Penulis: Halo Sambas

  • Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISSAS Sejangkung Kampanyekan Anti-Perundungan

    Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISSAS Sejangkung Kampanyekan Anti-Perundungan

    HaloSambas.Com — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) menggelar program edukasi bertajuk “Stop Bullying: Ciptakan Lingkungan Sekolah Penuh Kasih Sayang”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, pada Kamis (29/1/2026).

    Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dan pembentukan karakter anak sejak dini. Mengingat perundungan menjadi tantangan serius, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai empati serta sikap saling menghargai antarsiswa.

    Edukasi tersebut menyasar sekitar 100 siswa yang berasal dari kelas IV, V, dan VI. Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan sederhana dan diskusi agar mudah dipahami oleh anak-anak.

    Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya dan terlibat dalam sesi diskusi, terutama saat membahas dampak negatif bullying terhadap kepercayaan diri.

    Guru SD Negeri 4 Perigi Limus, Daliyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNISSAS ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi Stop Bullying dapat membawa dampak positif bagi siswa,” ujar Daliyah saat diwawancarai. Ia berharap sikap saling menghormati ini terus diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

    Salah satu perwakilan mahasiswa KKN, Akmal, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terciptanya suasana kelas yang lebih harmonis. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bebas dari bullying akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    “Kami berharap dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, damai, dan tentram, serta penuh dengan kebahagiaan bagi seluruh siswa,” ungkap Akmal. Melalui program ini, mahasiswa ingin memastikan pesan anti-perundungan terus diterapkan setiap hari.

  • Pacu Ekonomi di Jalur yang Tepat, Wabup Heroaldi Evaluasi Kinerja TPPED Sambas 2025

    Pacu Ekonomi di Jalur yang Tepat, Wabup Heroaldi Evaluasi Kinerja TPPED Sambas 2025

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, secara resmi membuka Rapat Evaluasi Kinerja Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) Kabupaten Sambas Tahun 2025. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sambas pada Selasa (3/2/2026) sebagai upaya menakar efektivitas program ekonomi daerah yang telah berjalan.

    Dalam sambutan tertulis Bupati Sambas yang dibacakannya, Wabup Heroaldi menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kinerja TPPED tetap berada di jalur yang tepat (on the track). Ia menekankan pentingnya keselarasan arah kebijakan daerah dengan program pemerintah pusat.

    “Kita ingin kinerja TPPED semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini harus sejalan dengan visi Sambas Berkah Berkemajuan serta menjadi pilar pendukung bagi Asta Cita Nasional untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” tegas Heroaldi.

    Rapat tersebut menyoroti keberhasilan Kabupaten Sambas dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Data menunjukkan grafik perekonomian di Bumi Serambi Makkah terus merangkak naik secara stabil. Heroaldi menilai tren positif ini sebagai indikator nyata bahwa perbaikan struktur ekonomi daerah sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

    Beberapa agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi:

    • Penguatan Sektor Pertanian: Menjadi motor utama penggerak ekonomi masyarakat luas.
    • Sektor Perikanan: Optimalisasi potensi sumber daya alam perairan Sambas.
    • UMKM: Mendorong pemberdayaan unit usaha kecil sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

    Wabup Heroaldi menutup kegiatan dengan pesan agar seluruh anggota TPPED bekerja secara kolaboratif dan inovatif. Mengingat tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, diperlukan ketangguhan lokal melalui kebijakan yang tepat sasaran demi memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Sambas.

  • Karya Perajin Sambas Go Legal! Kemenkumham Fasilitasi Pendaftaran Merek Kolektif Tenun hingga Anyaman Rotan

    Karya Perajin Sambas Go Legal! Kemenkumham Fasilitasi Pendaftaran Merek Kolektif Tenun hingga Anyaman Rotan

    HaloSambas.Com — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat terus memperkuat pelindungan hukum terhadap potensi ekonomi kreatif daerah dengan menyambangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sambas, Senin (2/2/2026). Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) bagi produk kerajinan unggulan agar memiliki kepastian hukum sekaligus daya saing pasar yang lebih tinggi.

    Kegiatan yang dipimpin oleh Divisi Pelayanan Hukum ini bertujuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam menginventarisasi potensi kerajinan yang layak didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual. Tim Kanwil Kemenkumham Kalbar memberikan pendampingan langsung mulai dari penyusunan dokumen hingga koordinasi teknis dengan pusat.

    Sejumlah produk unggulan menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut, di antaranya:

    • Tenun Cual Sambas: Dikenal dengan motif geometris dan simbolik yang sarat nilai budaya Melayu.
    • Tenun Songket Sambas: Memiliki ciri khas benang emas dan perak yang melambangkan kemewahan adat istiadat setempat.
    • Kerajinan Bahan Alam: Meliputi keranjang dan kursi rotan, tudung saji, tikar anyaman, tas, hingga dompet hasil UMKM lokal.

    Produk-produk tradisional ini dinilai memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi sehingga perlu dilindungi melalui skema Hak Cipta, Merek Kolektif, maupun Indikasi Geografis. Langkah ini diambil untuk memperkuat branding dan memastikan produk Sambas mampu menembus pasar yang lebih luas dengan identitas yang sah.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menegaskan bahwa pelindungan KI adalah fondasi penting bagi kesejahteraan perajin. Ia menyebut karya perajin Sambas bukan sekadar budaya, melainkan aset ekonomi daerah yang berharga.

    “Ketika dilindungi secara hukum, identitasnya kuat, nilainya naik, dan pelaku usahanya mendapat kepastian. Kanwil hadir untuk memastikan setiap potensi lokal mendapatkan pelindungan,” tegas Jonny.

    Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkumham Kalbar akan melakukan pendataan produk secara berkala serta menyelenggarakan pelatihan strategi branding bagi pelaku usaha. Upaya kolaboratif antara pemerintah, Dekranasda, dan UMKM ini diharapkan menjadikan Sambas sebagai model pengembangan ekonomi kreatif berbasis hukum di Kalimantan Barat.

  • Siapkan Ekonomi Perbatasan Temajuk, Asisten Sekda Yudi Dorong Sertifikasi Merek Kolektif 195 Koperasi Desa

    Siapkan Ekonomi Perbatasan Temajuk, Asisten Sekda Yudi Dorong Sertifikasi Merek Kolektif 195 Koperasi Desa

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Pencatatan dan Pendaftaran Kekayaan Intelektual di Aula Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas, Senin (2/2/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memberikan perlindungan hukum bagi inovasi dan produk unggulan daerah.

    Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, mewakili Bupati Sambas ini merupakan hasil kerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Provinsi Kalimantan Barat. Fokus utamanya adalah menjamin kepastian hukum terhadap potensi Indikasi Geografis dan Merek Kolektif dari produk-produk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Kalbar, Farida, menjelaskan bahwa pendampingan ini mencakup diskusi mendalam untuk menggali potensi merek kolektif di desa-desa. Ia menegaskan pihaknya siap memfasilitasi penuh proses pendaftaran agar hak kekayaan intelektual masyarakat Sambas terlindungi.

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yudi, menekankan bahwa pendaftaran inovasi dan produk lokal sangat penting untuk meningkatkan daya saing serta nilai jual. Terlebih, tantangan ekonomi ke depan akan semakin besar seiring dengan pengembangan kawasan perbatasan.

    “Pembukaan kawasan Border Temajuk yang difokuskan pada sektor pariwisata ke depan akan membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, pendaftaran inovasi dan produk unggulan menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaminan hukum serta kualitas produk yang diperdagangkan,” jelas Yudi.

    Kabupaten Sambas mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan pembentukan KDMP tercepat di Kalimantan Barat. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 195 koperasi desa telah resmi terbentuk dan berbadan hukum. Kehadiran badan hukum ini dinilai sangat potensial untuk memayungi hak kekayaan intelektual kolektif atas produk asli desa masing-masing.

    Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kemenkumham Kalbar, perwakilan Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Budiman, serta pimpinan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi ini, diharapkan budaya sadar kekayaan intelektual di Kabupaten Sambas semakin meningkat demi kemajuan ekonomi kerakyatan.

  • Resmi Menjabat, Inilah Daftar 7 Kepala Madrasah Baru di Sambas yang Dilantik Kakanwil Kemenag Kalbar

    Resmi Menjabat, Inilah Daftar 7 Kepala Madrasah Baru di Sambas yang Dilantik Kakanwil Kemenag Kalbar

    HaloSambas.Com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, secara resmi melantik tujuh Kepala Madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula PLHUT Kabupaten Sambas pada Selasa (3/2/2026).

    Kegiatan pelantikan ini menjadi langkah nyata dalam penataan dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Tujuannya adalah untuk mendongkrak mutu layanan pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Sambas agar semakin berkualitas.

    Hadir mendampingi Kakanwil dalam agenda tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, Mahmud, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas, Kaharudin. Penataan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 126 s.d. 133/Kw.14.1/KP.07.6/01/2026.

    Berikut adalah daftar rincian tujuh pejabat Kepala Madrasah yang baru dilantik beserta lokasi penempatannya:

    • Iskandar, S.Pd.I: Sebelumnya menjabat Kepala MTsN 2 Sambas, kini dilantik sebagai Kepala MIN 1 Sambas.

    • Dr. Ersan, M.Pd: Sebelumnya menjabat Kepala MAN Sambas, kini diamanahkan sebagai Kepala MTsN 2 Sambas.

    • Nuraini, S.Pd.I., M.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MAN Sambas, kini resmi menjabat Kepala MAN Sambas.

    • Yanto, S.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Muda pada MTsN 4 Sambas, kini dilantik sebagai Kepala MTsN 4 Sambas.

    • Ilham, S.Pd., M.Pd: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MTsN 2 Sambas, kini menjabat Kepala MTsN 3 Sambas.

    • Murzali, S.Pd: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MTsN 1 Sambas, kini resmi dilantik sebagai Kepala MTsN 1 Sambas.

    • Indra, S.Pd.I: Sebelumnya Guru Ahli Madya pada MIN 3 Sambas, kini menjabat sebagai Kepala MIN 3 Sambas.

    Dalam arahannya, Muhajirin Yanis menegaskan bahwa mutasi dan pengangkatan ini merupakan kebutuhan organisasi. Hal ini dilakukan demi menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memacu peningkatan kinerja di lingkungan madrasah.

    “Mutasi dan pengangkatan kepala madrasah merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan kinerja madrasah,” tegas Muhajirin Yanis.

    Ia juga mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah besar yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan dedikasi yang tinggi dari para pejabat yang dilantik. Para kepala madrasah diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing.

    Kakanwil menekankan agar para pimpinan baru ini segera berakselerasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengoptimalkan sarana prasarana. Selain itu, mereka diminta mengawal program prioritas seperti transformasi digital dan penguatan moderasi beragama.

    Melalui kepemimpinan baru ini, Kementerian Agama berharap madrasah negeri di Kabupaten Sambas semakin profesional dan inovatif. Harapannya, madrasah dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Laris Manis di Luar Negeri, 25 Ton Semangka Segar Asal Kalbar Tembus Pasar Ekspor Lewat PLBN Aruk

    Laris Manis di Luar Negeri, 25 Ton Semangka Segar Asal Kalbar Tembus Pasar Ekspor Lewat PLBN Aruk

    HaloSambas.Com — Menutup bulan pertama di tahun 2026 dengan capaian impresif, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Aruk sukses memfasilitasi ekspor komoditas hortikultura unggulan daerah. Sebanyak 25.000 kg semangka segar berhasil diberangkatkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

    Komoditas ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp114.000.000 yang terealisasi melalui lima kali frekuensi pengiriman sepanjang Januari ini. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi di wilayah perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas.

    Seluruh produk telah melewati serangkaian tindakan karantina yang ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga sertifikasi kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate). Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan oleh negara tujuan.

    Reno Putra, Penanggung Jawab Satpel PLBN Aruk, menyampaikan bahwa intensitas ekspor di awal tahun ini mencerminkan potensi besar sektor pertanian daerah yang mulai tergarap maksimal. Kualitas produk petani lokal terbukti mampu bersaing dan diakui di pasar internasional.

    “Realisasi ekspor semangka sebanyak lima kali dengan total 25 ton ini menunjukkan bahwa produk petani kita memiliki kualitas yang diakui di pasar internasional. Ini adalah awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di perbatasan pada tahun 2026,” ujarnya.

    Peningkatan aktivitas ekspor ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap sistem pengawasan serta efisiensi layanan karantina di gerbang perbatasan Aruk. Karantina Kalbar berkomitmen untuk terus tancap gas dalam memfasilitasi perdagangan lintas negara.

    Guna mendukung kelancaran arus barang, pihak karantina terus mempercepat proses layanan melalui digitalisasi sistem serta standardisasi prosedur internasional. Langkah ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu dan memberikan kemudahan bagi para eksportir lokal.

    Capaian selama Januari 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pelaku usaha hortikultura lainnya di wilayah Kalimantan Barat untuk mulai merambah pasar mancanegara. Potensi komoditas lain masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan.

    Karantina Kalimantan Barat menegaskan kesiapannya untuk berdiri di garda terdepan dalam memberikan pendampingan teknis kepada para petani dan pengusaha. Fasilitasi setiap langkah perdagangan ini dilakukan demi kemajuan ekonomi nasional yang digerakkan dari beranda depan Indonesia.

  • Perdana di Sambas! Wabup Heroaldi Resmikan Family Kolam Pemancingan di Desa Kartiasa

    Perdana di Sambas! Wabup Heroaldi Resmikan Family Kolam Pemancingan di Desa Kartiasa

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas meresmikan Family Kolam Pemancingan yang berlokasi di Dusun Sekuyang, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas pada Selasa (27/1/2026). Peresmian ini merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas terhadap inisiatif masyarakat dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Heroaldi memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya fasilitas tersebut sebagai sarana penyaluran minat masyarakat sekaligus peluang peningkatan ekonomi keluarga. Kehadiran kolam pemancingan ini dinilai sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

    Tempat usaha milik H. Amin Tarya, warga Dusun Sekuyang, ini dipandang sebagai terobosan baru bagi dunia pariwisata lokal. Konsep yang diusung pun cukup unik karena menjadi tempat pemancingan keluarga pertama yang ada di wilayah Kabupaten Sambas.

    “Ini merupakan hal perdana di Kabupaten Sambas, adanya tempat pemancingan keluarga seperti ini. Kami mengapresiasi semangat luar biasa masyarakat untuk terus berkreasi dan meningkatkan perekonomian,” ujar Wakil Bupati Heroaldi.

    Lebih lanjut, ia berharap kreativitas yang muncul dari masyarakat desa ini mampu memberikan dampak positif yang lebih luas. Dengan pengelolaan yang profesional, kolam pemancingan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan pemilik, tetapi juga memberikan efek domino bagi peningkatan kesejahteraan warga di lingkungan sekitar.

    Usai prosesi peresmian secara simbolis, Wakil Bupati Sambas bersama para tamu undangan berkesempatan untuk menjajal langsung fasilitas kolam pemancingan tersebut. Menariknya, tak butuh waktu lama bagi Wakil Bupati Heroaldi untuk menjadi orang pertama yang berhasil mendaratkan seekor ikan lele.

    Momen tersebut sekaligus menandai secara resmi dimulainya operasional Family Kolam Pemancingan untuk masyarakat umum. Pemerintah daerah berharap munculnya titik-titik ekonomi baru seperti ini dapat memperkuat daya tarik wisata lokal dan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Sambas.

  • Cafe RUPA Desa Durian Diresmikan, Jadi Ruang Tongkrongan Kreatif untuk Lahirkan Peluang Usaha Baru

    Cafe RUPA Desa Durian Diresmikan, Jadi Ruang Tongkrongan Kreatif untuk Lahirkan Peluang Usaha Baru

    HaloSambas.Com — Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas, melaksanakan Soft Opening Cafe Ruang Jumpa (RUPA) yang berlokasi di Jalan Gusti Hamzah, Desa Durian, Kecamatan Sambas, Jumat (30/1/2025). Kehadiran kafe ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor UMKM di Kabupaten Sambas yang terus menunjukkan tren ekonomi yang semakin baik.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Heroaldi menyampaikan apresiasi atas hadirnya Cafe RUPA sebagai ruang baru bagi tumbuhnya pelaku usaha dan ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, kafe saat ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul biasa, melainkan berperan penting sebagai ruang interaksi dan pertukaran gagasan.

    Kehadiran tempat seperti ini diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya ide-ide kreatif, khususnya dari kalangan generasi muda di Kabupaten Sambas. Heroaldi menegaskan bahwa perkembangan UMKM saat ini perlu terus didorong melalui dukungan terhadap usaha lokal yang mampu membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi masyarakat.

    “Terima kasih kepada Cafe RUPA yang telah menghadirkan ruang baru bagi pelaku usaha,” ujar Wakil Bupati Sambas dalam acara peresmian tersebut.

    Ia juga menjelaskan bahwa suasana yang nyaman dan terbuka merupakan faktor kunci dalam mendorong inovasi. Ruang-ruang publik seperti kafe dinilai efektif menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan gagasan, memperluas jejaring, hingga merancang peluang usaha baru yang berkelanjutan.

    Suasana di dalam cafe RUPA (Ruang Jumpa), Sambas. (Foto: Ist.)

    “Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berpikir lebih kreatif, terutama bagi pelaku ekonomi kreatif. Biasanya kafe menjadi ruang yang digemari anak muda, dan semoga dengan hadir di kafe ini, pola pikir mereka semakin terbuka untuk melahirkan peluang usaha baru,” tambah Heroaldi.

    Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kehadiran Cafe RUPA dapat memberikan warna baru dalam ekosistem usaha di Kecamatan Sambas. Dengan semakin banyaknya ruang kreatif, diharapkan muncul lebih banyak wirausahawan muda yang mampu menangkap peluang usaha di masa depan.

  • Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif

    Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif

    HaloSambas.Com — Wakaf kini tidak lagi hanya dipahami sebagai sarana ibadah semata, melainkan telah bergeser menjadi instrumen strategis dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan. Pesan kuat ini mengemuka dalam Pelatihan dan Workshop Pengelolaan serta Optimalisasi Harta Wakaf yang digelar di Aula Utama Kantor Pusat Masjid 1001 Kubah Sambas, Jumat (30/1/2026).

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, memaparkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara wakaf konsumtif dan wakaf produktif yang perlu dipahami oleh masyarakat. Jika wakaf konsumtif biasanya langsung digunakan untuk fasilitas umum seperti masjid atau pemakaman, maka wakaf produktif dirancang untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

    “Wakaf produktif adalah harta wakaf yang dikelola secara profesional sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi, kemudian hasilnya disalurkan untuk kepentingan umat. Inilah yang menciptakan manfaat jangka panjang,” jelas Kaharudin.

    Beberapa contoh nyata pengelolaan wakaf produktif meliputi pemanfaatan tanah wakaf menjadi ruko, kebun produktif, atau unit usaha syariah lainnya. Dengan manajemen yang tepat, hasil dari unit usaha tersebut dapat menjadi sumber pembiayaan untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas.

    Ketua Yayasan Sambas Raya Madani sekaligus Ketua Panitia, Misni Safari, dalam sambutannya mengingatkan para peserta bahwa pengelolaan wakaf adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Ia berharap para nadzir mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mampu mengelola aset umat dengan lebih maksimal.

    Dalam kesempatan tersebut, Misni Safari juga memohon doa kepada seluruh hadirin agar pembangunan Masjid 1001 Kubah Sambas dapat segera rampung. Masjid ini dicita-citakan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang membanggakan di Kabupaten Sambas.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para nadzir untuk mengubah paradigma lama. Dari yang sebelumnya hanya berperan sebagai penjaga aset, kini dituntut menjadi pengelola yang inovatif, profesional, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan serta kesejahteraan umat.

  • Bahasa Melayu Mulai Luntur di Rumah, Siswa SD dan SMP Singkawang Bakal Wajib Pelajari Bahasa Daerah

    Bahasa Melayu Mulai Luntur di Rumah, Siswa SD dan SMP Singkawang Bakal Wajib Pelajari Bahasa Daerah

    HaloSambas.Com — Revitalisasi bahasa daerah di Kota Singkawang kini mulai difokuskan melalui jalur pendidikan formal dengan melibatkan guru serta peserta didik tingkat SD dan SMP. Program strategis ini digagas oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Singkawang.

    Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang menjadikan Kota Singkawang sebagai bagian dari program pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Melayu memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

    “Bahasa Melayu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” ujar Muhammadin saat menerima kunjungan Balai Bahasa Kalbar, Selasa (27/1/2026).

    Muhammadin berharap program ini tidak hanya berfokus pada penguatan penggunaan bahasa saja. Ia ingin revitalisasi ini mampu menelusuri asal-usul bahasa Melayu serta menjaga nilai-nilai budaya luhur yang melekat di dalamnya bagi masyarakat Singkawang.

    Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniawati, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya penggunaan bahasa Melayu di tengah masyarakat. Meskipun merupakan bahasa asli yang diturunkan secara turun-temurun, saat ini bahasa tersebut dinilai telah mengalami kemunduran.

    “Bahasa Melayu di Singkawang merupakan bahasa asli yang diturunkan oleh masyarakat setempat, namun saat ini telah mengalami kemunduran,” ungkap Uniawati.

    Kemunduran tersebut ditandai dengan mulai jarangnya pewarisan bahasa daerah di lingkungan keluarga. Uniawati menyebutkan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak saat ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa daerah asli.

    Program revitalisasi ini nantinya akan menyasar siswa SD dan SMP di seluruh Kota Singkawang. Tahapan awal yang akan dilakukan meliputi rapat koordinasi, pembangunan komitmen bersama, serta diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menyusun bahan dan materi ajar yang relevan.

    Sebagai langkah lanjutan, Balai Bahasa akan melaksanakan bimbingan teknis bagi para guru SD dan SMP. Mereka akan dipersiapkan sebagai guru utama yang nantinya bertugas mengajarkan kembali bahasa daerah tersebut kepada para peserta didik di sekolah masing-masing.