Penulis: Halo Sambas

  • Pakai Duit Desa untuk Pribadi, Mantan Kades Tebuah Elok Sambas Resmi Dikurung Kejari

    Pakai Duit Desa untuk Pribadi, Mantan Kades Tebuah Elok Sambas Resmi Dikurung Kejari

    HaloSambas.Com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas resmi menetapkan mantan Kepala Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, berinisial H, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Penetapan tersangka ini diumumkan secara resmi pada Kamis (22/1/2026).

    Setelah menyandang status tersangka, H langsung digiring petugas untuk menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sambas. Langkah penahanan ini dilakukan demi kepentingan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku di korps adhyaksa tersebut.

    Penetapan tersangka berdasarkan Surat Nomor B-20/O.1.17/Fd.2/01/2026 ini dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup. Hal tersebut meliputi keterangan saksi, dokumen surat, serta barang bukti yang telah dikumpulkan sejak penyidikan dimulai pada 1 Desember 2025.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Sulasman, menjelaskan bahwa H diduga kuat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa. Modus yang digunakan adalah dengan membuat laporan pertanggungjawaban (SPJ) fiktif serta melakukan penggelembungan dana atau mark up pada anggaran kegiatan desa.

    “Dana desa digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Perbuatannya antara lain membuat laporan pertanggungjawaban fiktif dan melakukan mark up anggaran kegiatan,” ungkap Sulasman saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (22/1/2026).

    Berdasarkan Laporan Hasil Audit Inspektorat Kabupaten Sambas tertanggal 14 Januari 2026, total kerugian keuangan negara akibat ulah H mencapai angka Rp609.841.142,76. Jumlah ini terhitung cukup fantastis bagi anggaran di tingkat pemerintahan desa.

    Namun, dari total kerugian negara tersebut, diketahui bahwa sebagian dana sudah dikembalikan oleh tersangka. Berdasarkan catatan penyidik, nilai uang yang telah dikembalikan sebesar Rp306.000.000, atau sekitar setengah dari total kerugian yang ditemukan.

    Tersangka H yang menjabat sebagai Kepala Desa Tebuah Elok periode 2017–2023 kini terancam hukuman berat. Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Pihak Kejaksaan Negeri Sambas menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap penyalahgunaan dana desa demi menjaga integritas pembangunan di tingkat bawah. Proses hukum terhadap H akan terus dikawal hingga ke persidangan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat Desa Tebuah Elok.

  • Dapat Atensi Khusus KPK, Pemkab Mempawah Perketat Pengawasan Tambang di Bukit Peniraman

    Dapat Atensi Khusus KPK, Pemkab Mempawah Perketat Pengawasan Tambang di Bukit Peniraman

    HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti perbaikan tata kelola Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), terutama di kawasan Bukit Peniraman. Langkah ini diambil melalui rapat konsolidasi lintas perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, Rabu (14/1/2026).

    Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Sekda Mempawah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Erlina sebagai respon atas atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut meminta adanya inventarisasi seluruh kegiatan usaha MBLB di daerah untuk dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

    Sekda Ismail menegaskan bahwa meskipun kewenangan perizinan berada di tangan provinsi, Pemerintah Kabupaten tetap memiliki tanggung jawab besar. Pemkab harus memastikan aktivitas pertambangan berjalan tertib, bertanggung jawab, dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

    Fokus utama dalam rapat kali ini adalah kondisi Bukit Peniraman yang menjadi salah satu titik pusat aktivitas usaha MBLB. Pengelolaan kawasan tersebut kini menjadi perhatian khusus agar tercipta keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keselamatan warga dari ancaman bencana alam.

    Sebagai langkah nyata, Pemkab Mempawah menyepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBLB tingkat kabupaten. Satgas ini bertugas melakukan monitoring rutin di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan Pemprov Kalbar guna menertibkan usaha tambang yang belum mengantongi izin resmi.

    Selain penertiban izin, pemerintah juga menitikberatkan pada mitigasi potensi bencana di kawasan Bukit Peniraman. Sosialisasi kepada para pelaku usaha dan warga Desa Peniraman akan ditingkatkan, dibarengi dengan pengawasan berkala terhadap seluruh aktivitas pengerukan material di lokasi tersebut.

    Satu poin krusial yang turut ditekankan adalah kewajiban reboisasi atau penghijauan kembali lahan pascatambang. Hal ini harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan pengusaha sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan yang telah rusak akibat aktivitas penggalian.

    Bupati Mempawah, Erlina, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa tindakan tegas ini adalah bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam menjadi harga mati demi kelestarian lingkungan jangka panjang.

    “Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah kabupaten Mempawah dalam mewujudkan tata kelola MBLB yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” tegas Erlina mengakhiri keterangannya.

  • Teladan Birokrasi dan Tokoh NU Kalbar, Ahmad Hasyim Hadrawi Berpulang Meninggalkan Jejak Pengabdian Tanpa Batas

    Teladan Birokrasi dan Tokoh NU Kalbar, Ahmad Hasyim Hadrawi Berpulang Meninggalkan Jejak Pengabdian Tanpa Batas

    HaloSambas.Com — Kepergian Ahmad Hasyim Hadrawi pada Selasa (20/1/2026) meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Pontianak dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat. Almarhum bukan sekadar seorang aparatur sipil negara, tetapi sosok pengabdi yang sepanjang hidupnya menjadi jembatan bagi keberagaman dan penjaga harmoni di tengah kemajemukan kota.

    Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, dalam sambutan pelepasan jenazah menyampaikan bahwa mendiang dikenal sebagai ASN yang berdedikasi, bertanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi. Sosoknya dianggap sebagai teladan dalam mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

    “Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran ASN dan seluruh pihak yang pernah bekerja sama,” ujar Bahasan saat memberikan penghormatan terakhir di hadapan para pelayat, Rabu (21/1/2026).

    Bahasan menekankan bahwa integritas dan komitmen Hasyim Hadrawi telah memberikan banyak kontribusi positif bagi pembangunan Kota Pontianak. Semangat almarhum dalam menjaga persatuan dan saling menghormati diharapkan dapat diteruskan oleh generasi penerus di lingkungan pemerintahan maupun organisasi sosial.

    “Ahmad Hasyim Hadrawi adalah teladan bagi kita semua. Mari kita teruskan semangat beliau dalam memberikan yang terbaik bagi kota ini dan masyarakat yang kita cintai,” pesan Bahasan dengan nada penuh haru.

    Sejak menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak pada Oktober 2022, almarhum berada di garis depan pengelolaan relasi sosial dan politik. Ia dikenal luwes dalam merangkul berbagai kepentingan, mulai dari ormas, tokoh agama, hingga upaya pencegahan radikalisme melalui pendekatan dialog dan empati.

    Karier birokrasi pria kelahiran Yogyakarta, 15 Juni 1968 ini ditempuh secara bertahap sejak mulai menjadi CPNS pada Maret 1998. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, seperti Kepala Bidang Pemuda hingga Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, sebelum akhirnya mencapai puncak sebagai Kepala Kesbangpol.

    Etos kerjanya yang luar biasa juga membuahkan pengakuan negara berupa anugerah Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2012. Disiplin dan ketelitian menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya selama mengabdi di birokrasi pemerintahan daerah.

    Selain di birokrasi, pengabdian Hasyim Hadrawi sangat kental dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Ia berproses matang mulai dari IPNU, PMII, hingga menjadi kader Gerakan Pemuda Ansor, serta pernah berkhidmat di DPP KNPI yang memperluas jejaring organisasinya.

    Perpaduan pengalaman organisasi dan birokrasi inilah yang membuatnya mampu menjadi penghubung yang andal antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam isu-isu sensitif terkait kebangsaan. Ia tetap menjadi rujukan dan penyeimbang hingga akhir hayatnya.

    Kini, Ahmad Hasyim Hadrawi telah menunaikan khidmatnya sesuai semangat “pengabdian tanpa batas” yang selalu ia usung. Jejaknya akan terus dikenang di meja-meja birokrasi dan forum-forum dialog lintas organisasi sebagai sosok yang gigih menjaga kohesi sosial di Kota Pontianak.

    Semoga Allah mengampuninya, mehamtinya, menyelamatkannya, memaafkannya mengaruniaknnya surga dan menyelamatkannya dia dari azab kubur, Amin.

  • Sakura Mart Ritel Modern Terbesar di Kota Sambas Hadir, Bukti Daya Beli Tetap Kuat!

    Sakura Mart Ritel Modern Terbesar di Kota Sambas Hadir, Bukti Daya Beli Tetap Kuat!

    HaloSambas.Com — Wajah ibu kota Kabupaten Sambas kini semakin modern dengan hadirnya pusat perbelanjaan baru. Bupati Sambas, Satono, secara resmi meresmikan Sakura Mart Sambas yang berlokasi di Jalan Pembangunan, Kecamatan Sambas, pada Senin (19/1/2026).

    Gerai yang berdiri megah ini menjadi supermarket ritel modern terbesar di Kota Sambas saat ini. Sakura Mart di Jalan Pembangunan merupakan cabang ketiga milik pengusaha lokal, Hermawan, setelah sebelumnya sukses membuka gerai di Desa Sekura (Teluk Keramat) dan Sentebang (Jawai).

    Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita di pintu masuk utama oleh Bupati Satono bersama pemilik Sakura Mart, Hermawan. Sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap kemajuan investasi daerah, Bupati juga menandatangani prasasti peresmian di lokasi tersebut.

    Dalam sambutannya, Bupati Satono mengaku sangat bangga melihat pertumbuhan dunia usaha di wilayahnya yang semakin representatif. Ia menilai kehadiran ritel modern sekelas Sakura Mart akan memberikan pengalaman belanja yang lebih nyaman bagi masyarakat.

    “Ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi saya dan kita semua. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, saya mengucapkan selamat kepada Sakura Mart. Terima kasih kepada Pak Hermawan yang sudah mendirikan ritel modern terbesar di Kota Sambas ini,” ujar Satono.

    Bupati Satono menjelaskan bahwa berdirinya supermarket besar ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat Sambas masih sangat perkasa. Berdasarkan data statistik dalam lima tahun terakhir, ekonomi Sambas terus merangkak naik secara positif.

    Menurut Satono, meski anggaran pemerintah sedang diefisiensi, perputaran uang di tengah masyarakat ternyata tetap besar. Ia meyakini peran sektor swasta seperti Sakura Mart inilah yang menjadi mesin penggerak utama dalam mendongkrak ekonomi daerah.

    “Data statistik menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi kita sangat bagus. Partisipasi pihak swasta seperti inilah yang mendorong peningkatan perekonomian kita,” jelasnya dengan optimis.

    Momen peresmian ini juga tidak hanya soal bisnis semata, namun juga diisi dengan aksi kemanusiaan. Bupati Satono menyerahkan bantuan sembako dari manajemen Sakura Mart secara simbolis kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan toko.

    Sebelum menutup sambutannya, Satono menitipkan pesan agar Sakura Mart terus melebarkan sayapnya ke kecamatan-kecamatan lain di Sambas. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi putra-putri daerah dan mempermudah warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga bersaing.

  • Olahraga Sambil Urus KTP! Satono Hidupkan Lagi Car Free Day Sambas 2026

    Olahraga Sambil Urus KTP! Satono Hidupkan Lagi Car Free Day Sambas 2026

    HaloSambas.Com — Kabar gembira bagi warga Sambas, kegiatan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor tahun 2026 resmi dimulai. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sambas, Satono, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Yunisa, di Jalan Pembangunan, Minggu (18/1/2026).

    Kegiatan tahun ini membawa semangat baru untuk membuat masyarakat lebih sehat dan berdaya. Selain menjadi tempat olahraga, CFD Sambas juga dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi bagi para pedagang kecil dan UMKM lokal.

    Bupati Satono menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan wadah bagi warga untuk bersantai sekaligus menjaga kebugaran. Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Sambas ke depannya.

    “Pemerintah daerah hadir untuk membantu agar cita-cita Sambas yang hijau dan asri bisa kita wujudkan bersama,” ujar Bupati Satono saat menyapa warga di lokasi.

    Ia juga sangat senang melihat persiapan acara yang semakin rapi dan menarik. Bupati memberikan jempol kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras membuat suasana CFD tahun ini terasa lebih hidup dan tertata.

