Kategori: Bubbor Paddas

  • Sempat Terhenti Karena Kurang Orang, Kini 4 Calon Direktur Perumda Air Minum Sambas Lolos Administrasi

    Sempat Terhenti Karena Kurang Orang, Kini 4 Calon Direktur Perumda Air Minum Sambas Lolos Administrasi

    HaloSambas.Com — Proses pemilihan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas kini kembali bergulir. Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi terbaru melalui pengumuman nomor 04 / PANSEL-DIREKTUR/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Pansel, Fery Madagaskar.

    Sebelumnya, proses rekrutmen ini sempat dinyatakan buntu dan dihentikan pada awal Januari 2026. Hal itu terjadi karena dari empat pendaftar, hanya satu orang yakni Hidayat, SE yang dinyatakan lolos verifikasi berkas. Sesuai Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, seleksi tidak dapat dilanjutkan jika calon yang lolos kurang dari tiga orang.

    Namun, setelah dilakukan proses pembukaan seleksi kembali, Panitia Seleksi menetapkan empat nama yang kini dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) atau Lulus Seleksi Administrasi. Keempat kandidat tersebut adalah,

    – Uray Fitrajaya, ST
    – M. Taufik, SE
    – Septiawan, S.Sos, M.Sos
    – Hidayat, SE.

    Dengan terpenuhinya syarat minimal jumlah calon, para peserta kini bersiap menghadapi tahapan krusial berikutnya. Berdasarkan Pengumuman Nomor 05 / PANSEL-DIREKTUR/2026, panitia juga telah menetapkan perubahan jadwal untuk pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) serta Wawancara Akhir.

    Tahapan UKK dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026. Dalam tahap ini, para calon direktur akan diuji kemampuannya melalui serangkaian tes mulai dari psikotes, ujian tertulis keahlian, hingga presentasi makalah dan rencana bisnis di hadapan tim penguji.

    Setelah UKK selesai, Tim UKK akan merapatkan hasilnya pada 29 Januari dan dilanjutkan dengan rapat Panitia Seleksi pada 30 Januari 2026. Hasil dari pengujian tersebut direncanakan akan diumumkan secara terbuka pada 2 Februari 2026 mendatang.

    Para calon yang berhasil melewati tahapan UKK akan diserahkan namanya kepada Bupati Sambas pada 3 Februari 2026. Selanjutnya, Bupati akan melakukan Wawancara Akhir secara langsung pada tanggal 5 hingga 6 Februari 2026 sebagai penentu akhir sebelum pengumuman hasil pada 9 Februari.

    Untuk pengumuman calon direktur terpilih secara final, panitia menyampaikan bahwa informasi tersebut akan diberikan setelah mendapatkan pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kehadiran direktur baru ini sangat dinantikan untuk membawa kemajuan bagi layanan air bersih di Kabupaten Sambas.

    Ketua Panitia Seleksi, Fery Madagaskar, menegaskan bahwa seluruh tahapan ini dilakukan untuk memastikan teknis pelaksanaan berjalan profesional. Transparansi dalam pemilihan pimpinan BUMD ini menjadi prioritas agar didapatkan sosok yang kompeten mengelola Perumda Tirta Muare Ulakan.

  • Pakai Duit Desa untuk Pribadi, Mantan Kades Tebuah Elok Sambas Resmi Dikurung Kejari

    Pakai Duit Desa untuk Pribadi, Mantan Kades Tebuah Elok Sambas Resmi Dikurung Kejari

    HaloSambas.Com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas resmi menetapkan mantan Kepala Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, berinisial H, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Penetapan tersangka ini diumumkan secara resmi pada Kamis (22/1/2026).

    Setelah menyandang status tersangka, H langsung digiring petugas untuk menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sambas. Langkah penahanan ini dilakukan demi kepentingan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku di korps adhyaksa tersebut.

    Penetapan tersangka berdasarkan Surat Nomor B-20/O.1.17/Fd.2/01/2026 ini dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup. Hal tersebut meliputi keterangan saksi, dokumen surat, serta barang bukti yang telah dikumpulkan sejak penyidikan dimulai pada 1 Desember 2025.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Sulasman, menjelaskan bahwa H diduga kuat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa. Modus yang digunakan adalah dengan membuat laporan pertanggungjawaban (SPJ) fiktif serta melakukan penggelembungan dana atau mark up pada anggaran kegiatan desa.

    “Dana desa digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Perbuatannya antara lain membuat laporan pertanggungjawaban fiktif dan melakukan mark up anggaran kegiatan,” ungkap Sulasman saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (22/1/2026).

    Berdasarkan Laporan Hasil Audit Inspektorat Kabupaten Sambas tertanggal 14 Januari 2026, total kerugian keuangan negara akibat ulah H mencapai angka Rp609.841.142,76. Jumlah ini terhitung cukup fantastis bagi anggaran di tingkat pemerintahan desa.

    Namun, dari total kerugian negara tersebut, diketahui bahwa sebagian dana sudah dikembalikan oleh tersangka. Berdasarkan catatan penyidik, nilai uang yang telah dikembalikan sebesar Rp306.000.000, atau sekitar setengah dari total kerugian yang ditemukan.

    Tersangka H yang menjabat sebagai Kepala Desa Tebuah Elok periode 2017–2023 kini terancam hukuman berat. Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Pihak Kejaksaan Negeri Sambas menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap penyalahgunaan dana desa demi menjaga integritas pembangunan di tingkat bawah. Proses hukum terhadap H akan terus dikawal hingga ke persidangan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat Desa Tebuah Elok.

  • Sakura Mart Ritel Modern Terbesar di Kota Sambas Hadir, Bukti Daya Beli Tetap Kuat!

    Sakura Mart Ritel Modern Terbesar di Kota Sambas Hadir, Bukti Daya Beli Tetap Kuat!

    HaloSambas.Com — Wajah ibu kota Kabupaten Sambas kini semakin modern dengan hadirnya pusat perbelanjaan baru. Bupati Sambas, Satono, secara resmi meresmikan Sakura Mart Sambas yang berlokasi di Jalan Pembangunan, Kecamatan Sambas, pada Senin (19/1/2026).

    Gerai yang berdiri megah ini menjadi supermarket ritel modern terbesar di Kota Sambas saat ini. Sakura Mart di Jalan Pembangunan merupakan cabang ketiga milik pengusaha lokal, Hermawan, setelah sebelumnya sukses membuka gerai di Desa Sekura (Teluk Keramat) dan Sentebang (Jawai).

    Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita di pintu masuk utama oleh Bupati Satono bersama pemilik Sakura Mart, Hermawan. Sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap kemajuan investasi daerah, Bupati juga menandatangani prasasti peresmian di lokasi tersebut.

    Dalam sambutannya, Bupati Satono mengaku sangat bangga melihat pertumbuhan dunia usaha di wilayahnya yang semakin representatif. Ia menilai kehadiran ritel modern sekelas Sakura Mart akan memberikan pengalaman belanja yang lebih nyaman bagi masyarakat.

    “Ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi saya dan kita semua. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya mengucapkan selamat kepada Sakura Mart. Terima kasih kepada Pak Hermawan yang sudah mendirikan ritel modern terbesar di Kota Sambas ini,” ujar Satono.

    Bupati Satono menjelaskan bahwa berdirinya supermarket besar ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat Sambas masih sangat perkasa. Berdasarkan data statistik dalam lima tahun terakhir, ekonomi Sambas terus merangkak naik secara positif.

    Menurut Satono, meski anggaran pemerintah sedang diefisiensi, perputaran uang di tengah masyarakat ternyata tetap besar. Ia meyakini peran sektor swasta seperti Sakura Mart inilah yang menjadi mesin penggerak utama dalam mendongkrak ekonomi daerah.

    “Data statistik menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi kita sangat bagus. Partisipasi pihak swasta seperti inilah yang mendorong peningkatan perekonomian kita,” jelasnya dengan optimis.

    Momen peresmian ini juga tidak hanya soal bisnis semata, namun juga diisi dengan aksi kemanusiaan. Bupati Satono menyerahkan bantuan sembako dari manajemen Sakura Mart secara simbolis kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan toko.

    Sebelum menutup sambutannya, Satono menitipkan pesan agar Sakura Mart terus melebarkan sayapnya ke kecamatan-kecamatan lain di Sambas. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi putra-putri daerah dan mempermudah warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga bersaing.

  • Olahraga Sambil Urus KTP! Satono Hidupkan Lagi Car Free Day Sambas 2026

    Olahraga Sambil Urus KTP! Satono Hidupkan Lagi Car Free Day Sambas 2026

    HaloSambas.Com — Kabar gembira bagi warga Sambas, kegiatan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor tahun 2026 resmi dimulai. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sambas, Satono, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Yunisa, di Jalan Pembangunan, Minggu (18/1/2026).

    Kegiatan tahun ini membawa semangat baru untuk membuat masyarakat lebih sehat dan berdaya. Selain menjadi tempat olahraga, CFD Sambas juga dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi bagi para pedagang kecil dan UMKM lokal.

    Bupati Satono menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan wadah bagi warga untuk bersantai sekaligus menjaga kebugaran. Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Sambas ke depannya.

    “Pemerintah daerah hadir untuk membantu agar cita-cita Sambas yang hijau dan asri bisa kita wujudkan bersama,” ujar Bupati Satono saat menyapa warga di lokasi.

    Ia juga sangat senang melihat persiapan acara yang semakin rapi dan menarik. Bupati memberikan jempol kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras membuat suasana CFD tahun ini terasa lebih hidup dan tertata.

    “Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu. Acara kali ini terasa jauh lebih seru dan lebih baik dari sebelumnya,” kata Satono dengan nada bangga.

    Menurutnya, warga dipersilakan untuk menuangkan ide-ide kreatif selama acara berlangsung, asalkan tetap menjaga ketertiban. Ia melihat ada potensi uang yang berputar sangat besar karena ramainya warga yang datang untuk berbelanja produk lokal.

    “Silakan buat acara atau tampilan yang unik selama tidak melanggar aturan. Kami sangat mendukung karena kegiatan ini sangat membantu ekonomi masyarakat kita,” tambahnya.

    Hal yang paling menarik dari CFD kali ini adalah hadirnya pelayanan pemerintah yang langsung menjemput bola. Warga tidak perlu lagi repot pergi ke kantor dinas pada hari kerja untuk mengurus surat-surat penting.

    “Kami sengaja membawa mobil layanan kependudukan ke sini. Jadi, warga bisa olahraga sambil mengurus KTP atau surat lainnya dengan lebih mudah dan cepat,” ungkap Satono.

    Sebagai penutup acara pembukaan, Bupati secara resmi meluncurkan mobil layanan Adminduk tersebut. Fasilitas ini diharapkan bisa mempermudah urusan administrasi masyarakat Sambas tanpa harus mengganggu waktu kerja mereka.

  • Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    HaloSambas.Com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat infrastruktur kesehatan kembali dibuktikan. Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, meresmikan gedung baru Puskesmas Pimpinan di Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat, Selasa (13/1/2026).

    Peresmian fasilitas kesehatan yang kini berdiri megah dengan konstruksi dua lantai tersebut menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Teluk Keramat. Warga kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih modern, luas, dan jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya.

    Prosesi peresmian dimulai dengan pemotongan pita di depan pintu masuk utama oleh Bupati Satono dan Wabup Heroaldi. Langkah ini menjadi tanda dimulainya operasional gedung yang telah dinantikan oleh masyarakat di wilayah Pimpinan dan sekitarnya.

    Setelah itu, Bupati Satono melakukan penandatanganan prasasti sebagai bukti otentik peresmian bangunan. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat rujukan kesehatan primer yang mampu menangani kebutuhan dasar medis warga dengan lebih maksimal.

    Bupati Satono menyatakan bahwa pembangunan Puskesmas Pimpinan merupakan prioritas pemerintah dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan layanan dasar yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan.

    “Bangunan megah dua lantai ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Saya minta seluruh tenaga medis di Puskesmas Pimpinan melayani masyarakat dengan ramah, cepat, dan profesional,” ujar Bupati Satono.

    Usai prosesi seremonial, rombongan Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda serta Kepala OPD mengecek langsung kondisi ruangan. Mereka meninjau setiap lantai untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan dan kenyamanan fasilitas penunjang lainnya.

    Bupati tampak puas melihat tata ruang yang jauh lebih nyaman dan tertata rapi. Ia berharap suasana gedung baru ini dapat meningkatkan motivasi kerja para tenaga medis dalam memberikan pengabdian terbaik bagi kesehatan masyarakat desa.

    Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Potongan pertama diserahkan oleh Bupati kepada Kepala Puskesmas Pimpinan sebagai simbol tanggung jawab baru dalam mengelola dan menjaga fasilitas negara tersebut.

    Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan kesehatan bagi warga Desa Pipit Teja dan desa-desa sekitarnya di Teluk Keramat. Pemerintah Kabupaten Sambas terus berkomitmen untuk melakukan pemerataan kualitas fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan.

  • Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    HaloSambas.Com — Agenda kunjungan kerja maraton Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, berlanjut ke Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, pada Selasa (13/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satono meresmikan Jembatan Ramayadi, sebuah infrastruktur vital yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.

    Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Satono yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan syukur dari warga yang memadati lokasi. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memonitoring dan merealisasikan pembangunan hingga ke pelosok desa.

    Kepala Desa Jawai Laut, Sudarni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih atas kesediaan Bupati dan Wakil Bupati meresmikan jembatan tersebut. Namun, Sudarni juga menitipkan harapan mengenai keberlanjutan pembangunan jalan akses pasca-selesainya jembatan ini.

    Ia mengungkapkan bahwa terdapat akses jalan sepanjang 3 kilometer dari jalan utama Matang Terap yang kondisinya perlu perhatian serius. Jalan tersebut merupakan jalur vital sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

    “Jembatan ini adalah anugerah bagi kami. Namun, kami sangat berharap adanya kelanjutan pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer menuju jalan utama Matang Terap,” harap Sudarni di hadapan pimpinan daerah.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, merupakan prioritas utama tanpa harus diminta oleh masyarakat, sejauh ketersediaan anggaran daerah mencukupi. Ia memaparkan bahwa wilayah Jawai Selatan telah mendapatkan porsi pembangunan jalan yang signifikan selama kepemimpinannya.

    “Pemerintah daerah berkomitmen membangun infrastruktur untuk rakyat. Selama anggaran tersedia, pasti kita bangun tanpa diminta. Namun, masyarakat juga perlu memahami bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap,” ujar Bupati Satono menanggapi usulan warga.

    Ia menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan harus dilakukan dengan prinsip keadilan bagi 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah di seluruh kabupaten.

    “Kami akan terus membangun, namun tentu tidak bisa serentak setiap tahun di satu titik saja. Kita harus berbagi dengan kecamatan-kecamatan lain yang juga membutuhkan sentuhan pembangunan agar kemajuan di Kabupaten Sambas merata dari ujung ke ujung,” tambah Satono.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bupati dan Wakil Bupati di beberapa kecamatan pada hari yang sama. Dengan diresmikannya Jembatan Ramayadi, mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat di Desa Jawai Laut diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

    Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda, para Kepala OPD di lingkungan Pemda Sambas, tokoh masyarakat, serta warga Desa Jawai Laut yang antusias menyaksikan kemajuan fisik di desa mereka tersebut.

  • Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    HaloSambas.Com – Usai menuntaskan agenda di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, langsung bergerak cepat menuju Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Selasa (13/1/2026). Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk merespons laporan masyarakat terkait kondisi abrasi pantai yang kian memprihatinkan.

    Kedatangan pasangan pemimpin daerah ini disambut antusias oleh warga, terutama para pedagang yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan berjualan di sekitar area wisata pantai tersebut. Mereka berharap kehadiran Bupati dan Wakil Bupati mampu membawa solusi nyata bagi kelangsungan usaha dan keamanan tempat tinggal mereka.

    Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Satono menyaksikan langsung ganasnya pengikisan pantai oleh air laut. Garis pantai yang semakin menyusut kini mulai mengancam fasilitas umum. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah kondisi sebuah jembatan yang fondasinya sudah mulai terkikis dan nyaris roboh akibat terjangan gelombang.

    “Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Abrasi ini bukan hanya merusak estetika pantai, tapi sudah mengancam infrastruktur vital. Jembatan yang hampir roboh ini harus segera dicarikan solusi teknisnya agar akses masyarakat tidak terputus,” tegas Bupati Satono di lokasi peninjauan.

    Sambil memantau titik-titik kerusakan, Satono dan Heroaldi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat. Para pedagang mengungkapkan kekhawatiran mereka jika abrasi terus berlanjut, area tempat mereka berjualan akan hilang, yang tentu berdampak langsung pada penghasilan keluarga.

    Bupati berjanji akan segera mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalah abrasi ini. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat serta pembangunan tanggul penahan ombak yang lebih permanen.

    Penanganan abrasi pantai di wilayah pesisir seperti Paloh memang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sambas. Ancaman ini tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tetapi juga sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

    Kunjungan langsung ke lapangan oleh pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sambas untuk melindungi warganya dari dampak perubahan iklim dan bencana alam. Solusi terpadu akan segera dirumuskan demi keberlanjutan hidup masyarakat pesisir dan kelestarian ekosistem pantai di Matang Danau.

  • Perkuat Solidaritas di Pantai Cemara, Prodi PGMI UNISSAS Gelar Gathering Bertajuk 4 Pilar

    Perkuat Solidaritas di Pantai Cemara, Prodi PGMI UNISSAS Gelar Gathering Bertajuk 4 Pilar

    HaloSambas.Com – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Pendidikan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) sukses menyelenggarakan kegiatan “PGMI Gathering” di Pantai Cemara, Paloh, Sabtu (17/01/2026). Mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Solidaritas Bersama”, acara ini bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen.

    Kegiatan ini dikemas secara kreatif dengan merujuk pada empat pilar utama, yaitu Keseruan, Kepedulian, Kebersamaan, dan Kenangan. Keindahan Pantai Cemara yang asri menjadi latar belakang sempurna bagi keluarga besar PGMI untuk melepas penat sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan.

    Ketua Prodi PGMI, Bayu, menekankan bahwa kegiatan luar kampus merupakan bagian penting dalam penyegaran pikiran dan pembentukan karakter. Menurutnya, kesuksesan akademik harus dibarengi dengan ikatan emosional yang baik di lingkungan kampus.

    “Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki ikatan emosional kuat. Melalui gathering ini, kami berharap nilai kebersamaan tertanam sehingga kolaborasi di masa depan lebih harmonis,” tutur Bayu dalam sambutannya.

    Senada dengan visi prodi, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGMI, Nur Syafitri, menjelaskan bahwa acara ini adalah momentum untuk saling mengenal lebih dalam di luar rutinitas perkuliahan. Fokus utama kegiatan adalah membangun solidaritas antar angkatan.

    Tak hanya bersenang-senang, para peserta juga melakukan aksi nyata berupa pembersihan area pantai. Aktivitas ini merupakan implementasi dari pilar “Kepedulian”, yang mengajarkan mahasiswa untuk tetap menjaga kelestarian alam di sela-sela kegiatan sosial.

    Rangkaian acara diisi dengan berbagai permainan outbound kelompok dan diskusi santai di tepi pantai. Suasana hangat yang tercipta diharapkan mampu membakar semangat baru bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi positif bagi prodi dan masyarakat.

    Kegiatan “PGMI Gathering” ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan bagi Fakultas Pendidikan UNISSAS. Dengan terjaganya eksistensi dan kekompakan keluarga besar PGMI, diharapkan lulusan dari program studi ini tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi.

  • IP Naik Tajam, Bupati Satono Larang Petani Jual Gabah Murah untuk Kesejahteraan Petani

    IP Naik Tajam, Bupati Satono Larang Petani Jual Gabah Murah untuk Kesejahteraan Petani

    HaloSambas.Com – Kabupaten Sambas semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Barat. Hal ini ditegaskan dalam agenda Panen Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Rabu (07/01/2026), yang dihadiri langsung oleh Bupati Sambas, Satono, bersama Danrem 121/Alambhana Wanawwai, Brigjen TNI Purnomosidi.

    Kegiatan yang melibatkan Gapoktan Cahaya Baru ini selaras dengan agenda strategis nasional yang dipusatkan di Karawang. Dalam momen tersebut, Bupati Satono membawa kabar gembira mengenai kenaikan produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Sambas.

    Bupati Satono memberikan apresiasi tinggi kepada para petani atas kerja keras mereka. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten Sambas yang mencerminkan frekuensi tanam dalam setahun.

    “Saya sangat bahagia, karena IP kita pada tahun 2024 yang awalnya 1,78, sekarang naik menjadi 1,95. Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petani,” ungkap Bupati Satono dengan penuh bangga.

    Salah satu poin penting yang ditekankan Bupati adalah mengenai kesejahteraan petani. Ia menyampaikan bahwa Presiden RI telah menetapkan harga gabah yang cukup tinggi, yaitu Rp6.500 per kilogram.

    Satono secara tegas mengingatkan para petani agar tidak terjebak oleh pihak-pihak yang mencoba membeli hasil panen dengan harga rendah. “Hari ini harga gabah 6.500. Kalau ada yang mau beli lebih murah, jangan dikasih. Bapak dan Ibu harus tetap semangat bertani karena harganya sudah dijamin pemerintah,” pesannya.

    Pemerintah Kabupaten Sambas juga memperkuat sisi regulasi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Aturan ini dibuat untuk menjaga agar lahan sawah di Sambas tidak berubah menjadi bangunan atau kebun lainnya.

    Dukungan alat mesin pertanian (alsintan) juga terus mengalir dari pemerintah pusat, di mana sebanyak 1.034 unit alat tani telah disalurkan belum lama ini. Bupati berharap bantuan ini memicu petani untuk meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen mereka demi mewujudkan kemandirian pangan.

    Kehadiran Brigjen TNI Purnomosidi dalam panen raya ini menunjukkan dukungan penuh TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi antara tentara dan petani di lapangan terbukti mampu memberikan rasa aman dan dorongan teknis bagi kemajuan sektor pertanian di perbatasan.

    Dengan kenaikan IP dan jaminan harga gabah yang layak, Kabupaten Sambas kini berdiri tegak sebagai pilar utama swasembada pangan di Kalimantan Barat. Semangat “kembali ke sawah” kini menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi ribuan keluarga petani di Sambas.

  • Rayakan Natal di Sajingan Besar, Heroaldi: Menjaga Kedamaian Adalah Kunci Sambas Berkemajuan

    Rayakan Natal di Sajingan Besar, Heroaldi: Menjaga Kedamaian Adalah Kunci Sambas Berkemajuan

    HaloSambas.Com – Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, menghadiri perayaan Natal Oikumene di Wisma Indonesia, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Sabtu (10/01/2026). Kehadiran ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keharmonisan warga di wilayah perbatasan.

    Heroaldi datang didampingi Asisten I Setda Sambas, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Kesbangpol. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa negara selalu hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan keyakinan.

    Dalam pesannya, Wakil Bupati menekankan bahwa nilai toleransi dan kebersamaan adalah modal utama untuk membangun daerah. Kerukunan antarwarga merupakan kekuatan sosial yang wajib dijaga agar Kabupaten Sambas terus mengalami kemajuan.

    “Kerukunan dan perdamaian harus tetap kita rawat bersama. Dengan menjaga solidaritas dan saling bergandengan tangan, kita bisa menata pembangunan daerah agar semakin maju,” ujar Heroaldi di hadapan para jemaat.

    Perayaan Natal ini diharapkan bukan sekadar acara rutin, melainkan momen untuk mempererat rasa persaudaraan. Semangat kasih sayang antar sesama warga harus terus tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat Sambas yang sangat majemuk.

    “Perayaan Natal ini diharapkan semakin memperkokoh persahabatan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai di tengah kehidupan masyarakat Sambas,” tambahnya saat memberikan sambutan hangat di acara tersebut.

    Wilayah Sajingan Besar yang berada di garis perbatasan negara mendapat perhatian khusus dalam hal stabilitas sosial. Pemerintah daerah ingin memastikan suasana tetap damai sehingga roda ekonomi masyarakat sekitar bisa terus berputar.

    Dengan semangat kebersamaan yang kuat, Kabupaten Sambas optimistis menyongsong masa depan yang lebih baik. Dukungan dari semua elemen agama menjadi kunci penting dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan harmonis bagi semua orang.