Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISSAS Sejangkung Kampanyekan Anti-Perundungan
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Mahasiswa KKN UNISSAS gelar edukasi "Stop Bullying" di SD 4 Perigi Limus, Sejangkung. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh kasih sayang. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) menggelar program edukasi bertajuk “Stop Bullying: Ciptakan Lingkungan Sekolah Penuh Kasih Sayang”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, pada Kamis (29/1/2026).
Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dan pembentukan karakter anak sejak dini. Mengingat perundungan menjadi tantangan serius, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai empati serta sikap saling menghargai antarsiswa.
Edukasi tersebut menyasar sekitar 100 siswa yang berasal dari kelas IV, V, dan VI. Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan sederhana dan diskusi agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya dan terlibat dalam sesi diskusi, terutama saat membahas dampak negatif bullying terhadap kepercayaan diri.
Guru SD Negeri 4 Perigi Limus, Daliyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNISSAS ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi Stop Bullying dapat membawa dampak positif bagi siswa,” ujar Daliyah saat diwawancarai. Ia berharap sikap saling menghormati ini terus diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN, Akmal, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terciptanya suasana kelas yang lebih harmonis. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bebas dari bullying akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kami berharap dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, damai, dan tentram, serta penuh dengan kebahagiaan bagi seluruh siswa,” ungkap Akmal. Melalui program ini, mahasiswa ingin memastikan pesan anti-perundungan terus diterapkan setiap hari.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar