Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif
- account_circle Tim
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Masjid 1001 Kubah Jadi Saksi, Yayasan Sambas Raya Madani Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif yang Inovatif. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Wakaf kini tidak lagi hanya dipahami sebagai sarana ibadah semata, melainkan telah bergeser menjadi instrumen strategis dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan. Pesan kuat ini mengemuka dalam Pelatihan dan Workshop Pengelolaan serta Optimalisasi Harta Wakaf yang digelar di Aula Utama Kantor Pusat Masjid 1001 Kubah Sambas, Jumat (30/1/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, memaparkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara wakaf konsumtif dan wakaf produktif yang perlu dipahami oleh masyarakat. Jika wakaf konsumtif biasanya langsung digunakan untuk fasilitas umum seperti masjid atau pemakaman, maka wakaf produktif dirancang untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.
“Wakaf produktif adalah harta wakaf yang dikelola secara profesional sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi, kemudian hasilnya disalurkan untuk kepentingan umat. Inilah yang menciptakan manfaat jangka panjang,” jelas Kaharudin.
Beberapa contoh nyata pengelolaan wakaf produktif meliputi pemanfaatan tanah wakaf menjadi ruko, kebun produktif, atau unit usaha syariah lainnya. Dengan manajemen yang tepat, hasil dari unit usaha tersebut dapat menjadi sumber pembiayaan untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas.
Ketua Yayasan Sambas Raya Madani sekaligus Ketua Panitia, Misni Safari, dalam sambutannya mengingatkan para peserta bahwa pengelolaan wakaf adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Ia berharap para nadzir mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mampu mengelola aset umat dengan lebih maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Misni Safari juga memohon doa kepada seluruh hadirin agar pembangunan Masjid 1001 Kubah Sambas dapat segera rampung. Masjid ini dicita-citakan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang membanggakan di Kabupaten Sambas.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para nadzir untuk mengubah paradigma lama. Dari yang sebelumnya hanya berperan sebagai penjaga aset, kini dituntut menjadi pengelola yang inovatif, profesional, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan serta kesejahteraan umat.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar