Bahasa Melayu Mulai Luntur di Rumah, Siswa SD dan SMP Singkawang Bakal Wajib Pelajari Bahasa Daerah
- account_circle Tim
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar revitalisasi bahasa Melayu di SD dan SMP. Langkah ini diambil karen penggunaan bahasa daerah di keluarga menurun. (Foto: Hms/Kom)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Revitalisasi bahasa daerah di Kota Singkawang kini mulai difokuskan melalui jalur pendidikan formal dengan melibatkan guru serta peserta didik tingkat SD dan SMP. Program strategis ini digagas oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Singkawang.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang menjadikan Kota Singkawang sebagai bagian dari program pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Melayu memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Bahasa Melayu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” ujar Muhammadin saat menerima kunjungan Balai Bahasa Kalbar, Selasa (27/1/2026).
Muhammadin berharap program ini tidak hanya berfokus pada penguatan penggunaan bahasa saja. Ia ingin revitalisasi ini mampu menelusuri asal-usul bahasa Melayu serta menjaga nilai-nilai budaya luhur yang melekat di dalamnya bagi masyarakat Singkawang.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniawati, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya penggunaan bahasa Melayu di tengah masyarakat. Meskipun merupakan bahasa asli yang diturunkan secara turun-temurun, saat ini bahasa tersebut dinilai telah mengalami kemunduran.
“Bahasa Melayu di Singkawang merupakan bahasa asli yang diturunkan oleh masyarakat setempat, namun saat ini telah mengalami kemunduran,” ungkap Uniawati.
Kemunduran tersebut ditandai dengan mulai jarangnya pewarisan bahasa daerah di lingkungan keluarga. Uniawati menyebutkan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak saat ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa daerah asli.
Program revitalisasi ini nantinya akan menyasar siswa SD dan SMP di seluruh Kota Singkawang. Tahapan awal yang akan dilakukan meliputi rapat koordinasi, pembangunan komitmen bersama, serta diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menyusun bahan dan materi ajar yang relevan.
Sebagai langkah lanjutan, Balai Bahasa akan melaksanakan bimbingan teknis bagi para guru SD dan SMP. Mereka akan dipersiapkan sebagai guru utama yang nantinya bertugas mengajarkan kembali bahasa daerah tersebut kepada para peserta didik di sekolah masing-masing.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar