Target Jadi Sentra Ikan Bandeng, Desa Lambau Jawai Tantang Banjir Rob Demi Ekonomi Pesisir
- account_circle Tim
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Desa Lambau di Kecamatan Jawai, Sambas, berpotensi menjadi sentra ikan bandeng. Mahasiswa PPM Fisipol Untan salurkan 6.000 bibit untuk dorong ekonomi warga. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Desa Lambau yang terletak di pesisir pantai utara Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menyimpan potensi besar di sektor perikanan. Selain dikenal sebagai penghasil kelapa, desa ini kini tengah dipersiapkan menjadi sentra budidaya ikan bandeng yang menjanjikan.
Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengungkapkan bahwa kondisi geografis desanya yang memiliki sumber air payau sangat cocok untuk budidaya bandeng dan nila. Hal ini ia sampaikan kepada mahasiswa Magister Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) yang tengah melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di desa tersebut.
Namun, pengembangan potensi ini bukan tanpa hambatan. Tantangan terbesar yang dihadapi warga adalah faktor alam, terutama banjir rob yang rutin merendam wilayah tersebut setiap bulan Desember.
“Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 di desa ini banjir besar,” kenang Yani menceritakan pengalamannya setahun lalu saat tanaman melon dan ribuan ikan miliknya hanyut diterjang pasang air laut.
Belajar dari pengalaman tersebut, Yani tetap optimis untuk mencoba kembali pada tahun ini. Strategi yang akan diterapkan adalah mempercepat masa panen sebelum bulan Desember tiba guna menghindari kerugian akibat cuaca ekstrem.
Dukungan nyata datang dari program PPM Fisipol Untan yang menyalurkan bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng. Dosen Pembimbing PPM, Prof. Fatmawati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sesuai kebutuhan warga setelah melakukan koordinasi intensif dengan pihak desa.
Selain sektor perikanan, mahasiswa juga berkolaborasi dengan PKK Desa Lambau untuk mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan bawang dayak. Program kerja tersebut dilengkapi dengan pembuatan 15 plang penanda RT untuk mempermudah akses administrasi desa.
Wira, salah satu mahasiswa PPM, melihat peluang Desa Lambau tidak hanya berhenti pada penjualan ikan segar. Menurutnya, desa ini sangat potensial untuk memproduksi bandeng presto sebagai produk olahan unggulan.
“Jika Lambau ada bandeng presto, ini bisa menambah pemasukan BUMDes dan menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan di Kalimantan Barat,” ujar Wira. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan pelatihan pengolahan produk kepada warga setempat.
Tujuan dari pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik melalui bantuan fisik maupun ide kreatif. Dengan sinergi yang kuat, Desa Lambau optimis dapat mengatasi tantangan alam dan bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru di pesisir Sambas.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar