Festival Tajuk Telur dan Pawai Taaruf Perkuat Karakter Berkemajuan
- account_circle Halo Sambas
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Sambas Satono melepas Pawai Taaruf dan Festival Tajuk Telur menyambut Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini bertujuan memperkuat iman dan silaturahmi warga. (Foto: Fb/IntanMa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Pemerintah Kabupaten Sambas menggelorakan semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah melalui kegiatan Pawai Taaruf dan Festival Tajuk Telur. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sambas pada Kamis (12/2/2026).
Bupati Sambas, Satono, secara resmi melepas para peserta dengan mengibarkan bendera start. Ia didampingi oleh Ketua BKMT Kabupaten Sambas Yunisa, Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekretaris Daerah Fery Madagaskar, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Sambas.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh BKMT Kabupaten Sambas ini menjadi momentum penting dalam menyemarakkan syiar Islam. Keunikan acara tahun ini terletak pada perpaduan budaya lokal melalui Festival Tajuk Telur yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Satono mengapresiasi kolaborasi antara BKMT dan PHBI Kabupaten Sambas. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia.
“Melalui kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan ini, saya mengapresiasi BKMT dan PHBI atas sinergi dalam menyukseskan visi-misi Sambas Berkah Berkemajuan, khususnya pada poin pembentukan karakter iman,” ujar Satono.
Bupati berharap peningkatan iman ini mampu menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Sambutlah dengan semarak. Lakukan kebersihan di lingkungan masing-masing, isi Ramadhan dengan kegiatan bernuansa keislaman, dan ciptakan suasana yang khidmat,” tambahnya sebagai wujud persatuan umat di Bumi Sambas.
Secara khusus, Satono menitipkan pesan kepada Dinas Pendidikan agar suasana belajar mengajar selama bulan puasa tetap khidmat. Ia ingin peserta didik diberikan ruang lebih luas untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan sebagai bekal karakter mereka.
Melalui momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap masyarakat dapat memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Bulan suci ini diharapkan menjadi sarana memperbaiki diri demi terwujudnya daerah yang religius, harmonis, dan berkemajuan.
- Penulis: Halo Sambas

Saat ini belum ada komentar