    “Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu. Acara kali ini terasa jauh lebih seru dan lebih baik dari sebelumnya,” kata Satono dengan nada bangga.

    Menurutnya, warga dipersilakan untuk menuangkan ide-ide kreatif selama acara berlangsung, asalkan tetap menjaga ketertiban. Ia melihat ada potensi uang yang berputar sangat besar karena ramainya warga yang datang untuk berbelanja produk lokal.

    “Silakan buat acara atau tampilan yang unik selama tidak melanggar aturan. Kami sangat mendukung karena kegiatan ini sangat membantu ekonomi masyarakat kita,” tambahnya.

    Hal yang paling menarik dari CFD kali ini adalah hadirnya pelayanan pemerintah yang langsung menjemput bola. Warga tidak perlu lagi repot pergi ke kantor dinas pada hari kerja untuk mengurus surat-surat penting.

    “Kami sengaja membawa mobil layanan kependudukan ke sini. Jadi, warga bisa olahraga sambil mengurus KTP atau surat lainnya dengan lebih mudah dan cepat,” ungkap Satono.

    Sebagai penutup acara pembukaan, Bupati secara resmi meluncurkan mobil layanan Adminduk tersebut. Fasilitas ini diharapkan bisa mempermudah urusan administrasi masyarakat Sambas tanpa harus mengganggu waktu kerja mereka.

  • Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    Fasilitas Mewah Dua Lantai! Puskesmas Pimpinan Teluk Keramat Kini Lebih Modern dan Representatif

    HaloSambas.Com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat infrastruktur kesehatan kembali dibuktikan. Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, meresmikan gedung baru Puskesmas Pimpinan di Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat, Selasa (13/1/2026).

    Peresmian fasilitas kesehatan yang kini berdiri megah dengan konstruksi dua lantai tersebut menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Teluk Keramat. Warga kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih modern, luas, dan jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya.

    Prosesi peresmian dimulai dengan pemotongan pita di depan pintu masuk utama oleh Bupati Satono dan Wabup Heroaldi. Langkah ini menjadi tanda dimulainya operasional gedung yang telah dinantikan oleh masyarakat di wilayah Pimpinan dan sekitarnya.

    Setelah itu, Bupati Satono melakukan penandatanganan prasasti sebagai bukti otentik peresmian bangunan. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat rujukan kesehatan primer yang mampu menangani kebutuhan dasar medis warga dengan lebih maksimal.

    Bupati Satono menyatakan bahwa pembangunan Puskesmas Pimpinan merupakan prioritas pemerintah dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan layanan dasar yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan.

    “Bangunan megah dua lantai ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Saya minta seluruh tenaga medis di Puskesmas Pimpinan melayani masyarakat dengan ramah, cepat, dan profesional,” ujar Bupati Satono.

    Usai prosesi seremonial, rombongan Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda serta Kepala OPD mengecek langsung kondisi ruangan. Mereka meninjau setiap lantai untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan dan kenyamanan fasilitas penunjang lainnya.

    Bupati tampak puas melihat tata ruang yang jauh lebih nyaman dan tertata rapi. Ia berharap suasana gedung baru ini dapat meningkatkan motivasi kerja para tenaga medis dalam memberikan pengabdian terbaik bagi kesehatan masyarakat desa.

    Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Potongan pertama diserahkan oleh Bupati kepada Kepala Puskesmas Pimpinan sebagai simbol tanggung jawab baru dalam mengelola dan menjaga fasilitas negara tersebut.

    Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan kesehatan bagi warga Desa Pipit Teja dan desa-desa sekitarnya di Teluk Keramat. Pemerintah Kabupaten Sambas terus berkomitmen untuk melakukan pemerataan kualitas fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan.

  • Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    Jembatan Ramayadi Baru Diresmikan, Warga Tagih Jalan Akses 3 Kilometer

    HaloSambas.Com — Agenda kunjungan kerja maraton Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, berlanjut ke Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, pada Selasa (13/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satono meresmikan Jembatan Ramayadi, sebuah infrastruktur vital yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.

    Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Satono yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan syukur dari warga yang memadati lokasi. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memonitoring dan merealisasikan pembangunan hingga ke pelosok desa.

    Kepala Desa Jawai Laut, Sudarni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih atas kesediaan Bupati dan Wakil Bupati meresmikan jembatan tersebut. Namun, Sudarni juga menitipkan harapan mengenai keberlanjutan pembangunan jalan akses pasca-selesainya jembatan ini.

    Ia mengungkapkan bahwa terdapat akses jalan sepanjang 3 kilometer dari jalan utama Matang Terap yang kondisinya perlu perhatian serius. Jalan tersebut merupakan jalur vital sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

    “Jembatan ini adalah anugerah bagi kami. Namun, kami sangat berharap adanya kelanjutan pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer menuju jalan utama Matang Terap,” harap Sudarni di hadapan pimpinan daerah.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, merupakan prioritas utama tanpa harus diminta oleh masyarakat, sejauh ketersediaan anggaran daerah mencukupi. Ia memaparkan bahwa wilayah Jawai Selatan telah mendapatkan porsi pembangunan jalan yang signifikan selama kepemimpinannya.

    “Pemerintah daerah berkomitmen membangun infrastruktur untuk rakyat. Selama anggaran tersedia, pasti kita bangun tanpa diminta. Namun, masyarakat juga perlu memahami bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap,” ujar Bupati Satono menanggapi usulan warga.

    Ia menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan harus dilakukan dengan prinsip keadilan bagi 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah di seluruh kabupaten.

    “Kami akan terus membangun, namun tentu tidak bisa serentak setiap tahun di satu titik saja. Kita harus berbagi dengan kecamatan-kecamatan lain yang juga membutuhkan sentuhan pembangunan agar kemajuan di Kabupaten Sambas merata dari ujung ke ujung,” tambah Satono.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bupati dan Wakil Bupati di beberapa kecamatan pada hari yang sama. Dengan diresmikannya Jembatan Ramayadi, mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat di Desa Jawai Laut diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

    Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda, para Kepala OPD di lingkungan Pemda Sambas, tokoh masyarakat, serta warga Desa Jawai Laut yang antusias menyaksikan kemajuan fisik di desa mereka tersebut.

  • Cornelius Kimha Ajak Warga Ramaikan Gawai Dayak Pontianak 2026: Jaga Tradisi di Tengah Modernisasi

    Cornelius Kimha Ajak Warga Ramaikan Gawai Dayak Pontianak 2026: Jaga Tradisi di Tengah Modernisasi

    HaloSambas.Com — Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan digelar pada 20 hingga 26 April 2026. Kegiatan budaya tahunan ini diharapkan berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Gawai kali ini diproyeksikan menjadi ruang pelestarian adat serta budaya Dayak yang vital di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Panitia menargetkan penyelenggaraan yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat secara luas.

    Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini terus mengalami perkembangan positif dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2026, standar kemeriahan acara akan ditingkatkan.

    “Gawai Adat Dayak Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman. Tema ini mencerminkan semangat masyarakat Dayak dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya di tengah dinamika modernisasi,” ujar Cornelius Kimha.

    Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan upacara adat yang sakral. Agenda kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai etnis di Kota Pontianak sebagai simbol kebersamaan.

    Puncak acara akan ditandai dengan pembukaan resmi yang diisi dengan beragam pertunjukan seni dan kompetisi budaya Dayak. Seluruh rangkaian ini akan berlangsung secara kontinu hingga penutupan pada 26 April 2026 mendatang.

    “Beragam kegiatan seni dan budaya yang berkaitan dengan adat istiadat Dayak akan ditampilkan selama pelaksanaan Gawai,” jelasnya lebih lanjut mengenai konten acara yang akan disuguhkan kepada pengunjung.

    Cornelius juga memberikan imbauan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak, untuk hadir berpartisipasi. Kehadiran warga dianggap penting dalam menyukseskan perayaan syukur atas hasil panen tersebut.

    “Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak,” pungkas Cornelius Kimha mengakhiri keterangannya.

  • Kejati Kalbar Obrak-abrik Kantor PT DSM di Sanggau, Sita Dokumen Korupsi Bauksit 2017-2023

    Kejati Kalbar Obrak-abrik Kantor PT DSM di Sanggau, Sita Dokumen Korupsi Bauksit 2017-2023

    HaloSambas.Com — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi Kantor PT. Dinamika Sejahtera Mandiri (PT. DSM) Site Desa Teraju dan Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Senin, 19 Januari 2026.

    Langkah hukum ini diduga kuat berkaitan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi pada Tata Kelola Pertambangan Bauksit di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017-2023. Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti guna memperkuat proses penyidikan.

    Pantauan di lapangan menunjukkan tim penyidik mendatangi lokasi sejak pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB dengan pengawalan ketat petugas TNI. Sejumlah ruangan diperiksa secara menyeluruh, termasuk ruang kerja hingga ruang arsip dokumen perusahaan.

    Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah berkas dan dokumen penting. Barang-barang tersebut diduga memiliki keterkaitan langsung dengan perkara korupsi pertambangan yang tengah ditangani oleh pihak kejaksaan.

    Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Emilwan Ridwan, membenarkan adanya tindakan penggeledahan tersebut sebagai bagian dari prosedur penyidikan. Ia menegaskan bahwa tim sedang fokus mencari bukti-bukti krusial.

    “Benar, tim penyidik Kejati Kalbar telah melakukan penggeledahan dalam rangka penyidikan perkara yang sedang kami tangani. Tindakan ini bertujuan untuk mencari dan mengamankan alat bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut,” ujar Kajati Kalbar.

    Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, menyampaikan bahwa seluruh proses penggeledahan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan komitmen institusinya dalam penegakan hukum yang transparan.

    “Seluruh barang yang disita akan dipelajari dan dianalisis lebih lanjut sebelum dilakukan Penyitaan di Kantor Kejati. Kami juga masih mendalami hasil penggeledahan ini,” ujar I Wayan Gedin Arianta.

    Pihak Kejati Kalbar hingga kini belum membeberkan secara rinci identitas pihak yang terlibat maupun total nilai kerugian negara dalam perkara tersebut. Namun, proses hukum dipastikan akan terus berjalan dan berkembang sesuai temuan di lapangan.

    “Untuk detail perkara dan pihak yang terlibat akan kami sampaikan pada waktu yang tepat,” tambahnya. Hingga berita ini diturunkan, penyidik belum mengumumkan adanya penetapan tersangka dalam kasus tata kelola bauksit tersebut.

  • Norsan ‘Oke’ kan Proyek Sabuk Hijau Khatulistiwa Li Bapan, Reklamasi Lahan Fokus pada Energi Bioetanol

    Norsan ‘Oke’ kan Proyek Sabuk Hijau Khatulistiwa Li Bapan, Reklamasi Lahan Fokus pada Energi Bioetanol

    HaloSambas.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan), Stefanus Febyan Babaro, beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur, Senin (19/1/2026).

    Audiensi tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus pemaparan inisiatif strategis bertajuk “Sabuk Hijau Khatulistiwa”. Program ini merupakan reklamasi lahan yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan komoditas alam lokal.

    Ketua Li-Bapan, Stefanus Febyan Babaro, menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni Aren Smulen ST-1 dan pohon beringin. Keduanya memiliki fungsi strategis dari sisi ekonomi maupun ekologi.

    “Pohon aren dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat. Selain itu, komoditas ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri ESDM, dalam pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan,” ujarnya.

    Sementara itu, penanaman pohon beringin ditujukan untuk mendukung fungsi ekologis. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta menjamin keberlanjutan kawasan reklamasi.

    “Kami berharap program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat,” tambah Febyan.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ria Norsan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyambut baik inisiatif Li-Bapan. Program Sabuk Hijau Khatulistiwa dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah maupun pusat.

    “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung gagasan yang disampaikan Li-Bapan. Ke depan akan kita tindak lanjuti bersama dengan menyinkronkan langkah agar program ini dapat segera diwujudkan,” ujar Ria Norsan.

    Sebagai tindak lanjut, Li-Bapan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pihak terkait guna merumuskan detail teknis pelaksanaan program. Inisiatif ini diharapkan menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis sumber daya lokal.