Laris Manis di Luar Negeri, 25 Ton Semangka Segar Asal Kalbar Tembus Pasar Ekspor Lewat PLBN Aruk
- account_circle Tim
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Karantina Kalbar sukses fasilitasi ekspor 25 ton semangka melalui PLBN Aruk sepanjang Januari 2026. Nilai ekonomi mencapai Rp114 juta dari lima kali pengiriman. (Foto: Istimewa.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HaloSambas.Com — Menutup bulan pertama di tahun 2026 dengan capaian impresif, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Aruk sukses memfasilitasi ekspor komoditas hortikultura unggulan daerah. Sebanyak 25.000 kg semangka segar berhasil diberangkatkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Komoditas ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp114.000.000 yang terealisasi melalui lima kali frekuensi pengiriman sepanjang Januari ini. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi di wilayah perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas.
Seluruh produk telah melewati serangkaian tindakan karantina yang ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga sertifikasi kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate). Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan oleh negara tujuan.
Reno Putra, Penanggung Jawab Satpel PLBN Aruk, menyampaikan bahwa intensitas ekspor di awal tahun ini mencerminkan potensi besar sektor pertanian daerah yang mulai tergarap maksimal. Kualitas produk petani lokal terbukti mampu bersaing dan diakui di pasar internasional.
“Realisasi ekspor semangka sebanyak lima kali dengan total 25 ton ini menunjukkan bahwa produk petani kita memiliki kualitas yang diakui di pasar internasional. Ini adalah awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di perbatasan pada tahun 2026,” ujarnya.
Peningkatan aktivitas ekspor ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap sistem pengawasan serta efisiensi layanan karantina di gerbang perbatasan Aruk. Karantina Kalbar berkomitmen untuk terus tancap gas dalam memfasilitasi perdagangan lintas negara.
Guna mendukung kelancaran arus barang, pihak karantina terus mempercepat proses layanan melalui digitalisasi sistem serta standardisasi prosedur internasional. Langkah ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu dan memberikan kemudahan bagi para eksportir lokal.
Capaian selama Januari 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pelaku usaha hortikultura lainnya di wilayah Kalimantan Barat untuk mulai merambah pasar mancanegara. Potensi komoditas lain masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan.
Karantina Kalimantan Barat menegaskan kesiapannya untuk berdiri di garda terdepan dalam memberikan pendampingan teknis kepada para petani dan pengusaha. Fasilitasi setiap langkah perdagangan ini dilakukan demi kemajuan ekonomi nasional yang digerakkan dari beranda depan Indonesia.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar