Kategori: News

  • Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    Dai dari 6 Negara Berkumpul di Sambas, Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan

    HaloSambas.com – Sejumlah Dai dari enam negara dijadwalkan berkumpul di Kabupaten Sambas dalam kegiatan Upgrading Dai dan Seminar Internasional pada 7–9 April 2026. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia.

    Para Dai yang akan hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan Filipina. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” dan dipusatkan di Aula Kantor Bupati Sambas pada 7–8 April 2026.

    Bupati Sambas Satono mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara dai, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di kawasan perbatasan. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dai dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari persiapan, Satono yang juga Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Muhajirin Yanis. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan sekaligus mengundang pihak Kementerian Agama sebagai narasumber.

    Salah satu subtema yang ditawarkan kepada pihak Kemenag adalah “Transformasi Dai dari Mimbar Fisik ke Ruang Publik Digital”, yang dinilai relevan dengan perkembangan dakwah di era teknologi.

    Seminar ini juga akan menghadirkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebagai pembicara utama. Selain itu, sejumlah tokoh internasional turut diundang, di antaranya Menteri Industri Makanan Sarawak Stephen Rundi Utom serta akademisi dari Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

    Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Maret 2026 melalui pengumpulan abstrak dalam skema call for papers. Presentasi ilmiah dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan seminar pada 7–8 April 2026.

    Forum ini akan dibagi dalam sejumlah sesi paralel dengan berbagai subtema, seperti dakwah dan ketahanan sosial, kedaulatan pangan dan ekonomi umat, keamanan perbatasan dan kebangsaan, studi lintas negara Indonesia–Malaysia, hingga sejarah dakwah dan Kesultanan Borneo.

    Satono berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kolaborasi konkret lintas negara. Ia menekankan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan kompleks.

    Seminar internasional ini menjadi bagian dari agenda besar Upgrading Dai yang mempertemukan para dai lintas negara, sekaligus membuka ruang diskusi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merumuskan strategi pembangunan berbasis keagamaan di wilayah perbatasan. (*/)

  • Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    Polda Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Brimob Sisir Titik Rawan di Ketapang dan Sambas

    HaloSambas.com – Polda Kalimantan Barat terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli rutin di sejumlah wilayah rawan. Pada Ahad, 29 Maret 2026, tim siaga karhutla dari Satuan Brimob diterjunkan untuk melakukan deteksi dini di titik-titik yang berpotensi munculnya api.

    Patroli difokuskan di dua wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran, yakni Desa Sungai Awan Kiri di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, serta Desa Sungai Bening di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

    Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Dede Rojudin, menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah antisipasi, khususnya di kawasan dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.

    Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan bekas lokasi kebakaran benar-benar padam. Petugas melakukan pengecekan langsung dengan menggali tanah di area yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak ada sisa api di bawah permukaan.

    Komandan tim patroli di Desa Sungai Bening, Inspektur Polisi Satu Heru Suwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

    Ia menjelaskan, patroli dilakukan bersama personel Polsek Sajingan Besar dan anggota Koramil setempat. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim rawan kebakaran.

    Menurut Heru, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pencegahan karhutla. Ia mengapresiasi warga yang cepat melaporkan kemunculan titik api sehingga petugas dapat segera melakukan pemadaman sebelum api meluas ke permukiman.

    Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah menyebar hingga ke lapisan bawah tanah. Karena itu, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla.

    Melalui patroli intensif dan sinergi dengan masyarakat, Polda Kalbar berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, sehingga dampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga dapat diminimalkan. (*/)

  • Simbol Cinta NKRI dari Perbatasan: Meriahnya Pembentukan Kampung Merah Putih di Temajuk Sambas

    Simbol Cinta NKRI dari Perbatasan: Meriahnya Pembentukan Kampung Merah Putih di Temajuk Sambas

    HaloSambas.Com — Upaya menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus dilakukan di wilayah perbatasan. Babinsa jajaran Kodim 1208/Sambas, Sertu Dwi Ariyanto, menginisiasi pembentukan Kampung Merah Putih di Dusun Sempadan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.

    Kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang tinggal tepat di garis depan perbatasan Indonesia.

    Suasana lingkungan permukiman warga kini berubah drastis dengan kibaran bendera Merah Putih di sepanjang jalur pemukiman.

    Berbagai atribut bernuansa kebangsaan juga dipasang secara serentak untuk menghidupkan nuansa patriotisme di ujung utara Kabupaten Sambas tersebut.

    Babinsa dan masyarakat bekerja secara gotong royong dalam menghias kampung menggunakan bendera serta umbul-umbul.

    Aksi ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol semangat persatuan yang kuat di tengah masyarakat perbatasan.

    Babinsa Sertu Dwi Ariyanto menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Merah Putih bertujuan untuk memperkuat jati diri bangsa.

    Ia ingin menunjukkan bahwa meskipun jauh dari pusat kota, masyarakat perbatasan tetap memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

    “Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan rasa cinta tanah air kepada masyarakat,” ujar Sertu Dwi Ariyanto.

    Ia memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar mereka selalu bangga menjadi bagian dari NKRI.

    “Khususnya generasi muda yang berada di wilayah perbatasan agar selalu bangga menjadi bagian dari NKRI,” tambahnya.

    Selain mempertebal rasa nasionalisme, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

    Kebersamaan dalam menghias desa ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.

    Dengan semangat gotong royong, diharapkan komitmen menjaga kedaulatan negara dapat terus terpelihara dengan baik.

    Masyarakat setempat pun menyambut baik dan merasa bangga kampung mereka kini bernuansa merah putih.

    Partisipasi warga ini menjadi wujud nyata kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara di wilayah beranda depan.

    Terbentuknya Kampung Merah Putih diharapkan menjadi simbol abadi komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI di perbatasan.

  • Ramadan–Lebaran 2026, Pemerintah Tebar Diskon Transportasi dan Bansos Pangan

    Ramadan–Lebaran 2026, Pemerintah Tebar Diskon Transportasi dan Bansos Pangan

    HaloSambas.com — Pemerintah menyiapkan serangkaian stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Paket kebijakan tersebut diharapkan mampu mengakselerasi belanja nasional sekaligus menjaga daya beli di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp0,92 triliun untuk program diskon transportasi. Insentif ini mencakup moda angkutan darat, laut, penyeberangan, hingga udara.

    Pada sektor perkeretaapian, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen melalui PT Kereta Api Indonesia. Program tersebut berlaku pada 14–29 Maret 2026 dan diperkirakan menjangkau sekitar 1,2 juta penumpang.

    Diskon serupa juga diterapkan pada angkutan laut yang dikelola PT Pelayaran Nasional Indonesia. Potongan 30 persen dari tarif dasar berlaku pada 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan target penerima manfaat sekitar 445 ribu penumpang.

    Sementara itu, angkutan penyeberangan yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry memperoleh diskon 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026. Kebijakan ini diproyeksikan menjangkau 403 ribu penumpang dan 945 ribu unit kendaraan, atau setara dengan sekitar 2,4 juta orang.

    Untuk angkutan udara, pemerintah memberikan insentif berupa penurunan harga tiket sebesar 17–18 persen. Diskon ini berlaku untuk pembelian tiket pada 10 Februari hingga 29 Maret 2026 dan diperkirakan menjangkau 3,3 juta penumpang.

    Selain diskon transportasi, pemerintah menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter tersebut disalurkan satu kali untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026, dengan total anggaran Rp14,09 triliun.

    Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota Polri, serta pensiunan. Program ini menyasar sekitar 10,5 juta penerima dan mulai dicairkan pada pekan pertama Ramadan.

    Melalui rangkaian stimulus tersebut, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga dapat meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga selama momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. (*/)

  • Trenggiling dari Warga Dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Nyiut Bengkayang

    Trenggiling dari Warga Dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Nyiut Bengkayang

    HaloSambas.Com — Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kekayaan alam Indonesia. Bersinergi dengan Balai KSDA Kalimantan Barat dan Satgas Pamtas RI-MLY Yonarhanud 1/PBC 1/Kostrad, petugas melakukan pelepasliaran satu ekor trenggiling (Manis javanica) pada Senin (23/2/2026).

    Lokasi pelepasliaran dipilih di daerah penyangga kawasan konservasi Cagar Alam Gunung Nyiut Penrissen, Kabupaten Bengkayang. Satwa bersisik yang tergolong langka ini sebelumnya merupakan hasil serahan sukarela dari masyarakat yang kemudian menjalani masa pemulihan intensif.

    Sebelum dilepas ke alam liar, tim medis dari BKHIT Satpel Jagoi Babang telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan perilaku secara mendalam. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa trenggiling tersebut dalam kondisi prima dan mampu bertahan hidup serta mencari makan secara mandiri di habitat aslinya.

    Kuatnya kolaborasi di wilayah perbatasan terlihat dari kehadiran berbagai pihak dalam agenda ini, mulai dari Kepala RKW Resort Sanggau Ledo, personel TNI, hingga perangkat desa setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Kalimantan Barat.

    “Karantina Kalimantan Barat memastikan setiap satwa yang akan dilepasliarkan telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan yang ketat. Kolaborasi di wilayah perbatasan Jagoi Babang ini sangat krusial demi memutus rantai perdagangan satwa liar,” jelas Penanggung Jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni.

    Noval menambahkan bahwa upaya ini merupakan langkah nyata untuk mengembalikan kekayaan hayati ke habitat yang seharusnya. Keberhasilan aksi ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperketat pengawasan terhadap peredaran satwa dilindungi di wilayah perbatasan.

    Kesadaran masyarakat yang bersedia menyerahkan satwa dilindungi kepada petugas patut mendapatkan apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa edukasi mengenai perlindungan satwa mulai membuahkan hasil di tengah masyarakat.

    Melalui upaya konservasi yang berkelanjutan, diharapkan keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia, khususnya di wilayah Bengkayang, tetap terjaga. Kelestarian trenggiling dan satwa liar lainnya menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.

  • Cegah Penyimpangan, Distribusi Pupuk Subsidi di Desa Segedong Tebas Dikawal Ketat TNI

    Cegah Penyimpangan, Distribusi Pupuk Subsidi di Desa Segedong Tebas Dikawal Ketat TNI

    HaloSambas.Com — Penyaluran pupuk kepada para petani di wilayah binaan Desa Segedong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, mendapat pengawalan ketat dari jajaran TNI pada Jumat (20/2/2026). Pengawasan ini dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Tebas, Kodim 1208/Sambas, Serda Azuan, guna mendukung kesuksesan program ketahanan pangan nasional.

    Kegiatan pengawalan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses pembagian pupuk berjalan dengan aman, tertib, dan yang paling penting adalah tepat sasaran sesuai kebutuhan para petani. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi instrumen pengawasan agar tidak terjadi praktik penyimpangan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut.

    Serda Azuan menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah. Selain itu, hal ini menjadi bukti nyata dukungan TNI AD dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas stok pangan di daerah.

    “Dengan pengawalan ini diharapkan pupuk dapat diterima langsung oleh petani yang berhak, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujar Serda Azuan.

    Para petani setempat memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Babinsa dalam proses distribusi tersebut. Mereka merasa lebih tenang dan terbantu karena proses pembagian menjadi lebih teratur. Warga berharap pendampingan seperti ini terus berlanjut demi menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tebas.

    Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan cita-cita swasembada pangan di Kabupaten Sambas dapat segera terwujud. Pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar kesejahteraan petani meningkat seiring dengan hasil panen yang lebih melimpah.

  • Anggaran KIP Kuliah Naik Rp15,3 Triliun, Pemerintah Perketat Sasaran Mahasiswa Miskin

    Anggaran KIP Kuliah Naik Rp15,3 Triliun, Pemerintah Perketat Sasaran Mahasiswa Miskin

    HaloSambas.com — Pemerintah menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) menyebut alokasi anggaran KIP Kuliah pada 2026 mencapai Rp15,32 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), jumlah penerima KIP Kuliah menunjukkan tren meningkat sejak 2020. Pada tahun tersebut, anggaran program ini masih berada di angka Rp6,5 triliun. Nilainya melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp14,9 triliun pada 2025 dengan sasaran lebih dari 1,04 juta mahasiswa. Tahun depan, jumlah penerima ditargetkan meningkat menjadi 1.047.221 mahasiswa.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Ia menyebut program ini sebagai jembatan harapan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

    “Kami memastikan anggaran KIP Kuliah tidak berkurang dan bantuan biaya hidup adalah hak penuh mahasiswa. Tidak boleh ada pungutan apa pun dari pihak mana pun,” ujar Brian.

    PPAPT menjelaskan, perbedaan jumlah penerima KIP Kuliah di tiap perguruan tinggi tidak mencerminkan pengurangan kuota nasional. Sejak 2025, distribusi kuota untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ditentukan berdasarkan jumlah siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, terdata dalam DTKS, atau masuk kategori PPKE maksimal desil 3 yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

    Kebijakan ini membuat fluktuasi penerima di sejumlah kampus. Universitas Negeri Medan, misalnya, mengalami lonjakan penerima dari sekitar 1.000 mahasiswa pada 2024 menjadi lebih dari 3.000 mahasiswa pada 2025. Sebaliknya, Universitas Gadjah Mada mencatat penurunan signifikan karena terbatasnya jumlah pendaftar dari kelompok ekonomi sasaran yang lolos seleksi nasional.

    Meski demikian, Kemdiktisaintek menegaskan penurunan di satu kampus tidak berarti pemangkasan anggaran. Pemerintah bahkan mendistribusikan kuota tambahan untuk perguruan tinggi yang mengalami penurunan ekstrem agar akses pendidikan tetap terjaga.

    Seiring penerapan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), mulai 2026 prioritas penerima KIP Kuliah difokuskan pada lulusan SMA/SMK dari keluarga miskin dan rentan miskin yang berada pada desil 1 hingga 4. Penajaman data ini ditujukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan akuntabel.

    Kemdiktisaintek menegaskan evaluasi rutin terus dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif. Sejak diluncurkan, KIP Kuliah disebut menjadi pilar penting pembangunan sumber daya manusia nasional.

    “Kami mengajak seluruh anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu untuk tidak ragu melanjutkan kuliah. KIP Kuliah akan menjadi sarana meraih masa depan yang lebih baik,” kata Brian.

    Dengan peningkatan anggaran dan penyempurnaan kebijakan berbasis data, pemerintah memastikan akses pendidikan tinggi tetap inklusif dan berkeadilan bagi generasi muda di seluruh Indonesia. (*/)

  • Naga Melintas di Jantung Bengkayang, Operasi Liong Kapuas 2026 Pastikan Perayaan Cap Go Meh Aman

    Naga Melintas di Jantung Bengkayang, Operasi Liong Kapuas 2026 Pastikan Perayaan Cap Go Meh Aman

    HaloSambas.Com — Kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berlangsung semarak pada Minggu (22/2/2026). Atraksi naga yang meliuk melintasi kawasan Pos Pengamanan hingga Pasar Bengkayang menjadi daya tarik utama bagi ribuan warga yang memadati ruas jalan.

    Momentum budaya tahunan ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Bengkayang melalui Operasi Liong Kapuas 2026. Personel Satgas Kamselibcarlantas dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan jalannya atraksi budaya tersebut berlangsung aman dan tertib.

    Sejak pagi hari, petugas sudah bersiaga di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di sekitar Pasar Bengkayang yang menjadi pusat keramaian. Pengalihan arus dan pengaturan kendaraan dilakukan secara humanis agar memberikan ruang aman bagi rombongan naga serta masyarakat yang menonton.

    Kasatgas Kamselibcarlantas Polres Bengkayang, AKP Sunarli, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan terpadu guna menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.

    “Kami telah menempatkan personel di titik-titik strategis, terutama di jalur yang dilalui atraksi naga. Fokus kami bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan masyarakat dan peserta kegiatan,” ujar AKP Sunarli.

    Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk dukungan nyata Polri agar kegiatan budaya dan keagamaan di wilayah perbatasan dapat berjalan lancar tanpa kendala.

    Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Bengkayang memang dikenal sebagai salah satu agenda budaya yang paling dinanti. Selain atraksi naga, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat serta pertunjukan seni tradisional yang memperkaya khazanah keberagaman di Bengkayang.

    Berkat sinergi seluruh unsur pengamanan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama kegiatan berlangsung terpantau sangat kondusif. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama.

    Dengan pengamanan maksimal dalam Operasi Liong Kapuas 2026, tradisi budaya di Bengkayang ini tidak hanya memberikan hiburan yang berkesan, tetapi juga menciptakan suasana yang tertib dan penuh rasa aman bagi setiap pengunjung.

  • Mantapkan Nilai Dasar Perjuangan, Sekda Harisson Jamu MW KAHMI Kalbar Buka Puasa Bersama

    Mantapkan Nilai Dasar Perjuangan, Sekda Harisson Jamu MW KAHMI Kalbar Buka Puasa Bersama

    HaloSambas.Com — Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, bersama keluarga menggelar acara buka puasa bersama Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kalbar. Kegiatan yang penuh kehangatan ini berlangsung di Rumah Dinas Sekda Kalbar pada Sabtu (21/2/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Harisson menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk memperkuat sisi spiritualitas. Ia mengajak seluruh tamu undangan untuk menjadikan bulan suci ini sebagai pendorong dalam meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah Subhanawata’ala.

    Harisson mengungkapkan bahwa KAHMI merupakan organisasi yang sangat mengutamakan kekuatan silaturahmi. Menurutnya, momen berbuka puasa menjadi waktu yang tepat bagi para anggota untuk kembali bertemu, berbincang, dan menyatukan pemikiran setelah lama tidak bersua.

    “Tujuan silaturahmi ini sebenarnya yang paling utama adalah menambah rezeki. Di sini kita bisa saling bertukar pikiran. HMI memiliki Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang mengatur hubungan kita dengan pencipta dan sesama masyarakat,” terang Harisson.

    Ia menambahkan, karakter anggota HMI yang selalu ingin tampil sebagai pemimpin dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut membuat pertemuan seperti ini sangat krusial. Melalui obrolan santai atau “berbisik-bisik” dalam silaturahmi, para alumni diharapkan bisa lebih memantapkan serta menjalankan nilai-nilai dasar perjuangan tersebut di tengah masyarakat.

    Sekda Kalbar juga memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif MW KAHMI Kalbar selama ini. Organisasi tersebut dinilai sukses berkontribusi dalam menjaga semangat religius dan membantu meningkatkan kualitas kehidupan beragama bagi masyarakat di Kalimantan Barat.

    “Kami sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga kita dapat terus meningkatkan kebersamaan dan keimanan kita ke depan,” harap Harisson.

    Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus dan anggota MW KAHMI Kalbar. Suasana khidmat sangat terasa saat waktu berbuka tiba, mencerminkan rasa syukur dan penghormatan yang tinggi terhadap datangnya bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan daerah dan kerukunan umat. Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan para cendekiawan muslim semakin erat demi kemajuan Kalimantan Barat.

  • Sembunyikan Daging Kelelawar di Bawah Ikan Asin, Petugas Karantina Aruk Berhasil Bongkar Trik Penyelundup

    Sembunyikan Daging Kelelawar di Bawah Ikan Asin, Petugas Karantina Aruk Berhasil Bongkar Trik Penyelundup

    HaloSambas.Com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat mengambil tindakan tegas dengan menahan komoditas ilegal di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Petugas menyita 1 kg daging kelelawar dan 50 kg ikan asin yang dibawa dari Malaysia pada Senin (16/2/2026).

    Penangkapan di pintu masuk Desa Sebunga tersebut sempat diwarnai upaya pengelabuan oleh pemilik barang. Pelaku sengaja menyembunyikan daging kelelawar di bawah tumpukan ikan asin dengan harapan agar komoditas tersebut tidak terdeteksi oleh radar pengawasan petugas di lapangan.

    Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menegaskan bahwa tindakan penahanan ini dilakukan karena barang-barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan karantina yang sah. Meski jumlah daging kelelawar yang dibawa tergolong sedikit, namun risiko penyakit yang dibawa sangat besar.

    “Bukan tentang jumlahnya, tapi berdasarkan analisis risikonya. Meskipun jumlahnya kecil, namun bisa berisiko membawa hama dan penyakit yang berbahaya bagi lingkungan, masyarakat, dan sumber pangan jika tidak memenuhi prosedur,” jelas Ferdi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

    Lebih lanjut, Ferdi menjelaskan bahwa penahanan daging kelelawar ini merupakan langkah pencegahan yang sangat penting guna mengantisipasi masuknya Virus Nipah ke Indonesia. Secara ilmiah, kelelawar dikenal sebagai inang alami (reservoir) utama dari penyakit zoonosis yang mematikan tersebut.

    Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di ruang penahanan Satuan Pelayanan Karantina PLBN Aruk. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, komoditas tersebut akan segera dimusnahkan. Sementara itu, pelaku pembawa barang telah diberikan pembinaan serta peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Ferdi mengingatkan masyarakat bahwa seluruh komoditas hewan, ikan, tumbuhan, beserta produk turunannya yang masuk ke Indonesia wajib memenuhi syarat UU Nomor 21 Tahun 2019. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan penopang ekonomi nasional.

    Pihak Karantina Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait di wilayah perbatasan. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan setiap komoditas yang dibawa dari luar negeri demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.