Dilantik Jusuf Kalla, Ria Norsan Pimpin DMI Kalbar: Jangan Cuma Bangun Masjid Megah!
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- print Cetak

Dilantik Jusuf Kalla, Ria Norsan Pimpin DMI Kalbar: Jangan Cuma Bangun Masjid Megah! (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kalimantan Barat masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (15/1/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla (JK), serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama. Kehadiran JK menjadi suntikan motivasi bagi pengurus daerah untuk memperkuat fungsi masjid di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Ria Norsan menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah ritual. Ia bervisi menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang mencakup aspek pendidikan, sosial, hingga kemandirian ekonomi.
“Masjid adalah rumah besar umat. DMI berperan penting dalam memberdayakan masjid agar menjadi madrasah bagi semua usia dan golongan,” jelas Ria Norsan. Ia berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur sekaligus pembinaan jamaah secara berkelanjutan.
Ria Norsan memberikan catatan penting bagi seluruh pengurus DMI di tingkat kabupaten dan kota. Ia menyoroti fenomena masjid yang dibangun dengan arsitektur megah namun sepi dari aktivitas jamaah. Ia meminta para pengurus menjadi teladan utama dalam menghidupkan kegiatan di masjid.
“Masjid-masjid kita di beberapa daerah sudah sangat bagus. Namun, jangan sampai masjid dibangun megah tetapi tidak dimakmurkan oleh umat. Kalau bukan kita selaku Dewan Masjid yang memakmurkan, siapa lagi?” tegasnya.
Senada dengan Gubernur, Ketua Umum DMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla menekankan bahwa tugas utama DMI adalah dua hal: memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid (masyarakatnya). Menurut JK, masjid harus bisa memberi dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitarnya.
“Memakmurkan masjid adalah ibadah. Di sanalah kita berupaya memajukan masyarakat. Dalam ajaran agama, kemakmuran adalah jalan menuju kemajuan bersama,” ujar JK dalam arahannya.
Dengan kepengurusan yang baru ini, DMI Kalimantan Barat diharapkan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui masjid, sehingga fungsi sosial masjid sebagai pemberdaya ekonomi umat di Bumi Khatulistiwa benar-benar nyata dirasakan manfaatnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar