Penulis: Halo Sambas

  • Sindikat Penyelundup Tenaga Kerja ke Malaysia Digulung Polres Kubu Raya, Otak Intelektual Jadi Buronan

    Sindikat Penyelundup Tenaga Kerja ke Malaysia Digulung Polres Kubu Raya, Otak Intelektual Jadi Buronan

    HaloSambas.Com – Tim Macan Raya Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil menggagalkan upaya pengiriman 19 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Sebuah rumah yang berlokasi di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, yang dijadikan “save house” ilegal digerebek petugas pada Sabtu malam, 10 Januari 2026.

    Operasi senyap ini mengungkap betapa rapinya jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang memanfaatkan jalur darat di perbatasan Entikong untuk mengirim tenaga kerja tanpa dokumen resmi. Para korban berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga NTB yang sedang menunggu instruksi keberangkatan ke Sarawak, Malaysia.

    Aksi kepolisian bermula saat petugas mencium pergerakan mencurigakan di Bandara Internasional Supadio. Lima pria yang diduga kuat sebagai calon PMI terpantau mendarat dan segera dijemput taksi menuju arah Desa Kapur.

    Tim Macan Raya kemudian melakukan pembuntutan secara ketat (shadowing) hingga sampai ke lokasi penampungan di kawasan pemukiman padat.

    Saat pintu rumah didobrak, polisi menemukan belasan orang lainnya. “Kami tidak hanya mengamankan para korban, tapi juga memutus rantai operasional mereka di lapangan dengan menangkap sopir travel dan penjaga rumah penampungan,” ujar Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, Jumat (16/1/2026) malam.

    Hingga saat ini, polisi telah menetapkan dua tersangka, yakni sopir travel berinisial KN (41) dan penjaga rumah berinisial IS (31). Namun, aktor intelektual di balik bisnis gelap ini, yaitu sang pemilik rumah yang diketahui memiliki jaringan usaha di Malaysia, berhasil meloloskan diri dan kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman serius.

    Polisi menegaskan akan terus mengejar pemilik rumah guna membongkar sindikat besar pengiriman tenaga kerja ilegal ini hingga ke akarnya.

    Total terdapat 20 orang yang ditemukan di lokasi, termasuk 13 orang yang baru tiba dari luar Kalimantan dan satu orang yang baru kembali dari Malaysia. Berdasarkan pemeriksaan intensif, mereka rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur darat secara ilegal demi menghindari pemeriksaan dokumen resmi.

    “Para korban kini telah dievakuasi ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat untuk mendapatkan perlindungan dan proses pemulangan ke daerah asal,” tegas Ade. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan para korban sebelum kembali berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing.

  • Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    Abrasi Ganas Ancam Jembatan dan Wisata Paloh, Bupati ‘Turun Gunung’ Cari Solusi Darurat

    HaloSambas.Com – Usai menuntaskan agenda di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati, Heroaldi Djuhardi Alwi, langsung bergerak cepat menuju Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Selasa (13/1/2026). Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk merespons laporan masyarakat terkait kondisi abrasi pantai yang kian memprihatinkan.

    Kedatangan pasangan pemimpin daerah ini disambut antusias oleh warga, terutama para pedagang yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan berjualan di sekitar area wisata pantai tersebut. Mereka berharap kehadiran Bupati dan Wakil Bupati mampu membawa solusi nyata bagi kelangsungan usaha dan keamanan tempat tinggal mereka.

    Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Satono menyaksikan langsung ganasnya pengikisan pantai oleh air laut. Garis pantai yang semakin menyusut kini mulai mengancam fasilitas umum. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah kondisi sebuah jembatan yang fondasinya sudah mulai terkikis dan nyaris roboh akibat terjangan gelombang.

    “Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Abrasi ini bukan hanya merusak estetika pantai, tapi sudah mengancam infrastruktur vital. Jembatan yang hampir roboh ini harus segera dicarikan solusi teknisnya agar akses masyarakat tidak terputus,” tegas Bupati Satono di lokasi peninjauan.

    Sambil memantau titik-titik kerusakan, Satono dan Heroaldi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat. Para pedagang mengungkapkan kekhawatiran mereka jika abrasi terus berlanjut, area tempat mereka berjualan akan hilang, yang tentu berdampak langsung pada penghasilan keluarga.

    Bupati berjanji akan segera mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalah abrasi ini. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat serta pembangunan tanggul penahan ombak yang lebih permanen.

    Penanganan abrasi pantai di wilayah pesisir seperti Paloh memang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sambas. Ancaman ini tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tetapi juga sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

    Kunjungan langsung ke lapangan oleh pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sambas untuk melindungi warganya dari dampak perubahan iklim dan bencana alam. Solusi terpadu akan segera dirumuskan demi keberlanjutan hidup masyarakat pesisir dan kelestarian ekosistem pantai di Matang Danau.

  • Dilantik Jusuf Kalla, Ria Norsan Pimpin DMI Kalbar: Jangan Cuma Bangun Masjid Megah!

    Dilantik Jusuf Kalla, Ria Norsan Pimpin DMI Kalbar: Jangan Cuma Bangun Masjid Megah!

    HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kalimantan Barat masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (15/1/2026).

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla (JK), serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama. Kehadiran JK menjadi suntikan motivasi bagi pengurus daerah untuk memperkuat fungsi masjid di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

    Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Ria Norsan menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah ritual. Ia bervisi menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang mencakup aspek pendidikan, sosial, hingga kemandirian ekonomi.

    “Masjid adalah rumah besar umat. DMI berperan penting dalam memberdayakan masjid agar menjadi madrasah bagi semua usia dan golongan,” jelas Ria Norsan. Ia berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur sekaligus pembinaan jamaah secara berkelanjutan.

    Ria Norsan memberikan catatan penting bagi seluruh pengurus DMI di tingkat kabupaten dan kota. Ia menyoroti fenomena masjid yang dibangun dengan arsitektur megah namun sepi dari aktivitas jamaah. Ia meminta para pengurus menjadi teladan utama dalam menghidupkan kegiatan di masjid.

    “Masjid-masjid kita di beberapa daerah sudah sangat bagus. Namun, jangan sampai masjid dibangun megah tetapi tidak dimakmurkan oleh umat. Kalau bukan kita selaku Dewan Masjid yang memakmurkan, siapa lagi?” tegasnya.

    Senada dengan Gubernur, Ketua Umum DMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla menekankan bahwa tugas utama DMI adalah dua hal: memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid (masyarakatnya). Menurut JK, masjid harus bisa memberi dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitarnya.

    “Memakmurkan masjid adalah ibadah. Di sanalah kita berupaya memajukan masyarakat. Dalam ajaran agama, kemakmuran adalah jalan menuju kemajuan bersama,” ujar JK dalam arahannya.

    Dengan kepengurusan yang baru ini, DMI Kalimantan Barat diharapkan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui masjid, sehingga fungsi sosial masjid sebagai pemberdaya ekonomi umat di Bumi Khatulistiwa benar-benar nyata dirasakan manfaatnya.

  • Perkuat Solidaritas di Pantai Cemara, Prodi PGMI UNISSAS Gelar Gathering Bertajuk 4 Pilar

    Perkuat Solidaritas di Pantai Cemara, Prodi PGMI UNISSAS Gelar Gathering Bertajuk 4 Pilar

    HaloSambas.Com – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Pendidikan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) sukses menyelenggarakan kegiatan “PGMI Gathering” di Pantai Cemara, Paloh, Sabtu (17/01/2026). Mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Solidaritas Bersama”, acara ini bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen.

    Kegiatan ini dikemas secara kreatif dengan merujuk pada empat pilar utama, yaitu Keseruan, Kepedulian, Kebersamaan, dan Kenangan. Keindahan Pantai Cemara yang asri menjadi latar belakang sempurna bagi keluarga besar PGMI untuk melepas penat sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan.

    Ketua Prodi PGMI, Bayu, menekankan bahwa kegiatan luar kampus merupakan bagian penting dalam penyegaran pikiran dan pembentukan karakter. Menurutnya, kesuksesan akademik harus dibarengi dengan ikatan emosional yang baik di lingkungan kampus.

    “Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki ikatan emosional kuat. Melalui gathering ini, kami berharap nilai kebersamaan tertanam sehingga kolaborasi di masa depan lebih harmonis,” tutur Bayu dalam sambutannya.

    Senada dengan visi prodi, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGMI, Nur Syafitri, menjelaskan bahwa acara ini adalah momentum untuk saling mengenal lebih dalam di luar rutinitas perkuliahan. Fokus utama kegiatan adalah membangun solidaritas antar angkatan.

    Tak hanya bersenang-senang, para peserta juga melakukan aksi nyata berupa pembersihan area pantai. Aktivitas ini merupakan implementasi dari pilar “Kepedulian”, yang mengajarkan mahasiswa untuk tetap menjaga kelestarian alam di sela-sela kegiatan sosial.

    Rangkaian acara diisi dengan berbagai permainan outbound kelompok dan diskusi santai di tepi pantai. Suasana hangat yang tercipta diharapkan mampu membakar semangat baru bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi positif bagi prodi dan masyarakat.

    Kegiatan “PGMI Gathering” ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan bagi Fakultas Pendidikan UNISSAS. Dengan terjaganya eksistensi dan kekompakan keluarga besar PGMI, diharapkan lulusan dari program studi ini tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi.

  • Sultan Brunei Akan Operasi Lutut Libatkan Pakar dari AS, Rakyat Doa Serentak

    Sultan Brunei Akan Operasi Lutut Libatkan Pakar dari AS, Rakyat Doa Serentak

    HaloSambas.Com – Jabatan Perdana Menteri Negara Brunei Darussalam mengeluarkan pengumuman khusus terkait kesehatan pemimpin negara, Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah. Pengumuman ini disiarkan secara resmi pada Selasa (13/1/2026).

    Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Haji Halbi, menyampaikan bahwa Sultan Brunei dijadwalkan menjalani perawatan kesehatan yang telah direncanakan sebelumnya di Jerudong Park Medical Centre (JPMC) pada Minggu, 18 Januari 2026 mendatang.

    Melibatkan Pakar Ortopedi dari Amerika Serikat

    Menteri Kesehatan Brunei, Mohammad Isham, merincikan bahwa prosedur medis yang akan dijalani Baginda adalah operasi penggantian sendi lutut kanan (right total knee replacement). Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi lutut, meningkatkan mobilitas, serta memberikan kenyamanan bagi kesehatan Baginda.

    Operasi besar ini akan dipimpin oleh Profesor Andrew Freiberg, seorang Pakar Bedah Ortopedi ternama dari Amerika Serikat yang memiliki pengalaman luas dalam rekonstruksi sendi. Setelah operasi, Sultan diperkirakan memerlukan waktu pemulihan selama dua hingga tiga bulan, termasuk menjalani sesi fisioterapi intensif.

    Mobilisasi Doa Nasional di Seluruh Masjid

    Menyambut jadwal prosedur medis tersebut, Menteri Hal Ehwal Agama Brunei mengumumkan rangkaian acara keagamaan untuk memohon kesembuhan bagi sang Sultan. Seluruh masjid, surau, dan balai ibadah di Brunei akan menggelar Shalat Sunnah Hajat, pembacaan Surah Yasin, dan Doa Khusus yang dimulai pada malam Kamis, 15 Januari 2026.

    Pusat kegiatan doa akan dipusatkan di Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah. Selain itu, munajat khusus juga akan melibatkan seluruh institusi pendidikan, mulai dari sekolah Arab hingga sekolah rendah di seluruh negeri pada 19 Januari 2026.

    Tugas Resmi Tetap Berjalan Selama Masa Pemulihan

    Meskipun harus beristirahat dan membatasi kehadiran dalam acara kenegaraan maupun seremoni resmi, Baginda Sultan ditegaskan akan tetap menjalankan tugas-tugas pemerintahan selama masa pemulihan. Jabatan Perdana Menteri akan memberikan informasi perkembangan kesehatan Baginda secara berkala kepada publik.

    Segenap lapisan masyarakat Brunei Darussalam diserukan untuk bersatu dalam doa agar prosedur medis berjalan lancar dan Baginda kembali dikaruniai kesehatan yang sempurna untuk memimpin negara.

  • Pamit ke Mabes TNI, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen Jamallulael Terima Apresiasi Khusus dari Gubernur Ria Norsan

    Pamit ke Mabes TNI, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen Jamallulael Terima Apresiasi Khusus dari Gubernur Ria Norsan

    HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan pamitan dari Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (12/1/2026). Pertemuan ini menandai berakhirnya masa tugas sang jenderal di Bumi Khatulistiwa sebelum melanjutkan pengabdiannya di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

    Gubernur menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh Mayjen TNI Jamallulael selama memimpin wilayah pertahanan di Kalimantan Barat.

    Selama menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael dinilai berhasil menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan wilayah yang menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Gubernur Norsan memberikan apresiasi atas kontribusi nyata TNI dalam membersamai pemerintah daerah.

    “Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Provinsi Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan jasa Bapak selama bertugas di sini. Selamat mengemban amanah baru di Mabes TNI,” ujar Ria Norsan dengan penuh kehangatan.

    Ria Norsan juga menaruh harapan besar kepada sosok Pangdam yang nantinya akan menggantikan Mayjen TNI Jamallulael. Baginya, hubungan harmonis antara TNI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat harus tetap dijaga dan bahkan semakin diperkuat.

    Menurutnya, tantangan pembangunan di Kalimantan Barat memerlukan dukungan sektor keamanan yang solid. Sinergi yang kuat akan memastikan setiap program pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

    Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Ria Norsan mendoakan kesuksesan bagi Mayjen TNI Jamallulael di posisi strategis barunya kelak. Pengalaman memimpin di wilayah perbatasan Kalimantan Barat diharapkan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di tingkat nasional.

    “Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Semoga sukses dan selamat bertugas di tempat pengabdian yang baru,” pungkas Gubernur. Kunjungan ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang mencerminkan kedekatan antara pimpinan daerah dan pimpinan militer di Kalimantan Barat.

  • Waspada Ancaman Biologis, Petugas PLBN Entikong Sita Puluhan Bibit Tanaman Tanpa Dokumen

    Waspada Ancaman Biologis, Petugas PLBN Entikong Sita Puluhan Bibit Tanaman Tanpa Dokumen

    HaloSambas.Com – Ketangguhan pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat kembali teruji. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong berhasil menggagalkan upaya pemasukan bibit tanaman ilegal dari luar negeri pada Minggu (11/01/2026).

    Dalam pemeriksaan rutin tersebut, petugas mengamankan 31 batang bibit bugenvil dan 4 biji mangga yang dibawa tanpa dokumen resmi. Komoditas ini dikategorikan sebagai media pembawa berisiko tinggi karena berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

    Masuknya bibit dan biji tanaman tanpa sertifikat kesehatan merupakan ancaman serius bagi kelestarian sektor pertanian di Kalimantan Barat. Penyakit tumbuhan yang terbawa dari luar negeri dapat merusak ekosistem lokal hingga melumpuhkan produktivitas petani nasional.

    Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk mencegah masuknya hama berbahaya. “Benih sering kali menjadi pintu masuk tersembunyi bagi penyakit. Kami mengategorikan ini berisiko tinggi karena dampaknya bisa fatal bagi sektor pertanian lokal,” tegas Swiet.

    Pemeriksaan ketat di kawasan PLBN Entikong dilakukan guna memastikan setiap media pembawa yang masuk ke Indonesia memenuhi persyaratan karantina sesuai aturan pemerintah. Kegagalan dalam melengkapi dokumen resmi memicu tindakan penahanan demi memproteksi wilayah perbatasan dari ancaman biologis.

    Karantina Kalimantan Barat terus mengoptimalkan fungsinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan hayati. Masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara diimbau untuk selalu melaporkan dan melengkapi dokumen karantina terhadap setiap tumbuhan maupun hewan yang dibawa.

    Peran petugas karantina di pintu masuk negara merupakan benteng terakhir dalam perlindungan hayati nasional. Keberhasilan penggagalan ini membuktikan bahwa pengawasan di titik-titik krusial seperti Entikong tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

    Kepatuhan masyarakat terhadap aturan karantina sangat diharapkan demi menjamin keamanan pangan dan keberlanjutan ekosistem di seluruh pelosok negeri. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan Kalimantan Barat terbebas dari serangan hama asing yang dapat merugikan ketahanan pangan di masa depan.

  • Ada 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Sekda Harisson Wajibkan Perusahaan di Kalbar Terapkan SMK3

    Ada 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Sekda Harisson Wajibkan Perusahaan di Kalbar Terapkan SMK3

    HaloSambas.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi memulai pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, di Aula Langkau Bapekat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Senin (12/1/2026).

    Melalui penekanan sirine dan penyerahan bendera K3, Harisson menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar urusan teknis, melainkan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang bermartabat dan produktif di seluruh sektor industri.

    Dalam sambutannya, Harisson menyoroti data memprihatinkan mengenai tingginya angka kecelakaan kerja secara nasional yang mencapai 319.224 kasus pada tahun 2024. Baginya, angka ini adalah peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat.

    “Satu kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa masih ada proses kerja yang tidak aman atau pengawasan yang belum optimal. Di balik angka statistik itu, ada nyawa dan keluarga yang kehilangan sumber penghidupan,” tegas Harisson.

    Harisson menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 146 juta pekerja yang tersebar di sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan, hingga ekonomi digital. Lemahnya penerapan K3 di perusahaan akan langsung berdampak negatif pada moral pekerja dan daya saing nasional.

    Ia meminta agar pengelolaan K3 tidak lagi dilakukan secara sektoral, melainkan dibangun sebagai sebuah ekosistem nasional yang profesional dan kolaboratif. Hal ini penting agar para pekerja merasa aman dan terlindungi saat menjalankan tugasnya.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar, Ahmad Priyono, menambahkan bahwa Bulan K3 akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Fokus utama tahun ini adalah meningkatkan jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

    “Target kami adalah meningkatnya kepatuhan terhadap norma K3 di seluruh sektor dan mencapai zero accident atau nihil kecelakaan kerja,” ujar Ahmad Priyono.

    Pemerintah Provinsi Kalbar terus mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjamin perlindungan tenaga kerja sesuai dengan amanat undang-undang yang telah ditetapkan sejak tahun 1984.

  • Targetkan SDM Setara Singapura, Norsan Dukung Sekolah Harapan Bangsa Cetak Generasi Emas

    Targetkan SDM Setara Singapura, Norsan Dukung Sekolah Harapan Bangsa Cetak Generasi Emas

    HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan kembali operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB) sebagai langkah nyata memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Khatulistiwa. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti di Aula Sekolah Harapan Bangsa, Kubu Raya, Senin (12/1/2026).

    Langkah ini dipandang strategis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Gubernur Norsan menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci utama bagi Kalbar untuk bersaing di tingkat nasional maupun mancanegara.

    Gubernur Ria Norsan secara terbuka menetapkan target ambisius bagi dunia pendidikan di wilayahnya. Ia ingin dalam lima tahun ke depan, peringkat IPM Kalimantan Barat mampu melonjak drastis, minimal menempati posisi kedua di Pulau Kalimantan setelah Kalimantan Timur.

    “Negara yang maju adalah negara yang maju SDM-nya. Singapura dan Malaysia maju karena kualitas orang-orangnya. Dengan fasilitas sekolah seperti SHB ini, kita optimis mencetak generasi cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Ria Norsan.

    Optimisme Gubernur bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan keberhasilan SMA Petrus Pontianak yang baru-baru ini menyabet peringkat kedua nasional sebagai sekolah terbaik se-Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi Sekolah Harapan Bangsa untuk melahirkan lulusan unggul yang kompetitif secara global.

    Gubernur mengapresiasi Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa yang dinilai berdedikasi tinggi dalam menyediakan sarana belajar modern tanpa melupakan nilai pengabdian para pendiri terdahulu.

    Wakil Ketua Yayasan SHB Bidang Pendidikan, Sudino Lim, menjelaskan bahwa sekolah ini didesain untuk memberikan akses pendidikan kelas dunia bagi anak-anak daerah. Harapannya, putra-putri terbaik Kalbar tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan mutu pendidikan internasional.

    “Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan bermakna dan berdaya saing global, namun tetap berakar pada karakter, integritas, dan budaya lokal,” ujar Sudino Lim.

    Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pembina yayasan dari berbagai grup bisnis besar di Indonesia, yang menunjukkan kuatnya dukungan sektor swasta dalam membangun masa depan pendidikan di Kalimantan Barat.

  • Tergiur Upah 100 Ribu, Makelar Barang Bekas di Facebook Diciduk Tim Labubu Bawa Sabu ‘Bahan Telok’

    Tergiur Upah 100 Ribu, Makelar Barang Bekas di Facebook Diciduk Tim Labubu Bawa Sabu ‘Bahan Telok’

    HaloSambas.Com – Tim Labubu Satresnarkoba Polres Kubu Raya berhasil meringkus seorang pria berinisial MN (37) yang terlibat dalam jaringan gelap narkotika. MN, yang sehari-hari bekerja sebagai makelar barang bekas atau “blukar” di media sosial Facebook, ditangkap setelah kedapatan membawa paket sabu pada Senin (12/1/2026).

    Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian ketat terhadap aktivitas MN. Pelaku tak berkutik saat disergap usai mengambil barang haram tersebut dari kawasan Kampung Beting, Pontianak Timur.

    Ironisnya, MN mengaku nekat beralih profesi menjadi kurir hanya karena tergiur upah sebesar Rp100 ribu. Janji keuntungan instan ini datang dari rekannya yang berinisial “FY”. Pelaku berdalih menyanggupi permintaan tersebut karena merasa memiliki kenalan di wilayah Kampung Beting.

    “Awalnya kenal dari urusan jual beli motor. Lalu saya disuruh cari ‘barang murah’ di Beting. Saya diyakinkan oleh FY, makanya saya berani ambil dengan upah Rp100 ribu,” aku MN di hadapan petugas.

    Dalam pemeriksaannya, MN mengungkapkan fakta unik bahwa barang yang dibawanya merupakan sabu dengan kualitas rendah. Di kalangan pengguna, jenis sabu ini sering disebut dengan istilah “bahan telok”. Meski berkualitas rendah, kepemilikan barang haram tersebut tetap menyeretnya ke jalur hukum.

    Kasat Narkoba AKP Sagi melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, mengonfirmasi bahwa berat bruto barang bukti yang diamankan mencapai 6,45 gram. “Latar belakang pekerjaan sebagai pedagang online bukan jaminan seseorang bebas dari jeratan narkoba jika sudah tergiur cuan instan,” tegas Ade.

    Saat ini, MN beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kubu Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini tengah melakukan pendalaman intensif guna memburu sosok FY, orang yang memerintahkan MN untuk mengambil paket sabu tersebut.

    Atas perbuatannya, MN terancam hukuman berat sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam lingkaran narkoba, sekecil apa pun imbalan yang dijanjikan.