan lalu. Kegiatan ini sejak awal dimaksudkan sebagai percobaan sederhana untuk melihat potensi pemanfaatan lahan kantor secara efektif.

    “Tiga bulan lalu ini tanam, hari ini kita panen. Ini bukan berkebun, tetapi percobaan sederhana, dan saya langsung memanennya. Dari sini kita bisa melihat bahwa hal seperti ini bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujar Muhajirin Yanis.

    Kakanwil menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya memaksimalkan lahan yang tersedia agar tidak terbengkalai. Selain memberikan manfaat nyata bagi pegawai, kegiatan ini juga mengandung nilai edukasi penting bagi ASN maupun masyarakat di sekitar lingkungan kantor.

    “Kita berusaha memaksimalkan lahan yang ada agar bermanfaat bagi pegawai. Ini juga menjadi edukasi, dan terbukti sangat bermanfaat,” tambahnya.

    Menurut Muhajirin Yanis, praktik menanam tanaman pangan di lingkungan kerja sejalan dengan nilai ekoteologi. Dalam konsep ini, manusia bertugas menjaga dan merawat alam secara bertanggung jawab, yang mana hasil panennya juga memberikan nilai ekonomi langsung.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran Kemenag Sambas untuk terus menghadirkan program produktif di lingkungan kantor. Semangat kemandirian dan cinta lingkungan ini diharapkan menjadi contoh nyata penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui keberhasilan uji coba ini, Kemenag Sambas menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat berdampak ekologis sekaligus ekonomis. Pemanfaatan lingkungan kantor secara produktif kini menjadi salah satu fokus dalam mendorong keberlanjutan di instansi tersebut.

  • Sinergi TNI dan Petani Selakau: Pelda Yosep Komitmen Kawal Cetak Sawah Rakyat Demi Swasembada Pangan

    Sinergi TNI dan Petani Selakau: Pelda Yosep Komitmen Kawal Cetak Sawah Rakyat Demi Swasembada Pangan

    HaloSambas.Com — Pelaksana Harian (Plh) Danramil 06/Selakau, Pelda Yosep, menghadiri kegiatan tanam padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berlokasi di Dusun Parit Color, Desa Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kamis (5/2/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Selakau, perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani dan masyarakat setempat yang hadir dengan penuh antusias.

    Dalam kesempatan itu, Pelda Yosep menegaskan bahwa kehadiran TNI melalui Koramil dan Babinsa adalah bentuk dukungan langsung terhadap program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis kepada para petani di lapangan.

    “Kami siap mendukung serta mendampingi para petani mulai dari pengolahan lahan, masa tanam hingga panen nanti, sehingga hasil yang diperoleh bisa maksimal,” ujar Pelda Yosep.

    Ia juga berharap program cetak sawah rakyat ini mampu memperluas area tanam serta meningkatkan produksi padi di wilayah Kecamatan Selakau. Hal ini dinilai sangat penting untuk memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani daerah.

    Perwakilan kelompok tani, Ningsih, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Koramil 06/Selakau. Menurutnya, pendampingan aktif dari personel TNI sangat membantu petani dalam mengelola lahan mereka.

    Sebagai simbol dimulainya musim tanam, para tamu undangan melakukan penanaman padi secara bersama-sama di lahan cetak sawah rakyat tersebut. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan program ketahanan pangan agar memberikan manfaat luas bagi warga Sambas.

  • Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISSAS Sejangkung Kampanyekan Anti-Perundungan

    Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISSAS Sejangkung Kampanyekan Anti-Perundungan

    HaloSambas.Com — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) menggelar program edukasi bertajuk “Stop Bullying: Ciptakan Lingkungan Sekolah Penuh Kasih Sayang”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, pada Kamis (29/1/2026).

    Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dan pembentukan karakter anak sejak dini. Mengingat perundungan menjadi tantangan serius, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai empati serta sikap saling menghargai antarsiswa.

    Edukasi tersebut menyasar sekitar 100 siswa yang berasal dari kelas IV, V, dan VI. Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan sederhana dan diskusi agar mudah dipahami oleh anak-anak.

    Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya dan terlibat dalam sesi diskusi, terutama saat membahas dampak negatif bullying terhadap kepercayaan diri.

    Guru SD Negeri 4 Perigi Limus, Daliyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNISSAS ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi Stop Bullying dapat membawa dampak positif bagi siswa,” ujar Daliyah saat diwawancarai. Ia berharap sikap saling menghormati ini terus diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

    Salah satu perwakilan mahasiswa KKN, Akmal, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terciptanya suasana kelas yang lebih harmonis. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bebas dari bullying akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    “Kami berharap dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, damai, dan tentram, serta penuh dengan kebahagiaan bagi seluruh siswa,” ungkap Akmal. Melalui program ini, mahasiswa ingin memastikan pesan anti-perundungan terus diterapkan setiap hari.

  • Pacu Ekonomi di Jalur yang Tepat, Wabup Heroaldi Evaluasi Kinerja TPPED Sambas 2025

    Pacu Ekonomi di Jalur yang Tepat, Wabup Heroaldi Evaluasi Kinerja TPPED Sambas 2025

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, secara resmi membuka Rapat Evaluasi Kinerja Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) Kabupaten Sambas Tahun 2025. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sambas pada Selasa (3/2/2026) sebagai upaya menakar efektivitas program ekonomi daerah yang telah berjalan.

    Dalam sambutan tertulis Bupati Sambas yang dibacakannya, Wabup Heroaldi menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kinerja TPPED tetap berada di jalur yang tepat (on the track). Ia menekankan pentingnya keselarasan arah kebijakan daerah dengan program pemerintah pusat.

    “Kita ingin kinerja TPPED semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini harus sejalan dengan visi Sambas Berkah Berkemajuan serta menjadi pilar pendukung bagi Asta Cita Nasional untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” tegas Heroaldi.

    Rapat tersebut menyoroti keberhasilan Kabupaten Sambas dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Data menunjukkan grafik perekonomian di Bumi Serambi Makkah terus merangkak naik secara stabil. Heroaldi menilai tren positif ini sebagai indikator nyata bahwa perbaikan struktur ekonomi daerah sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

    Beberapa agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi:

    • Penguatan Sektor Pertanian: Menjadi motor utama penggerak ekonomi masyarakat luas.
    • Sektor Perikanan: Optimalisasi potensi sumber daya alam perairan Sambas.
    • UMKM: Mendorong pemberdayaan unit usaha kecil sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

    Wabup Heroaldi menutup kegiatan dengan pesan agar seluruh anggota TPPED bekerja secara kolaboratif dan inovatif. Mengingat tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, diperlukan ketangguhan lokal melalui kebijakan yang tepat sasaran demi memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Sambas.

  • Karya Perajin Sambas Go Legal! Kemenkumham Fasilitasi Pendaftaran Merek Kolektif Tenun hingga Anyaman Rotan

    Karya Perajin Sambas Go Legal! Kemenkumham Fasilitasi Pendaftaran Merek Kolektif Tenun hingga Anyaman Rotan

    HaloSambas.Com — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat terus memperkuat pelindungan hukum terhadap potensi ekonomi kreatif daerah dengan menyambangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sambas, Senin (2/2/2026). Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) bagi produk kerajinan unggulan agar memiliki kepastian hukum sekaligus daya saing pasar yang lebih tinggi.

    Kegiatan yang dipimpin oleh Divisi Pelayanan Hukum ini bertujuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam menginventarisasi potensi kerajinan yang layak didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual. Tim Kanwil Kemenkumham Kalbar memberikan pendampingan langsung mulai dari penyusunan dokumen hingga koordinasi teknis dengan pusat.

    Sejumlah produk unggulan menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut, di antaranya:

    • Tenun Cual Sambas: Dikenal dengan motif geometris dan simbolik yang sarat nilai budaya Melayu.
    • Tenun Songket Sambas: Memiliki ciri khas benang emas dan perak yang melambangkan kemewahan adat istiadat setempat.
    • Kerajinan Bahan Alam: Meliputi keranjang dan kursi rotan, tudung saji, tikar anyaman, tas, hingga dompet hasil UMKM lokal.

    Produk-produk tradisional ini dinilai memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi sehingga perlu dilindungi melalui skema Hak Cipta, Merek Kolektif, maupun Indikasi Geografis. Langkah ini diambil untuk memperkuat branding dan memastikan produk Sambas mampu menembus pasar yang lebih luas dengan identitas yang sah.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menegaskan bahwa pelindungan KI adalah fondasi penting bagi kesejahteraan perajin. Ia menyebut karya perajin Sambas bukan sekadar budaya, melainkan aset ekonomi daerah yang berharga.

    “Ketika dilindungi secara hukum, identitasnya kuat, nilainya naik, dan pelaku usahanya mendapat kepastian. Kanwil hadir untuk memastikan setiap potensi lokal mendapatkan pelindungan,” tegas Jonny.

    Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkumham Kalbar akan melakukan pendataan produk secara berkala serta menyelenggarakan pelatihan strategi branding bagi pelaku usaha. Upaya kolaboratif antara pemerintah, Dekranasda, dan UMKM ini diharapkan menjadikan Sambas sebagai model pengembangan ekonomi kreatif berbasis hukum di Kalimantan Barat.

  • Siapkan Ekonomi Perbatasan Temajuk, Asisten Sekda Yudi Dorong Sertifikasi Merek Kolektif 195 Koperasi Desa

    Siapkan Ekonomi Perbatasan Temajuk, Asisten Sekda Yudi Dorong Sertifikasi Merek Kolektif 195 Koperasi Desa

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Pencatatan dan Pendaftaran Kekayaan Intelektual di Aula Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas, Senin (2/2/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memberikan perlindungan hukum bagi inovasi dan produk unggulan daerah.

    Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, mewakili Bupati Sambas ini merupakan hasil kerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Provinsi Kalimantan Barat. Fokus utamanya adalah menjamin kepastian hukum terhadap potensi Indikasi Geografis dan Merek Kolektif dari produk-produk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Kalbar, Farida, menjelaskan bahwa pendampingan ini mencakup diskusi mendalam untuk menggali potensi merek kolektif di desa-desa. Ia menegaskan pihaknya siap memfasilitasi penuh proses pendaftaran agar hak kekayaan intelektual masyarakat Sambas terlindungi.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, menekankan bahwa pendaftaran inovasi dan produk lokal sangat penting untuk meningkatkan daya saing serta nilai jual. Terlebih, tantangan ekonomi ke depan akan semakin besar seiring dengan pengembangan kawasan perbatasan.

    “Pembukaan kawasan Border Temajuk yang difokuskan pada sektor pariwisata ke depan akan membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, pendaftaran inovasi dan produk unggulan menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaminan hukum serta kualitas produk yang diperdagangkan,” jelas Yudi.

    Kabupaten Sambas mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan pembentukan KDMP tercepat di Kalimantan Barat. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 195 koperasi desa telah resmi terbentuk dan berbadan hukum. Kehadiran badan hukum ini dinilai sangat potensial untuk memayungi hak kekayaan intelektual kolektif atas produk asli desa masing-masing.

    Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kemenkumham Kalbar, perwakilan Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Budiman, serta pimpinan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi ini, diharapkan budaya sadar kekayaan intelektual di Kabupaten Sambas semakin meningkat demi kemajuan ekonomi kerakyatan.

  • Resmi Menjabat, Inilah Daftar 7 Kepala Madrasah Baru di Sambas yang Dilantik Kakanwil Kemenag Kalbar

    Resmi Menjabat, Inilah Daftar 7 Kepala Madrasah Baru di Sambas yang Dilantik Kakanwil Kemenag Kalbar

    HaloSambas.Com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, secara resmi melantik tujuh Kepala Madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula PLHUT Kabupaten Sambas pada Selasa (3/2/2026).

    Kegiatan pelantikan ini menjadi langkah nyata dalam penataan dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Tujuannya adalah untuk mendongkrak mutu layanan pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Sambas agar semakin berkualitas.

    Hadir mendampingi Kakanwil dalam agenda tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, Mahmud, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas, Kaharudin. Penataan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 126 s.d. 133/Kw.14.1/KP.07.6/01/2026.

    Berikut adalah daftar rincian tujuh pejabat Kepala Madrasah yang baru dilantik beserta lokasi penempatannya:

    • Iskandar, S.Pd.I: Sebelumnya menjabat Kepala MTsN 2 Sambas, kini dilantik sebagai Kepala MIN 1 Sambas.

    • Dr. Ersan, M.Pd: Sebelumnya menjabat Kepala MAN Sambas, kini diamanahkan sebagai Kepala MTsN 2 Sambas.

    • Nuraini, S.Pd.I., M.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MAN Sambas, kini resmi menjabat Kepala MAN Sambas.

    • Yanto, S.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Muda pada MTsN 4 Sambas, kini dilantik sebagai Kepala MTsN 4 Sambas.

    • Ilham, S.Pd., M.Pd: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MTsN 2 Sambas, kini menjabat Kepala MTsN 3 Sambas.

    • Murzali, S.Pd: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MTsN 1 Sambas, kini resmi dilantik sebagai Kepala MTsN 1 Sambas.

    • Indra, S.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MIN 3 Sambas, kini menjabat sebagai Kepala MIN 3 Sambas.

    Dalam arahannya, Muhajirin Yanis menegaskan bahwa mutasi dan pengangkatan ini merupakan kebutuhan organisasi. Hal ini dilakukan demi menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memacu peningkatan kinerja di lingkungan madrasah.

    “Mutasi dan pengangkatan kepala madrasah merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan kinerja madrasah,” tegas Muhajirin Yanis.

    Ia juga mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah besar yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan dedikasi yang tinggi dari para pejabat yang dilantik. Para kepala madrasah diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing.

    Kakanwil menekankan agar para pimpinan baru ini segera berakselerasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengoptimalkan sarana prasarana. Selain itu, mereka diminta mengawal program prioritas seperti transformasi digital dan penguatan moderasi beragama.

    Melalui kepemimpinan baru ini, Kementerian Agama berharap madrasah negeri di Kabupaten Sambas semakin profesional dan inovatif. Harapannya, madrasah dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat.