Bangun Kemandirian Pendidikan, MIS Nurul Huda Seburing Sulap Sawah Wakaf Jadi Sumber Dana Operasional
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
- print Cetak

Lahan sawah wakaf MIS Nurul Huda Seburing mulai dikelola secara optimal melalui bantuan zakat produktif Kemenag Sambas untuk dukung operasional pendidikan. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Sebidang lahan sawah wakaf produktif di Dusun Kartini, Desa Seburing, Kecamatan Semparuk, mulai digarap. Melalui penyerahan bantuan zakat produktif pada Rabu (18/2/2026) kemarin, lahan seluas setengah hektare ini akan ditanami padi untuk mendukung keberlanjutan biaya operasional pendidikan.
Pengelolaan lahan di Desa Seburing ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan langkah strategis untuk membangun kemandirian madrasah. Lahan milik Madrasah Ibtida’iyah Swasta (MIS) Nurul Huda Seburing tersebut dikembangkan dengan melibatkan langsung komunitas madrasah dan warga sekitar.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sambas, Hakiki, menjelaskan bahwa program ini bertujuan agar madrasah bisa berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi. Selain memperkuat ketahanan pangan, hasil dari sawah ini diharapkan mampu membantu siswa yang kurang mampu agar terhindar dari risiko putus sekolah.
“Manfaat dari pengelolaan sawah ini tidak hanya berupa hasil panen, tetapi juga proses pemberdayaan. Orang tua siswa yang tergolong kurang mampu dilibatkan dalam menanam dan merawat padi, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan,” jelas Hakiki.
Kepala MIS Nurul Huda Seburing, Surian, menyambut baik dukungan ini. Menurutnya, langkah ini menjadi titik awal bagi pihak madrasah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada bantuan luar dan mulai membiayai kebutuhan secara mandiri.
“Meskipun hasil awal mungkin belum besar, pengelolaan yang berkelanjutan diyakini akan membawa dampak jangka panjang,” kata Surian. Ia menambahkan, jika proyek padi ini sukses, madrasah berencana memperluas cakupan wakaf produktif ke sektor pertanian lainnya.
Kepala Kemenag Sambas, Kaharudin, menegaskan bahwa dukungan dana zakat produktif ini memastikan wakaf memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Dengan begitu, hasil panen padi dapat dialokasikan untuk operasional sekolah tanpa harus selalu bergantung pada bantuan pemerintah.
Model pemberdayaan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi madrasah lain. Di sini, para guru juga ikut berperan mengelola lahan sebagai pembelajaran tentang nilai kerja sama. Solidaritas dan kemandirian inilah yang menjadi kunci masa depan pendidikan madrasah di Kabupaten Sambas.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar