Penulis: Halo Sambas

  • Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    Ringankan Beban Korban Kebakaran di Semparuk, Kemenag Sambas Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pak Risian

    HaloSambas.Com — Musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Gersik, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, menyisakan duka mendalam pada Selasa sore (17/2/2026). Namun di tengah cobaan tersebut, hadir kepedulian nyata melalui penyerahan bantuan kepada korban kebakaran pada Rabu (18/2/2026).

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hakiki. Langkah ini merupakan bentuk empati institusi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

    Dalam kunjungannya, Kaharudin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarga Pak Risian. Ia berharap keluarga yang terdampak senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.

    “Kehadiran jajaran Kemenag Sambas merupakan wujud nyata kehadiran negara dan kepedulian umat dalam membantu sesama. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi awal bagi keluarga korban untuk kembali bangkit,” tegas Kaharudin.

    (Foto: Hms)

    Di sisi lain, Pak Risian selaku penerima manfaat mengungkapkan rasa terima kasih dan harunya atas perhatian yang diberikan oleh Kemenag Sambas. Baginya, bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan penguat semangat bagi keluarganya untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan harta benda akibat si jago merah.

    Melalui aksi ini, Kemenag Sambas kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya terbatas pada layanan urusan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga yang sedang kesulitan.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong bagi pihak lain untuk turut serta mengulurkan tangan membantu sesama yang tertimpa musibah di wilayah Kabupaten Sambas.

  • Amankan Stok Ramadhan, Kadis Kumindag Hermanto Tambah 21 Ribu Tabung Gas Melon di Sambas

    Amankan Stok Ramadhan, Kadis Kumindag Hermanto Tambah 21 Ribu Tabung Gas Melon di Sambas

    HaloSambas.Com — Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas bergerak cepat mengantisipasi potensi kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini diperkuat melalui rapat koordinasi bersama para agen gas di aula kantor dinas pada Rabu (18/2/2026).

    Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Baperida Sambas, Bagian Perekonomian Setda Sambas, serta seluruh distributor gas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sambas. Fokus utamanya adalah memastikan distribusi gas “melon” tetap lancar mengingat aktivitas memasak warga yang biasanya meningkat drastis saat bulan puasa.

    Kepala Diskumindag Sambas, Hermanto, menegaskan pentingnya ketersediaan stok agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa harus kesulitan mencari bahan bakar.

    “Menjelang dan selama Bulan Ramadhan, konsumsi LPG cenderung meningkat. Karena itu, kami perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi,” ujar Hermanto.

    Kabar baiknya, upaya pengamanan stok sudah mulai membuahkan hasil. Dalam kurun waktu 10 hari sebelum Ramadhan, tepatnya pada 9 dan 15 Februari 2026, Pertamina Cabang Pontianak telah menyalurkan extra dropping sebanyak 21.840 tabung gas ke seluruh agen di Kabupaten Sambas.

    Tak berhenti di situ, Hermanto menyebutkan akan ada tambahan pasokan lagi sebanyak 10 ribu tabung pada minggu pertama dan kedua Ramadhan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pertamina untuk menyiapkan langkah cepat jika di kemudian hari terdeteksi potensi kekurangan stok di pangkalan.

    Dalam pertemuan tersebut, para agen gas menyatakan kesiapannya untuk menjaga kelancaran penyaluran. Namun, Hermanto memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak mencoba-coba melakukan penimbunan maupun menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Diskumindag akan melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala selama bulan Ramadhan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga,” tegasnya.

    Selain urusan bahan bakar, Hermanto juga berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan terkait ketersediaan bahan pokok dan barang penting lainnya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat Kabupaten Sambas dapat beribadah dengan nyaman dan damai.

  • Sembunyikan Daging Kelelawar di Bawah Ikan Asin, Petugas Karantina Aruk Berhasil Bongkar Trik Penyelundup

    Sembunyikan Daging Kelelawar di Bawah Ikan Asin, Petugas Karantina Aruk Berhasil Bongkar Trik Penyelundup

    HaloSambas.Com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat mengambil tindakan tegas dengan menahan komoditas ilegal di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Petugas menyita 1 kg daging kelelawar dan 50 kg ikan asin yang dibawa dari Malaysia pada Senin (16/2/2026).

    Penangkapan di pintu masuk Desa Sebunga tersebut sempat diwarnai upaya pengelabuan oleh pemilik barang. Pelaku sengaja menyembunyikan daging kelelawar di bawah tumpukan ikan asin dengan harapan agar komoditas tersebut tidak terdeteksi oleh radar pengawasan petugas di lapangan.

    Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menegaskan bahwa tindakan penahanan ini dilakukan karena barang-barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan karantina yang sah. Meski jumlah daging kelelawar yang dibawa tergolong sedikit, namun risiko penyakit yang dibawa sangat besar.

    “Bukan tentang jumlahnya, tapi berdasarkan analisis risikonya. Meskipun jumlahnya kecil, namun bisa berisiko membawa hama dan penyakit yang berbahaya bagi lingkungan, masyarakat, dan sumber pangan jika tidak memenuhi prosedur,” jelas Ferdi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

    Lebih lanjut, Ferdi menjelaskan bahwa penahanan daging kelelawar ini merupakan langkah pencegahan yang sangat penting guna mengantisipasi masuknya Virus Nipah ke Indonesia. Secara ilmiah, kelelawar dikenal sebagai inang alami (reservoir) utama dari penyakit zoonosis yang mematikan tersebut.

    Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di ruang penahanan Satuan Pelayanan Karantina PLBN Aruk. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, komoditas tersebut akan segera dimusnahkan. Sementara itu, pelaku pembawa barang telah diberikan pembinaan serta peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Ferdi mengingatkan masyarakat bahwa seluruh komoditas hewan, ikan, tumbuhan, beserta produk turunannya yang masuk ke Indonesia wajib memenuhi syarat UU Nomor 21 Tahun 2019. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan penopang ekonomi nasional.

    Pihak Karantina Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait di wilayah perbatasan. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan setiap komoditas yang dibawa dari luar negeri demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

  • Simbol Harmoni Kalbar: Gubernur Ria Norsan Jalan Kaki Bareng Ribuan Warga dalam Pawai Obor Ramadhan

    Simbol Harmoni Kalbar: Gubernur Ria Norsan Jalan Kaki Bareng Ribuan Warga dalam Pawai Obor Ramadhan

    HaloSambas.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, secara resmi melepas Pawai Obor Akbar di Halaman Masjid Mujahidin Pontianak, Senin malam (16/2/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti tradisi ini dengan penuh sukacita menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

    Dalam suasana yang meriah, Gubernur Ria Norsan dan Erlina turut berjalan kaki bersama ribuan warga menyusuri rute pawai. Kehadiran pemimpin daerah di tengah barisan obor ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mensyukuri datangnya bulan penuh berkah.

    Gubernur Ria Norsan berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia meminta masyarakat mengikuti arahan panitia dan tetap berada di jalur yang telah ditentukan demi kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama.

    “Dalam rangka pawai obor ini, mari kita jaga ketertiban, ikuti arahan panitia, dan berjalan di jalur yang sudah ditentukan,” pesan Norsan di hadapan para peserta.

    Menurut Gubernur, Pawai Obor Ramadhan adalah tradisi turun-temurun yang melambangkan cahaya iman serta semangat untuk menyucikan diri. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kegembiraan umat Islam di Kalimantan Barat dalam menyongsong Ramadhan.

    “Alhamdulillah malam ini kita melaksanakan pawai obor yang melambangkan cahaya kegembiraan masyarakat Kalimantan Barat. Mari kita tunjukkan bahwa Islam benar-benar menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita,” ungkapnya.

    Menariknya, pelaksanaan pawai obor tahun ini bertepatan dengan momen perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa. Gubernur menilai pertemuan dua tradisi besar ini menjadi pemandangan yang sangat indah dan sarat makna toleransi bagi Kalimantan Barat.

    “Pada malam hari ini juga bertepatan dengan masyarakat Tionghoa memperingati Imlek. Dua cahaya dari dua tradisi bersinar berdampingan, menegaskan bahwa Kalimantan Barat adalah rumah bagi keberagaman, keharmonisan, dan toleransi,” jelas Norsan.

    Gubernur menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa perbedaan budaya dan agama justru menjadi kekuatan pemersatu. Cahaya obor dan lampion yang bersinar bersamaan malam itu menjadi pesan kuat tentang persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat.

    “Cahaya obor dan cahaya lampion yang bersatu malam ini menandakan persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat. Walaupun berbeda-beda, namun tetap satu untuk Kalimantan Barat,” pungkasnya.

  • Pasar Wisata Aruk Makin Bersih, Sinergi TNI dan Forkopimcam Sajingan Besar Gelar Aksi Gotong Royong

    Pasar Wisata Aruk Makin Bersih, Sinergi TNI dan Forkopimcam Sajingan Besar Gelar Aksi Gotong Royong

    HaloSambas.Com — Dalam rangka menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan pasar yang sehat dan nyaman, Koramil 02/Sejangkung bersama Forkopimcam Sajingan Besar dan Anggota Satgas Pamtas melaksanakan kegiatan pembersihan di kawasan Pasar Wisata, Dusun Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, belum lama ini.

    Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan personel TNI, aparat kecamatan, instansi terkait, serta para pedagang dan masyarakat sekitar. Aksi ini menyasar sampah di area lapak, saluran drainase, hingga lingkungan sekitar pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.

    Danramil 02/Sejangkung, Kapten Inf Aris Yudiyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas TNI dalam mendukung kebersihan fasilitas umum. Selain menjaga estetika pasar, aksi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan.

    “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan pasar yang bersih, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapten Inf Aris Yudiyana di lokasi kegiatan.

    Pihak kecamatan memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh unsur yang hadir. Mengingat statusnya sebagai Pasar Wisata, kebersihan menjadi faktor kunci dalam menjaga citra kawasan Aruk sebagai gerbang masuk yang tertib dan nyaman bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

    Para pedagang dan pengunjung diharapkan semakin peduli dan tidak membuang sampah sembarangan di area pasar. Dengan lingkungan yang sehat, aktivitas perdagangan di wilayah perbatasan diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang positif.

    Melalui kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini, diharapkan semangat gotong royong terus terjaga secara rutin. Menjaga fasilitas umum secara bersama-sama menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat demi kenyamanan dan kepentingan bersama di Kecamatan Sajingan Besar.

  • Sambas Bidik Pasar Sarawak, Satono Paparkan Potensi KEK Temajuk di Hadapan Menteri M-FICORD

    Sambas Bidik Pasar Sarawak, Satono Paparkan Potensi KEK Temajuk di Hadapan Menteri M-FICORD

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pertemuan strategis bersama Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD) Sarawak di Kuching, Malaysia, Senin (10/2/2026).

    Pertemuan ini bertujuan memperkuat posisi Sambas sebagai wilayah perbatasan yang terbuka terhadap investasi dan kolaborasi lintas negara. Langkah proaktif ini diambil untuk mentransformasi wilayah perbatasan dari kawasan pinggiran menjadi beranda depan negara yang berdaya saing.

    Menteri M-FICORD Sarawak, Stephen Rundi Utom, menyambut baik kehadiran delegasi Sambas. Ia menilai Sambas memiliki potensi besar di sektor pertanian dan komoditas regional yang dapat disinergikan melalui berbagi teknologi serta keahlian dari Sarawak.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satono memaparkan kekuatan Sambas sebagai daerah agraris dan maritim. Berdasarkan data daerah, luas tanam padi di Sambas mencapai 68.422 hektare dengan produksi gabah melebihi 205 ribu ton. Selain padi, komoditas unggulan lainnya meliputi jeruk, buah naga, lada, hingga sektor perikanan.

    “Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia dengan potensi sumber daya alam yang besar. Melalui kerja sama ini, kami berharap terjadi pertukaran teknologi serta terbukanya investasi yang saling menguntungkan,” ujar Satono.

    Salah satu fokus utama yang ditawarkan Bupati Satono adalah rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Temajuk. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pintu masuk baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pusat perdagangan antara kedua negara.

    “Pembangunan kawasan ekonomi dan hilirisasi komoditas lokal di Temajuk tidak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga memperkuat posisi Sambas sebagai gerbang perdagangan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tambahnya.

    Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal dan pembangunan infrastruktur lintas batas. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

    Dengan kolaborasi internasional yang terarah, Sambas optimis dapat mengoptimalkan potensi wisatanya dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah di pasar regional maupun global.

  • Lampion dan Bedug Bersanding Indah, Wali Kota Tjhai Chui Mie Ajak Warga Singkawang Rayakan Toleransi di Malam Imlek

    Lampion dan Bedug Bersanding Indah, Wali Kota Tjhai Chui Mie Ajak Warga Singkawang Rayakan Toleransi di Malam Imlek

    HaloSambas.Com — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menghadiri kegiatan penyalaan kembang api bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut digelar di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, pada Senin Malam (16/2/2026).

    Turut hadir dalam perayaan ini Wakil Wali Kota Singkawang, jajaran Forkopimda Kota Singkawang, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, tokoh agama, serta pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Kebersamaan ini menjadi simbol kuatnya persatuan di kota berjuluk “Kota Seribu Kelenteng” tersebut.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa malam Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa. Lebih dari itu, malam ini adalah malam penuh harapan, doa, dan persatuan bagi seluruh masyarakat.

    “Malam ini adalah malam harapan, malam doa, malam persatuan. Kita berdiri bersama menyambut Tahun Baru Imlek 2577 dengan hati yang bersih, semangat yang menyala, dan keyakinan bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa Kota Singkawang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat, di mana keberagaman suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dalam harmoni. Momen Imlek yang berdekatan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan semakin memperlihatkan indahnya toleransi di Singkawang.

    “Di kota ini, lampion menyala berdampingan dengan bedug yang ditabuh. Barongsai menari dengan penuh sukacita, sementara saudara-saudara kita juga bersiap menyambut bulan suci Ramadhan. Inilah kekuatan Singkawang, perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dikuatkan,” ungkapnya dengan bangga.

    Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Imlek ini sebagai titik kebangkitan. Ia berharap sektor ekonomi, UMKM, pariwisata, hingga potensi generasi muda dapat terus berkembang. Dengan begitu, Singkawang tidak hanya dikenal karena budayanya, tetapi juga karena persatuannya yang kokoh dan kemajuannya di kancah dunia.

    “Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan menyertai kita semua,” tutup Tjhai Chui Mie.

  • Kadis Kumindag Sambas: Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Non-Subsidi, Jatah Elpiji Melon Masyarakat Aman!

    Kadis Kumindag Sambas: Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Non-Subsidi, Jatah Elpiji Melon Masyarakat Aman!

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) memastikan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi tetap berjalan lancar. Pengawasan di lapangan kini semakin diperketat guna menjamin gas “melon” tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

    LPG 3 kg merupakan produk subsidi pemerintah yang dikhususkan bagi rumah tangga prasejahtera, pelaku usaha mikro, nelayan, serta petani kecil. Oleh karena itu, penggunaan gas bersubsidi oleh pelaku usaha besar atau kalangan yang tidak berhak sangat dilarang karena menyalahi aturan.

    Kepala Diskumindag Kabupaten Sambas, Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau alur distribusi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk melindungi hak masyarakat kecil dalam mendapatkan energi dengan harga terjangkau.

    “Kami memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi di Kabupaten Sambas berjalan sesuai aturan dan hanya untuk masyarakat yang memang berhak. Pengawasan terus kami tingkatkan agar subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” jelas Hermanto, Senin (15/2/2026).

    Hermanto, yang baru saja mengemban amanah sebagai Kadis Kumindag pada 11 Februari lalu, juga memberikan penjelasan terkait penggunaan energi di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa operasional dapur tersebut tidak mengambil jatah gas masyarakat kecil.

    “Dapur MBG tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi dalam operasionalnya. Seluruh kebutuhan gas untuk memasak menggunakan LPG non-subsidi, sehingga tidak mengurangi hak masyarakat penerima subsidi,” tegasnya sebagaimana dikutip dari situs PPID Sambas.

    Langkah ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung kebijakan subsidi energi yang tepat guna. Saat ini, Diskumindag terus menjalin komunikasi dengan agen dan pangkalan gas untuk memastikan stok selalu tersedia bagi warga.

    Masyarakat juga diingatkan untuk selalu membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Warga diminta aktif melapor kepada aparat atau instansi terkait jika menemukan adanya kecurangan distribusi atau penjualan harga yang tidak wajar.

    Dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama dari masyarakat, diharapkan ketersediaan energi bagi rumah tangga kecil dan usaha mikro di Kabupaten Sambas tetap terjaga tanpa kendala.

  • Pantau Program Makan Bergizi di Sambas, Kepala BGN RI Puji Kualitas Dapur di Wilayah Perbatasan

    Pantau Program Makan Bergizi di Sambas, Kepala BGN RI Puji Kualitas Dapur di Wilayah Perbatasan

    HaloSambas.Com — Bupati Sambas, Satono, menyambut kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Dadan Hindayana, di Kantor Bupati Sambas pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal hingga ke beranda depan negara.

    Kepala BGN RI memfokuskan peninjauan langsung pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sambas. Terdapat tiga dapur yang dipantau kualitasnya, yakni Dapur Sepadu, Dapur Semangau, serta Dapur Rambi. Peninjauan ini mencakup kesiapan infrastruktur dapur, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga efektivitas distribusi kepada penerima manfaat.

    Bupati Satono menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat di daerah perbatasan. Menurutnya, kehadiran program ini kini benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak TK, PAUD, SD, SMA, hingga ibu hamil dan menyusui.

    “Pemerintah daerah Kabupaten Sambas menghaturkan ribuan terima kasih kepada Kepala BGN yang telah melihat langsung kondisi dapur MBG di daerah perbatasan. Ini merupakan motivasi dan atensi yang luar biasa,” ujar Satono.

    Bupati berharap kehadiran Kepala BGN dapat memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan program percepatan nasional. Ia optimis program tersebut mampu menjangkau seluruh lini di Indonesia, termasuk wilayah terpencil guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala BGN RI Dadan Hindayana mengaku puas dengan progres positif di Sambas. Ia menilai penerapan SOP di SPPG Sambas sudah sangat maju dan berkualitas bagus, sehingga proses penyediaan gizi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

    “Saya lihat Sambas sudah sangat maju. Kualitas SPPG-nya bagus-bagus, penerapan SOP-nya bagus-bagus sehingga hampir tidak ada kejadian di sini,” jelas Dadan Hindayana.

    Saat ini, sebanyak 51 SPPG telah beroperasi di Sambas atau sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi luar biasa bagi pelaku usaha dan petani lokal yang terlibat dalam rantai pasok bahan baku pangan.

    Menutup keterangannya, Dadan Hindayana mengapresiasi sinergitas yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Forkopimda. Kompaknya koordinasi di daerah ini diharapkan menjadi contoh bagi pengelola BGN di seluruh tanah air dalam menyelenggarakan pelayanan gizi bagi masyarakat.

  • Festival Tajuk Telur dan Pawai Taaruf Perkuat Karakter Berkemajuan

    Festival Tajuk Telur dan Pawai Taaruf Perkuat Karakter Berkemajuan

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas menggelorakan semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah melalui kegiatan Pawai Taaruf dan Festival Tajuk Telur. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sambas pada Kamis (12/2/2026).

    Bupati Sambas, Satono, secara resmi melepas para peserta dengan mengibarkan bendera start. Ia didampingi oleh Ketua BKMT Kabupaten Sambas Yunisa, Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekretaris Daerah Fery Madagaskar, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Sambas.

    Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh BKMT Kabupaten Sambas ini menjadi momentum penting dalam menyemarakkan syiar Islam. Keunikan acara tahun ini terletak pada perpaduan budaya lokal melalui Festival Tajuk Telur yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Satono mengapresiasi kolaborasi antara BKMT dan PHBI Kabupaten Sambas. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia.

    “Melalui kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan ini, saya mengapresiasi BKMT dan PHBI atas sinergi dalam menyukseskan visi-misi Sambas Berkah Berkemajuan, khususnya pada poin pembentukan karakter iman,” ujar Satono.

    Bupati berharap peningkatan iman ini mampu menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

    “Sambutlah dengan semarak. Lakukan kebersihan di lingkungan masing-masing, isi Ramadhan dengan kegiatan bernuansa keislaman, dan ciptakan suasana yang khidmat,” tambahnya sebagai wujud persatuan umat di Bumi Sambas.

    Secara khusus, Satono menitipkan pesan kepada Dinas Pendidikan agar suasana belajar mengajar selama bulan puasa tetap khidmat. Ia ingin peserta didik diberikan ruang lebih luas untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan sebagai bekal karakter mereka.

    Melalui momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap masyarakat dapat memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Bulan suci ini diharapkan menjadi sarana memperbaiki diri demi terwujudnya daerah yang religius, harmonis, dan berkemajuan.